Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Pusat Riset Ekologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan capaian gemilang pemulihan vegetasi (revegetasi) alami seluas 5.000 hektare di areal bekas kebakaran hebat hutan rawa gambut Pulau Padang, Kepulauan Meranti, Riau.
Lanskap yang lima tahun silam hangus dilalap api kini telah menampakkan lapisan hijau kanopi baru berkat kombinasi intervensi bibit pohon endemik lokal dan proteksi hidrologis ketat yang mencegah pengeringan tanah.
“Pemulihan lahan gambut tidak bisa disamakan dengan hutan daratan biasa. Di Pulau Padang, kami membuktikan bahwa dengan menjaga air tetap tergenang dan membiarkan suksesi alami bibit lokal bekerja, tanah arang hitam mampu kembali subur,” tutur Kepala Pusat Riset Konservasi Tumbuhan BRIN.
Daya Lenting Spesies Endemik Belangeran dan Jelutung Rawa
Evaluasi berkala mencatat tingkat kelangsungan hidup (survival rate) pohon balangeran (Shorea balangeran) dan jelutung rawa (Dyera polyphylla) mencapai 88,4 persen. Tanaman asli gambut ini memiliki adaptasi akar napas yang kuat menembus lapisan tanah gambut miskin hara dan tergenang asam.
Di bawah naungan tegakan muda tersebut, lapisan lumut sphagnum dan pakis rawa berkembang biak pesat, menciptakan karpet biologis spons basah yang melindungi lapisan karbon bawah tanah dari dekomposisi mikroba dan penguapan terik matahari.
Kelahiran kembali hutan gambut adalah simbol ketangguhan alam dan komitmen tak kenal lelah para penjaga rimba nusantara.
Pulihnya tutupan hutan juga mendorong kembalinya fauna dilindungi, termasuk terdeteksinya jejak tapir asia, kucing tandang, serta kawanan rangkong badak yang memanfaatkan tegakan muda sebagai koridor jelajah mencari makan.
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menulis tanggapan atau opini terverifikasi mengenai berita ini.