Menteri Luar Negeri Republik Indonesia bersama para utusan diplomatik negara-negara Forum Kepulauan Pasifik (Pacific Islands Forum/PIF) dan Melanesian Spearhead Group (MSG) meratifikasi piagam pembentukan Cadangan Pangan Darurat Kawasan (Pacific Emergency Food Reserve).
Kesepakatan multilateral ini menempatkan Indonesia sebagai penyedia simpul logistik pangan utama yang menjamin pasokan cadangan komoditas beras, tepung jagung, dan protein kaleng ketika bencana iklim ekstrem seperti badai siklon tropis dan kekeringan panjang El Nino melanda pulau-pulau kecil di Samudra Pasifik.
“Sebagai sesama bangsa kepulauan besar, Indonesia berdiri teguh bersama saudara-saudara kami di Pasifik. Lumbung pangan bersama ini adalah wujud nyata kepemimpinan kemanusiaan yang berakar pada gotong royong lintas samudra,” tegas Menteri Luar Negeri dalam konferensi penandatanganan di Jakarta.
Teknologi Silo Berpendingin di Ambon dan Sorong
Untuk menunjang komitmen tersebut, Perum Bulog bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) telah menuntaskan pembangunan fasilitas gudang silo berpendingin atmosfer terkontrol di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dan Pelabuhan Sorong Papua Barat Daya.
Fasilitas ini mampu menyimpan hingga 150.000 ton butiran pangan dalam kondisi higienis kedap udara selama 24 bulan tanpa penurunan mutu gizi. Rantai logistik maritim disiagakan dengan armada kapal kargo berjadwal cepat yang sanggup merapat ke negara kepulauan seperti Fiji, Vanuatu, dan Kepulauan Solomon dalam tempo kurang dari 72 jam pasca-peringatan darurat.
Ketahanan pangan bukan sekadar urusan perut, melainkan jangkar stabilitas politik dan martabat persaudaraan antarbangsa di kawasan Pasifik.
Program ini juga memfasilitasi pertukaran benih tanaman pangan tahan salinitas air laut bagi petani lokal di negara-negara kepulauan guna meningkatkan kemandirian pangan jangka panjang.
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menulis tanggapan atau opini terverifikasi mengenai berita ini.