PASAR LIVE
IHSG 6.147,86 ▼ -1,51%
USD/IDR Rp 16.350 ▲ +0,10%
EUR/IDR Rp 17.820 ▲ +0,08%
EMAS (XAU) $4.178,30 ▼ -3,31%
BRENT OIL $98,86 ▲ +1,46%
BI-RATE 6,00% ▬ Tetap
S&P 500 7.701,86 ▼ -0,54%
NIKKEI 225 65.877,62 ▼ -0,73%
BATU BARA $136,50 ▲ +0,80%
BITCOIN $83.450 ▼ -1,87%
IHSG 6.147,86 ▼ -1,51%
USD/IDR Rp 16.350 ▲ +0,10%
EUR/IDR Rp 17.820 ▲ +0,08%
EMAS (XAU) $4.178,30 ▼ -3,31%
BRENT OIL $98,86 ▲ +1,46%
BI-RATE 6,00% ▬ Tetap
S&P 500 7.701,86 ▼ -0,54%
NIKKEI 225 65.877,62 ▼ -0,73%
BATU BARA $136,50 ▲ +0,80%
BITCOIN $83.450 ▼ -1,87%

Modernisasi Jaringan Irigasi Multiyears Pacu Panen Padi Tiga Kali Setahun di Kawasan Lumbung Pangan

Kementerian PUPR dan Kementan mempercepat revitalisasi saluran irigasi primer dan sekunder di Sulawesi Selatan dan Jawa guna mengamankan target swasembada beras nasional.

Pemerintah terus mempercepat realisasi program pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur irigasi skala besar melalui skema proyek tahun jamak (multiyears project / MYP) di sejumlah sentra produksi beras nasional. Langkah terpadu antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Pertanian ini membuahkan hasil nyata dengan melonjaknya produktivitas gabah kering panen di kawasan lumbung pangan utama, salah satunya di Sulawesi Selatan dan Jawa Barat.

Modernisasi jaringan irigasi mencakup perbaikan bendung penangkap air, pelapisan dinding saluran primer dan sekunder dengan beton pracetak kedap air, serta pemasangan pintu air telemetri otomatis berbasis sensor debit air. Sistem cerdas ini berhasil memangkas tingkat kehilangan air akibat rembesan dan penguapan hingga 35 persen dibandingkan saluran tanah konvensional.

“Ketersediaan air yang terjamin sepanjang musim kemarau memungkinkan kelompok tani meningkatkan Indeks Pertanaman dari dua kali tanam setahun (IP 200) menjadi tiga kali panen padi setahun (IP 300). Ini adalah lompatan besar bagi kesejahteraan petani dan cadangan beras nasional,” ujar pejabat Balai Besar Wilayah Sungai dalam peninjauan jaringan irigasi di Sidrap.

Integrasi Alsintan dan Penguatan Cadangan Beras Pemerintah

Peningkatan frekuensi tanam diimbangi dengan penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern seperti mesin tanam bibit padi otomatis (rice transplanter) dan mesin pemanen terpadu (combine harvester). Mekanisasi ini memangkas durasi persiapan lahan dan panen dari sebelumnya empat minggu menjadi hanya tiga hari, sehingga siklus tanam berikutnya dapat langsung dimulai tanpa jeda panjang.

Perum Bulog juga memastikan penyerapan gabah hasil panen petani dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yang menguntungkan. Kepastian serapan pasar ini memberikan rasa aman bagi komunitas petani pedesaan untuk terus berproduksi secara maksimal tanpa khawatir harga anjlok saat panen raya.

Infrastruktur irigasi yang andal adalah benteng pertahanan paling kokoh dalam mengamankan kedaulatan pangan bangsa dari ancaman krisis iklim global.

Program rehabilitasi irigasi multiyears ini ditargetkan menjangkau lebih dari 2,5 juta hektare lahan sawah irigasi teknis di seluruh Indonesia hingga akhir 2027, mengukuhkan fondasi swasembada beras berkelanjutan di masa depan.

Topik:
#Pertanian#Ketahanan Pangan#Irigasi#Swasembada Beras#Kementerian PUPR#Ekonomi Pedesaan
Transparansi Editorial WARTA

Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.

Komentar Pembaca

0

Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.

Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda

Diskusi Pembaca Terverifikasi