PT PLN (Persero) mengumumkan penuntasan pemberian tegangan (energize) dan operasional penuh fasilitas Gardu Induk Berisolasi Gas (Gas-Insulated Substation/GIS) 500 Kilovolt (kV) Ungaran di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Infrastruktur transmisi ketenagalistrikan mutakhir ini merupakan simpul persimpangan paling strategis pada sistem interkoneksi jaringan kelistrikan terpadu Jawa, Madura, dan Bali (Jamali), yang mempertemukan jalur transmisi lingkar utara dan lingkar selatan pulau Jawa.
“GIS 500 kV Ungaran adalah jantung keandalan transmisi di jantung Jawa Tengah. Teknologi GIS indoor melindungi seluruh komponen pemutus arus dari paparan cuaca lembap tropis, debu semen, dan risiko sambaran petir,” terang General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa Bagian Tengah.
Efisiensi Ruang 70 Persen dan Proteksi Otomatis Digital
Dibanding gardu induk konvensional tipe terbuka (Air-Insulated Switchyard) yang memerlukan lahan belasan hektare, teknologi tabung tertutup bertekanan gas SF6 ini hanya membutuhkan luas bangunan 1,5 hektare tanpa mengurangi kapasitas transfer daya listrik sebesar 5.000 MVA.
Seluruh sistem manuver saklar dan pemantauan suhu busbar terhubung dengan modul proteksi digital *Substation Automation System* (SAS) berbasis standar IEC 61850, memungkinkan pemulihan aliran listrik otomatis dalam hitungan 40 milidetik jika terjadi anomali beban.
Pembaruan teknologi gardu induk tegangan ekstra tinggi memastikan pasokan listrik industri manufaktur dan pemukiman tetap stabil tanpa kedip.
PLN memastikan gardu induk ini siap menyerap dan menyalurkan tambahan pasokan daya hijau dari berbagai pembangkit energi baru terbarukan, termasuk PLTP Dieng Unit 2 dan ladang surya terapung di waduk-waduk sekitar.
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menulis tanggapan atau opini terverifikasi mengenai berita ini.