PASAR LIVE
IHSG 6.147,86 ▼ -1,51%
USD/IDR Rp 16.350 ▲ +0,10%
EUR/IDR Rp 17.820 ▲ +0,08%
EMAS (XAU) $4.178,30 ▼ -3,31%
BRENT OIL $98,86 ▲ +1,46%
BI-RATE 6,00% ▬ Tetap
S&P 500 7.701,86 ▼ -0,54%
NIKKEI 225 65.877,62 ▼ -0,73%
BATU BARA $136,50 ▲ +0,80%
BITCOIN $83.450 ▼ -1,87%
IHSG 6.147,86 ▼ -1,51%
USD/IDR Rp 16.350 ▲ +0,10%
EUR/IDR Rp 17.820 ▲ +0,08%
EMAS (XAU) $4.178,30 ▼ -3,31%
BRENT OIL $98,86 ▲ +1,46%
BI-RATE 6,00% ▬ Tetap
S&P 500 7.701,86 ▼ -0,54%
NIKKEI 225 65.877,62 ▼ -0,73%
BATU BARA $136,50 ▲ +0,80%
BITCOIN $83.450 ▼ -1,87%

Indonesia Pimpin Kesepakatan Koridor Maritim Hijau Selat Malaka-Singapura dalam KTT Perhubungan Laut ASEAN

Penerapan bahan bakar nol emisi, elektrifikasi dermaga pelabuhan singgah, dan navigasi pelayaran cerdas disepakati bersama negara anggota demi dekarbonisasi jalur perkapalan tersibuk dunia.

Menteri Perhubungan negara-negara anggota ASEAN secara bulat menyepakati pembentukan Green Shipping Corridor (Koridor Perkapalan Hijau) terpadu di kawasan perairan Selat Malaka dan Selat Singapura, dipimpin oleh inisiatif diplomatik maritim delegasi Republik Indonesia.

Kesepakatan bersejarah ini menetapkan peta jalan dekarbonisasi bagi jalur laut yang dilintasi lebih dari 100.000 kapal niaga global per tahun, mencakup hampir sepertiga total perdagangan komoditas dunia.

“Sebagai negara kepulauan yang mengawal keselamatan lalu lintas laut Selat Malaka, Indonesia berkomitmen memimpin transformasi energi maritim. Koridor hijau ini bukan hanya mitigasi perubahan iklim, tetapi juga peluang ekonomi besar bagi pelabuhan-pelabuhan nasional kita,” terang Menteri Perhubungan RI dalam forum sidang pleno.

Penyediaan Bahan Bakar Bersih dan Listrik Dermaga

Melalui kesepakatan ini, pelabuhan-pelabuhan utama di sepanjang pesisir timur Sumatra dan Kepulauan Riau—termasuk Pelabuhan Batu Ampar di Batam dan Kuala Tanjung di Sumatra Utara—akan dilengkapi fasilitas pengisian bahan bakar ramah lingkungan (*bunkering*) seperti LNG, bio-metanol bersertifikasi, serta amonia hijau.

Selain itu, seluruh dermaga kontainer internasional diwajibkan menyediakan infrastruktur pasokan daya listrik darat (Onshore Power Supply/OPS). Fasilitas ini memungkinkan kapal-kapal kontainer mematikan generator berbahan bakar minyak diesel saat melakukan bongkar muat di pelabuhan.

Menjaga kelestarian perairan selat strategis adalah amanah masa depan yang melampaui batas batas teritorial negara.

Indonesia bersama otoritas maritim Malaysia dan Singapura juga menyepakati integrasi sistem manajemen lalu lintas kapal (VTS) cerdas yang mengoptimalkan jadwal kedatangan kapal (*just-in-time arrival*), sehingga menekan waktu tunggu lego jangkar yang membuang bahan bakar secara percuma.

Topik:
#ASEAN#Koridor Maritim Hijau#Selat Malaka#Dekarbonisasi Pelayaran#Hub Maritim#Perhubungan Laut
Transparansi Editorial WARTA

Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.

Komentar Pembaca

0

Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.

Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda

Diskusi Pembaca Terverifikasi