PT Pertamina (Persero) secara resmi meresmikan pengoperasian komersial Terminal LPG Berpendingin (Refrigerated LPG Terminal) berkapasitas 80.000 metrik ton yang berlokasi di garis pantai Tuban, Jawa Timur.
Fasilitas penerimaan dan pencairan energi hilir ini menjadi simpul pasokan gas minyak cair terbesar di kawasan timur Pulau Jawa, mengintegrasikan alur distribusi dari kapal kargo samudra menuju jaringan depo pengisian tabung darat.
“Dengan beroperasinya Terminal Tuban, rantai pasok LPG kini jauh lebih tangguh. Kapal gas raksasa kelas VLGC dapat langsung membongkar muatan tanpa perlu alih-muat di laut, memangkas biaya sewa kapal dan waktu tunggu logistik,” tegas Direktur Utama Pertamina di Tuban.
Dua Tangki Refrigerasi Suhu Rendah dan Dermaga Khusus
Kompleks terminal dilengkapi tangki kriogenik yang mempertahankan suhu gas propana pada minus 42 derajat Celcius dan butana pada minus 0,5 derajat Celcius, menjaga densitas volume muatan tetap optimal sebelum dipanaskan kembali ke fase gas pipa distribusi.
Dermaga laut dalam yang menjulur satu kilometer ke arah laut Jawa memiliki kedalaman minus 15 meter LWS, memungkinkan proses bongkar muat 40.000 ton gas diselesaikan dalam waktu kurang dari 36 jam dengan sistem proteksi kebocoran gas otomatis.
Keandalan pasokan energi memasak adalah kebutuhan dasar rakyat yang wajib dijaga stabilitas ketersediaannya setiap waktu.
Terminal ini terhubung langsung dengan jalur pipa bawah tanah bertekanan tinggi menuju sentra industri Jawa Timur dan terminal pengisian truk tangki untuk mendistribusikan kebutuhan LPG subsidi maupun komersial.
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menulis tanggapan atau opini terverifikasi mengenai berita ini.