Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) secara resmi meresmikan pengoperasian fasilitas Stasiun Pengendali Bumi (Satellite Teleport and Tracking Gateway Station) Satelit SATRIA-2 yang berlokasi di Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Stasiun bumi seluas lima hektare ini menjadi pusat kendali komando telemetri, pelacakan orbit, dan stasiun gerbang (gateway) transmisi data utama bagi satelit multifungsi generasi kedua Indonesia yang beroperasi di slot orbit 146 derajat Bujur Timur.
“Infrastruktur stasiun bumi Pebayuran adalah tulang punggung operasional SATRIA-2. Dari fasilitas kendali inilah aliran kapasitas internet satelit berkecepatan tinggi 300 Gbps disalurkan secara simultan menuju puluhan ribu titik layanan publik terisolir,” jelas Menteri Komdigi dalam peresmian.
Antena Parabola Ka-Band dan Ketahanan Serat Optik Redundan
Kompleks stasiun bumi dilengkapi tiga unit antena parabola raksasa berdiameter 13 meter dengan sistem penjejakan otomatis (auto-tracking), memungkinkan kestabilan komunikasi sinyal radio bahkan saat terjadi cuaca ekstrem atau redaman hujan lebat (rain fade).
Guna menjamin ketersediaan transmisi tanpa jeda (zero-downtime), fasilitas ini terhubung langsung dengan cincin jaringan serat optik Palapa Ring melalui rute redundan multi-operator serta disokong sistem catu daya baterai modular dan generator cadangan.
Kemandirian telekomunikasi antariksa adalah kunci mutlak memastikan tidak ada satu pun anak bangsa di pelosok yang tertinggal dalam revolusi digital.
Satelit SATRIA-2 bersama stasiun bumi Pebayuran ditargetkan melayani sambungan internet gratis bagi 45.000 puskesmas pembantu, sekolah pedalaman, pos perbatasan TNI, dan pusat layanan administrasi kependudukan desa.
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menulis tanggapan atau opini terverifikasi mengenai berita ini.