Sistem transportasi publik masa depan Indonesia kembali menorehkan pencapaian membanggakan setelah moda Kereta Otonom Cerdas atau Autonomous Rail Rapid Transit (ART) sukses menuntaskan uji coba dinamis tanpa awak pada koridor lingkar Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Dalam pengujian sepanjang 12,2 kilometer yang menghubungkan Plaza Seremoni, Kawasan Istana Presiden, hingga deretan gedung kementerian koordinator, rangkaian trem gandeng berkapasitas 300 penumpang tersebut melaju secara presisi pada kecepatan operasional 40 hingga 60 km/jam tanpa kendala teknis.
“Teknologi ART memadukan fleksibilitas bus perkotaan dengan kapasitas angkut kereta rel listrik modern. Kita tidak memerlukan pembangunan rel baja maupun jaringan kabel listrik atas tanah yang mahal dan merusak estetika tata kota hijau,” papar pimpinan divisi transportasi cerdas Otorita IKN.
Navigasi Marka Virtual LiDAR dan Pengisian Daya Cepat Kilat
Keandalan kemudi otonom trem bertumpu pada gabungan sensor pemindai LiDAR 3D, radar gelombang milimeter, kamera navigasi stereoskopik, serta paku magnetik pintar (magnetic markers) yang ditanam sedalam beberapa sentimeter di bawah permukaan jalan raya.
Dari segi daya, rangkaian ART dilengkapi baterai modular ramah lingkungan yang dipasangkan dengan teknologi pengisian kilat (flash-charging) di atap halte stasiun. Cukup dengan jeda transit 10 menit saat menaikkan dan menurunkan penumpang, daya jelajah bertambah sejauh 25 kilometer.
Inovasi mobilitas perkotaan di IKN adalah cetak biru kota masa depan yang memadukan teknologi kecerdasan artifisial, efisiensi energi, dan kenyamanan publik.
Fasilitas transportasi otonom ini direncanakan mulai melayani aparatur sipil negara dan warga umum secara gratis selama masa orientasi dan transisi operasional penuh koridor barat KIPP.
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menulis tanggapan atau opini terverifikasi mengenai berita ini.