PT PLN (Persero) bersama subholding energi bersihnya resmi mengoperasikan Pabrik Hidrogen Hijau (Green Hydrogen Plant) skala komersial yang ditenagai sepenuhnya oleh Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.
Fasilitas pionir di Pulau Sumatera ini mengonversi air demineralisasi menjadi gas hidrogen berkemurnian tinggi melalui proses elektrolisis menggunakan pasokan listrik uap panas bumi yang stabil sepanjang hari.
“Keunggulan utama panas bumi dibandingkan surya atau angin adalah sifatnya yang baseload atau beroperasi 24 jam nonstop. Hal ini membuat mesin elektroliser hidrogen di Ulubelu mencapai faktor kapasitas maksimal dan menekan biaya produksi per kilogram hidrogen secara signifikan,” papar Direktur Utama PLN.
Teknologi Elektroliser Membran PEM dan Penyimpanan Tekanan Tinggi
Instalasi GHP Ulubelu mengadopsi modul Proton Exchange Membrane (PEM) berkapasitas 5 Megawatt yang mampu menghasilkan hingga 850 metrik ton hidrogen hijau per tahun dengan tingkat kemurnian mencapai 99,999 persen.
Gas hidrogen yang dihasilkan kemudian dikompresi ke dalam tabung silinder baja komposit bertekanan 350 bar (tube skids) untuk didistribusikan menuju kawasan industri petrokimia, pabrik pupuk rendah karbon, serta stasiun pengisian bahan bakar kendaraan berat berbasis fuel cell di koridor Tol Trans-Sumatera.
Pemanfaatan hidrogen hijau dari perut bumi Nusantara adalah lompatan strategis dari sekadar elektrifikasi menuju dekarbonisasi molekul industri berat.
Kementerian ESDM mencatat bahwa beroperasinya pabrik Ulubelu semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen hidrogen bersih terkemuka di Asia Tenggara, menyusul rangkaian fasilitas serupa yang telah dibangun di Kamojang dan Lahendong.
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menulis tanggapan atau opini terverifikasi mengenai berita ini.