Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meresmikan jaringan 50 unit Menara Pengawas Api Cerdas (Smart Early Detection Tower) yang tersebar di sabuk gambut rawan Sumatra Selatan.
Menara baja berdesain kokoh setinggi 42 meter yang menjulang di atas kanopi hutan tropis ini mengintegrasikan kecerdasan buatan visual dan sensor cuaca mikro untuk memonitor kawasan konservasi dari ancaman kebakaran secara swakelola selama 24 jam nonstop.
“Kunci keberhasilan mengatasi Karhutla adalah kecepatan deteksi dini saat api masih berupa puntung kecil. Dengan menara pintar ini, kita tidak perlu lagi menunggu laporan satelit yang memiliki jeda orbit beberapa jam,” terang Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan KLHK.
Kamera Termal Radiometrik dan Peluncuran Drone Otomatis
Pada puncak menara, terpasang kamera termal dual-spektrum 360 derajat yang mampu memindai anomali radiasi panas hingga jarak pandang radius 15 kilometer. Algoritma komputer vision yang telah dilatih membedakan pantulan sinar matahari dengan nyala api membara secara akurat tanpa alarm palsu.
Begitu potensi api terkonfirmasi, sistem komputasi menara langsung membuka kotak pendaratan otomatis (drone dock) di dek atas dan meluncurkan drone sayap putar otonom menuju titik koordinat GPS sasaran untuk merekam video resolusi tinggi serta menaburkan serbuk pemadam ramah lingkungan.
Teknologi sensor cerdas mengubah paradigma penanganan bencana dari pemadaman reaktif menjadi pencegahan preventif presisi tinggi.
Informasi telemetri dan koordinat spasial langsung diteruskan secara otomatis ke aplikasi ponsel tim brigade Manggala Agni dan pos komando TNI-Polri terdekat guna pengerahan regu penindakan cepat di darat.
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menulis tanggapan atau opini terverifikasi mengenai berita ini.