Satuan Tugas Udara Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mengerahkan armada penuh 18 unit helikopter angkut berat berkemampuan pengeboman air (water bombing) di wilayah perbatasan pedalaman Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Langkah taktis darurat ini diambil menyusul terdeteksinya lonjakan kebakaran lahan gambut berkedalaman lebih dari tiga meter di area terpencil yang sama sekali tidak memiliki akses jalur darat bagi kendaraan pemadam konvensional.
“Helikopter tipe Kamov Ka-32 dan Sikorsky berkekuatan ganda mampu membawa kantong air *Bambi Bucket* bermuatan lima ton sekali terbang. Daya hantam air dari udara sangat vital untuk menembus kepulan asap tebal dan mematikan kobaran tajuk pohon,” terang Komandan Satgas Udara di Pangkalan Udara Supadio Pontianak.
480 Sorti Terbang Hancurkan Titik Api Ekstrem
Dalam rentang 48 jam terakhir, armada satgas udara mencatatkan lebih dari 480 kali sorti penerbangan dari sumber air terdekat di danau dan sungai besar, menumpahkan kumulatif 2,4 juta liter air langsung di atas titik koordinat api.
Operasi ini didukung helikopter pengintai berkecepatan tinggi yang membawa kamera pengindera panas inframerah (FLIR). Informasi koordinat titik bara terpanas dipancarkan secara *real-time* ke kokpit helikopter pengebom air, memastikan setiap tetesan air mengenai pusat pelepasan gas metana gambut.
Ketepatan waktu dan sinergi operasi udara terbukti ampuh melokalisasi kobaran api agar tidak merambat ke kawasan cagar biosfer nasional.
Pemerintah daerah mengimbau seluruh perusahaan pemegang konsesi perkebunan di sekitar kawasan untuk menyiagakan embung air buatan mereka sebagai titik pengisian ulang air (water scooping point) armada penanggulangan bencana.
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menulis tanggapan atau opini terverifikasi mengenai berita ini.