PASAR LIVE
IHSG 6.147,86 ▼ -1,51%
USD/IDR Rp 16.350 ▲ +0,10%
EUR/IDR Rp 17.820 ▲ +0,08%
EMAS (XAU) $4.178,30 ▼ -3,31%
BRENT OIL $98,86 ▲ +1,46%
BI-RATE 6,00% ▬ Tetap
S&P 500 7.701,86 ▼ -0,54%
NIKKEI 225 65.877,62 ▼ -0,73%
BATU BARA $136,50 ▲ +0,80%
BITCOIN $83.450 ▼ -1,87%
IHSG 6.147,86 ▼ -1,51%
USD/IDR Rp 16.350 ▲ +0,10%
EUR/IDR Rp 17.820 ▲ +0,08%
EMAS (XAU) $4.178,30 ▼ -3,31%
BRENT OIL $98,86 ▲ +1,46%
BI-RATE 6,00% ▬ Tetap
S&P 500 7.701,86 ▼ -0,54%
NIKKEI 225 65.877,62 ▼ -0,73%
BATU BARA $136,50 ▲ +0,80%
BITCOIN $83.450 ▼ -1,87%

KTT Perdagangan Asia-Pasifik Sepakati Standardisasi Koridor Hijau dan Rantai Pasok Pangan Terpadu

Sebanyak 16 negara anggota berkomitmen memangkas tarif logistik barang ramah lingkungan dan harmonisasi sertifikasi karbon guna menjaga kelancaran distribusi komoditas utama.

Pertemuan tingkat menteri perdagangan dan transportasi negara-negara kawasan Asia-Pasifik resmi mengesahkan Deklarasi Koridor Logistik Hijau Terpadu dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdagangan Berkelanjutan 2026 yang berlangsung di Singapura.

Kesepakatan multilateral ini melibatkan 16 negara kepulauan dan pesisir, termasuk Indonesia, Malaysia, Jepang, Australia, dan Korea Selatan. Inti perjanjian menitikberatkan pada percepatan transisi bahan bakar kapal niaga ramah lingkungan serta harmonisasi sertifikasi digital jejak karbon bagi barang ekspor-impor.

“Koridor hijau bukan hanya tentang pengurangan emisi gas buang kapal, melainkan upaya memastikan kepastian pasokan pangan dan mineral esensial tidak terputus di tengah guncangan geopolitik dan krisis iklim,” tegas Menteri Perdagangan RI dalam pernyataan bersama usai penandatanganan pakta.

Jalur Cepat Kepabeanan Digital dan Perlindungan Pangan

Salah satu pilar konkret dari deklarasi ini adalah implementasi Green Customs Lane berbasis pertukaran data manifest elektronis seketika. Barang komoditas pangan pokok dan produk hortikultura yang diangkut oleh armada kapal beremisi rendah akan memperoleh prioritas bongkar muat di pelabuhan tujuan tanpa birokrasi manual yang panjang.

Inisiatif ini krusial untuk menekan tingkat kerusakan bahan makanan (food loss) selama pengiriman antarpulau dan samudra, sekaligus menekan biaya logistik regional hingga 12 persen dalam tiga tahun ke depan.

Kolaborasi rantai pasok maritim yang tangguh dan berkelanjutan menjadi jangkar perdamaian serta kemakmuran bersama di kawasan Asia-Pasifik.

Delegasi Indonesia berhasil memasukkan klausul bantuan teknis pembiayaan hijau bagi modernisasi kapal nelayan tradisional dan armada angkut perintis domestik, memastikan agar negara berkembang tidak terbebani oleh standardisasi sepihak pasar global.

Topik:
#Perdagangan Internasional#Asia-Pasifik#Rantai Pasok#Koridor Hijau#Ekspor Impor#Geopolitik Maritim
Transparansi Editorial WARTA

Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.

Komentar Pembaca

0

Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.

Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda

Diskusi Pembaca Terverifikasi