PASAR LIVE
IHSG 6.147,86 ▼ -1,51%
USD/IDR Rp 16.350 ▲ +0,10%
EUR/IDR Rp 17.820 ▲ +0,08%
EMAS (XAU) $4.178,30 ▼ -3,31%
BRENT OIL $98,86 ▲ +1,46%
BI-RATE 6,00% ▬ Tetap
S&P 500 7.701,86 ▼ -0,54%
NIKKEI 225 65.877,62 ▼ -0,73%
BATU BARA $136,50 ▲ +0,80%
BITCOIN $83.450 ▼ -1,87%
IHSG 6.147,86 ▼ -1,51%
USD/IDR Rp 16.350 ▲ +0,10%
EUR/IDR Rp 17.820 ▲ +0,08%
EMAS (XAU) $4.178,30 ▼ -3,31%
BRENT OIL $98,86 ▲ +1,46%
BI-RATE 6,00% ▬ Tetap
S&P 500 7.701,86 ▼ -0,54%
NIKKEI 225 65.877,62 ▼ -0,73%
BATU BARA $136,50 ▲ +0,80%
BITCOIN $83.450 ▼ -1,87%

KLHK Pasang 50 Menara Pantau Api Cerdas Sensor Termal AI dan Pangkalan Drone Otomatis di Sumsel

Kombinasi kamera radiometrik 360 derajat dan drone otonom patroli mendeteksi anomali suhu api dini dalam radius 15 kilometer sebelum api meluas.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meresmikan jaringan 50 unit Menara Pengawas Api Cerdas (Smart Early Detection Tower) yang tersebar di sabuk gambut rawan Sumatra Selatan.

Menara baja berdesain kokoh setinggi 42 meter yang menjulang di atas kanopi hutan tropis ini mengintegrasikan kecerdasan buatan visual dan sensor cuaca mikro untuk memonitor kawasan konservasi dari ancaman kebakaran secara swakelola selama 24 jam nonstop.

“Kunci keberhasilan mengatasi Karhutla adalah kecepatan deteksi dini saat api masih berupa puntung kecil. Dengan menara pintar ini, kita tidak perlu lagi menunggu laporan satelit yang memiliki jeda orbit beberapa jam,” terang Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan KLHK.

Kamera Termal Radiometrik dan Peluncuran Drone Otomatis

Pada puncak menara, terpasang kamera termal dual-spektrum 360 derajat yang mampu memindai anomali radiasi panas hingga jarak pandang radius 15 kilometer. Algoritma komputer vision yang telah dilatih membedakan pantulan sinar matahari dengan nyala api membara secara akurat tanpa alarm palsu.

Begitu potensi api terkonfirmasi, sistem komputasi menara langsung membuka kotak pendaratan otomatis (drone dock) di dek atas dan meluncurkan drone sayap putar otonom menuju titik koordinat GPS sasaran untuk merekam video resolusi tinggi serta menaburkan serbuk pemadam ramah lingkungan.

Teknologi sensor cerdas mengubah paradigma penanganan bencana dari pemadaman reaktif menjadi pencegahan preventif presisi tinggi.

Informasi telemetri dan koordinat spasial langsung diteruskan secara otomatis ke aplikasi ponsel tim brigade Manggala Agni dan pos komando TNI-Polri terdekat guna pengerahan regu penindakan cepat di darat.

Topik:
#KLHK#Sensor AI#Menara Pantau#Drone Otonom#Karhutla#Teknologi Cerdas
Transparansi Editorial WARTA

Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.

Komentar Pembaca

0

Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.

Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda

Diskusi Pembaca Terverifikasi