Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama konsorsium pengembang energi baru terbarukan resmi memulai konstruksi ekspansi tahap kedua Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Perluasan ini akan menambah kapasitas terpasang sebesar 105 Megawatt-peak (MWp), menggenapkan kapasitas total pembangkit menjadi 250 MWp.
Proyek percontohan dekarbonisasi nasional yang terapung di atas perairan Waduk Cirata ini memanfaatkan kurang dari 5 persen total luas muka air danau, sehingga sama sekali tidak mengorbankan lahan pertanian produktif maupun mengubah fungsi utama waduk sebagai pengendali banjir dan pembangkit hidroelektrik.
“Cirata membuktikan bahwa pemanfaatan badan air waduk untuk panel fotovoltaik memberikan efisiensi ganda. Suhu air yang sejuk menjaga temperatur panel tetap optimal sehingga degradasi daya dapat ditekan secara signifikan dibandingkan PLTS di daratan kering,” papar Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM.
Modul Fotovoltaik Bifasial dan Reduksi Penguapan Air Waduk
Dalam fase perluasan ini, teknologi yang disematkan adalah modul surya bifasial kaca ganda (dual-glass bifacial PV modules). Panel jenis ini memiliki kemampuan unik menangkap radiasi sinar matahari langsung dari langit sekaligus menyerap pantulan cahaya (albedo) dari permukaan air di bawahnya, mendongkrak produksi listrik hingga 12 persen lebih tinggi.
Selain menghasilkan listrik bebas karbon, keberadaan susunan panel fotovoltaik terapung berfungsi sebagai peneduh alami yang sanggup mereduksi laju evaporasi penguapan air waduk sebesar ribuan meter kubik setiap musim kemarau, menjaga ketersediaan air irigasi hilir Sungai Citarum tetap stabil.
Pemanfaatan waduk multiguna untuk energi surya terapung adalah solusi brilian transisi energi tanpa konflik tata ruang daratan.
Daya listrik bersih yang dibangkitkan dari seluruh fase PLTS Cirata diperkirakan mampu melistriki lebih dari 120.000 rumah tangga dan mereduksi emisi karbon dioksida sebesar 480.000 ton per tahun.
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menulis tanggapan atau opini terverifikasi mengenai berita ini.