PT PLN (Persero) bersama BUMN pengembang panas bumi PT Geo Dipa Energi secara resmi memulai operasional komersial (Commercial Operation Date/COD) Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2 berkapasitas 60 Megawatt (MW) di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah.
Pengoperasian unit baru ini meningkatkan total kapasitas terpasang lapangan geotermal Dieng menjadi 120 MW, memperkuat peran energi baru terbarukan sebagai penopang listrik beban dasar (baseload) yang andal dan tidak bergantung pada cuaca.
“Panas bumi adalah anugerah mahabesar perut bumi nusantara. Berbeda dengan surya atau angin yang bersifat intermiten, PLTP beroperasi stabil pada faktor kapasitas di atas 95 persen sepanjang tahun tanpa menghasilkan emisi karbon pembakaran,” ungkap Direktur Utama PLN di Dieng.
Teknologi Turbin Siklus Biner dan Reinjeksi Fluida 100 Persen
Keunggulan teknis unit kedua ini terletak pada penggabungan turbin uap utama dengan modul pembangkit siklus biner (Binary Cycle Power Plant). Sistem ini mampu mengekstraksi energi panas sisa dari air garam panas bumi (brine) sebelum dikembalikan ke reservoir bawah tanah.
Seluruh cairan hidrotermal yang telah dimanfaatkan diinjeksikan kembali seratus persen ke dalam sumur reinjeksi berkedalaman 2.500 meter, menjamin keberlanjutan tekanan reservoir reservoir jangka panjang sekaligus melindungi mata air permukaan dari risiko mineralisasi.
Pemanfaatan kekayaan panas bumi nusantara adalah kunci strategis mewujudkan swasembada energi hijau berkeadilan bagi seluruh rakyat.
Energi listrik yang dibangkitkan dialirkan melalui saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 kV menuju Gardu Induk Wonosobo, memperkokoh bauran energi hijau sistem kelistrikan terpadu Jawa, Madura, dan Bali.
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menulis tanggapan atau opini terverifikasi mengenai berita ini.