PASAR LIVE
IHSG 6.147,86 ▼ -1,51%
USD/IDR Rp 16.350 ▲ +0,10%
EUR/IDR Rp 17.820 ▲ +0,08%
EMAS (XAU) $4.178,30 ▼ -3,31%
BRENT OIL $98,86 ▲ +1,46%
BI-RATE 6,00% ▬ Tetap
S&P 500 7.701,86 ▼ -0,54%
NIKKEI 225 65.877,62 ▼ -0,73%
BATU BARA $136,50 ▲ +0,80%
BITCOIN $83.450 ▼ -1,87%
IHSG 6.147,86 ▼ -1,51%
USD/IDR Rp 16.350 ▲ +0,10%
EUR/IDR Rp 17.820 ▲ +0,08%
EMAS (XAU) $4.178,30 ▼ -3,31%
BRENT OIL $98,86 ▲ +1,46%
BI-RATE 6,00% ▬ Tetap
S&P 500 7.701,86 ▼ -0,54%
NIKKEI 225 65.877,62 ▼ -0,73%
BATU BARA $136,50 ▲ +0,80%
BITCOIN $83.450 ▼ -1,87%

Progres Konstruksi MRT Jakarta Fase 2A Capai 59 Persen, Stasiun Bawah Tanah Monas dan Thamrin Tembus 93 Persen

Pembangunan jalur transportasi massal bawah tanah sepanjang 5,8 kilometer dari Bundaran HI menuju Kota terus dikebut, dengan Segmen 1 ditargetkan memulai uji coba operasional terintegrasi pada 2027.

Pembangunan infrastruktur transportasi massal berbasis rel MRT Jakarta Fase 2A yang menghubungkan Bundaran Hotel Indonesia hingga Kota Tua mencatatkan akselerasi konstruksi yang signifikan. Manajemen PT MRT Jakarta mengumumkan bahwa progres kumulatif pekerjaan fisik secara keseluruhan telah menembus angka 59 persen.

Proyek sepanjang 5,8 kilometer ini sepenuhnya dibangun di bawah tanah melintasi kawasan cagar budaya dan pusat bisnis historis ibu kota. Pembangunan dibagi menjadi dua segmen operasional utama, di mana Segmen 1 (Bundaran HI–Monas) telah mencapai kemajuan fisik 80,47 persen, sementara Segmen 2 (Harmoni–Kota) berada pada kisaran 51,04 persen.

“Pekerjaan struktur utama pada dua stasiun bawah tanah paling sentral, yaitu Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas, saat ini telah rampung sekitar 93 persen. Fokus pekerjaan kini beralih pada instalasi sistem tata udara, tangga berjalan (eskalator), rel lintasan, dan instalasi mekanikal-elektrikal stasiun,” papar perwakilan manajemen MRT Jakarta di lokasi proyek.

Penerapan Sistem Persinyalan CBTC Berakurasi Tinggi

Jalur MRT Fase 2A menggunakan teknologi persinyalan Communication-Based Train Control (CBTC) otomatis Grade of Automation (GoA) tingkat 2 yang diselaraskan dengan Fase 1 koridor Lebak Bulus–Bundaran HI. Sistem ini memungkinkan pengendalian kecepatan dan jarak antarkereta berlangsung dengan toleransi akurasi sangat ketat, mempertahankan jeda kedatangan kereta (headway) 3 menit pada jam sibuk.

Tantangan teknis utama pembangunan jalur utara ini terletak pada kedalaman galian tanah lunak Jakarta serta preservasi bangunan-bangunan bernilai cagar budaya di sepanjang koridor Gajah Mada–Hayani Wuruk. Pihak kontraktor menerapkan teknik Shield Tunnel Boring Machine (TBM) canggih guna menghindari getaran destruktif terhadap bangunan di atas permukaan.

Penyelesaian koridor MRT ke kawasan Kota Tua tidak hanya mengurai kemacetan kronis koridor utara-selatan, tetapi juga merevitalisasi denyut ekonomi wisata sejarah Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Perhubungan menargetkan uji coba dinamis rangkaian kereta pada koridor Bundaran HI–Monas dapat terlaksana pada semester kedua 2027 sebelum dibuka secara resmi untuk publik.

Topik:
#MRT Jakarta#Infrastruktur#Transportasi Publik#Fase 2A#Stasiun Monas#Tata Kota
Transparansi Editorial WARTA

Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.

Komentar Pembaca

0

Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.

Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda

Diskusi Pembaca Terverifikasi

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan atau opini mengenai berita ini.