Pelabuhan Internasional Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat, resmi memperluas jangkauan layanannya dengan mengoperasikan Terminal Peti Kemas Otomatis tahap lanjutan. Langkah modernisasi dermaga laut dalam ini mempertegas posisi Patimban sebagai gerbang utama logistik maritim modern di pesisir utara Pulau Jawa.
Terminal baru ini diperkuat oleh 8 unit derek dermaga bertenaga listrik murni (electric Ship-to-Shore/e-STS Cranes) berukuran super post-panamax yang mampu menjangkau tumpukan kontainer hingga 22 baris di atas geladak kapal kargo raksasa berkapasitas di atas 14.000 TEUs.
“Integrasi perangkat bongkar muat elektrik dengan sistem navigasi truk pintar tanpa kabel (autonomous guided vehicles) berhasil memangkas dwelling time pelabuhan menjadi 1,8 hari, setara dengan standar pelabuhan terkemuka di Asia Timur,” jelas Direktur Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan.
Konektivitas Jalan Tol dan Efisiensi Koridor Manufaktur
Pengoperasian terminal peti kemas ini bersinergi langsung dengan tersambungnya Jalan Tol Akses Patimban ke ruas Tol Trans Jawa. Truk logistik pengangkut komponen industri dan kendaraan utuh (Completely Built Up/CBU) dari kawasan industri Cikarang dan Karawang kini dapat mencapai dermaga dalam waktu kurang dari 90 menit tanpa terjebak kemacetan jalur pantura.
Selain kecepatan arus barang, transisi derek berbasis baterai dan listrik terbarukan menekan emisi karbon pelabuhan hingga 65 persen dibandingkan pengoperasian derek bertenaga diesel konvensional, mendukung komitmen Green Port Indonesia di pentas maritim internasional.
Efisiensi rantai pasok maritim adalah urat nadi daya saing komoditas manufaktur ekspor Indonesia di pasar global.
Kementerian Perhubungan menargetkan kapasitas throughput peti kemas Patimban melonjak melampaui 3,75 juta TEUs per tahun seiring rampungnya seluruh klaster pembangunan dermaga tahap akhir.
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menulis tanggapan atau opini terverifikasi mengenai berita ini.