PASAR LIVE
IHSG 6.147,86 ▼ -1,51%
USD/IDR Rp 16.350 ▲ +0,10%
EUR/IDR Rp 17.820 ▲ +0,08%
EMAS (XAU) $4.178,30 ▼ -3,31%
BRENT OIL $98,86 ▲ +1,46%
BI-RATE 6,00% ▬ Tetap
S&P 500 7.701,86 ▼ -0,54%
NIKKEI 225 65.877,62 ▼ -0,73%
BATU BARA $136,50 ▲ +0,80%
BITCOIN $83.450 ▼ -1,87%
IHSG 6.147,86 ▼ -1,51%
USD/IDR Rp 16.350 ▲ +0,10%
EUR/IDR Rp 17.820 ▲ +0,08%
EMAS (XAU) $4.178,30 ▼ -3,31%
BRENT OIL $98,86 ▲ +1,46%
BI-RATE 6,00% ▬ Tetap
S&P 500 7.701,86 ▼ -0,54%
NIKKEI 225 65.877,62 ▼ -0,73%
BATU BARA $136,50 ▲ +0,80%
BITCOIN $83.450 ▼ -1,87%

Smelter HPAL Beremisi Rendah di Morowali Mulai Pasok Bahan Baku Presipitat Hidroksida untuk Katoda Baterai Listrik Global

Fasilitas pemurnian hidrometalurgi generasi baru memanfaatkan uap limbah bertekanan tinggi dan penimbunan kering (dry stacking) ramah lingkungan.

Industri hilirisasi mineral strategis nasional kembali menorehkan pencapaian penting seiring pengapalan perdana 12.000 ton konsentrat Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dari fasilitas pemurnian hidrometalurgi High Pressure Acid Leach (HPAL) terpadu di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah.

Komoditas antara bernilai tambah tinggi tersebut dikirim guna memenuhi kontrak pasokan jangka panjang produsen sel baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) terkemuka di kawasan Asia Timur dan Uni Eropa.

“Keberhasilan operasi komersial pabrik HPAL ini membuktikan bahwa hilirisasi nikel Indonesia telah melompat dari sekadar pengolahan nikel kelas dua menjadi produsen bahan kimia baterai kelas satu yang ramah lingkungan,” terang juru bicara asosiasi pengembang nikel dalam keterangan pers.

Penerapan Dry Stacking dan Efisiensi Panas

Berbeda dengan generasi smelter awal, pabrik ini sepenuhnya menolak metode pembuangan ampas sisa pengolahan ke palung laut dalam (Deep Sea Tailings Placement). Seluruh ampas bijih dinetralkan secara kimiawi, disaring menggunakan filter bertekanan tinggi, lalu dipadatkan di area timbunan kering (dry stack tailings facility) yang dilapisi geomembran tebal kedap air.

Selain aspek lingkungan, pabrik ini menerapkan siklus kogenerasi uap bertekanan tinggi hasil reaksi eksotermik asam sulfat untuk memutar turbin listrik mandiri. Hal ini menekan konsumsi listrik dari jaringan pembangkit batu bara dan memangkas jejak karbon rantai pasok secara signifikan.

Hilirisasi yang berdaya saing global wajib memadukan keunggulan skala produksi dengan kepatuhan etika lingkungan tertinggi.

Pemerintah menargetkan hingga akhir dekade ini, Indonesia dapat memproduksi prekursor katoda baterai litium secara mandiri hingga tahap perakitan akhir sel baterai di dalam negeri.

Topik:
#Smelter HPAL#Hilirisasi Nikel#Baterai Listrik#Energi Hijau#Industri Manufaktur#Morowali
Transparansi Editorial WARTA

Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.

Komentar Pembaca

0

Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.

Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda

Diskusi Pembaca Terverifikasi