PT PLN (Persero) bersama konsorsium pengembang energi hijau internasional resmi menyambungkan daya listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Lepas Pantai (Offshore Wind Farm) perdana Indonesia berkapasitas 300 Megawatt (MW) ke dalam sistem interkoneksi kelistrikan Jawa-Bali.
Proyek terobosan ini membentang di zona perairan selatan Selat Bali dengan kedalaman laut 35 hingga 50 meter, menempatkan 30 menara turbin angin laut generasi mutakhir berkapasitas 10 MW dengan tinggi poros hub mencapai 135 meter di atas permukaan laut.
“Angin lepas pantai di Selat Bali bertiup secara stabil sepanjang tahun dengan kecepatan rata-rata di atas 8,5 meter per detik. Ini adalah sumber energi tak habis-habisnya yang mampu menggantikan ketergantungan pembangkit listrik tenaga uap batu bara,” jelas Direktur Manajemen Pembangkitan PLN.
Kabel Bawah Laut Khusus dan Terumbu Karang Buatan
Daya listrik yang dihasilkan turbin dialirkan melalui kabel bawah laut tegangan tinggi berisolasi khusus (HVAC Subsea Cable) menuju gardu induk pesisir di Banyuwangi dan Jembrana, memasok kebutuhan energi hijau bagi jutaan rumah tangga serta industri perhotelan berkelanjutan di Bali.
Menariknya, struktur fondasi jaket baja berkaki empat yang tertanam di dasar laut dirancang khusus dengan bahan beton ramah lingkungan (*eco-concrete*) yang berfungsi sebagai habitat terumbu karang buatan (artificial reef), meningkatkan populasi ikan karang di sekitar area konservasi perairan.
Laut Indonesia bukan hanya lumbung pangan dan jalur pelayaran, melainkan sumber lumbung energi bersih abadi bagi kesejahteraan generasi mendatang.
Pemerintah menargetkan pengembangan PLTB lepas pantai berikutnya akan dilanjutkan di kawasan pantai selatan Jawa, Selat Makassar, dan pesisir barat Sumatra dengan potensi total melebihi 15 Gigawatt.
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menulis tanggapan atau opini terverifikasi mengenai berita ini.