PASAR LIVE
IHSG 6.147,86 ▼ -1,51%
USD/IDR Rp 16.350 ▲ +0,10%
EUR/IDR Rp 17.820 ▲ +0,08%
EMAS (XAU) $4.178,30 ▼ -3,31%
BRENT OIL $98,86 ▲ +1,46%
BI-RATE 6,00% ▬ Tetap
S&P 500 7.701,86 ▼ -0,54%
NIKKEI 225 65.877,62 ▼ -0,73%
BATU BARA $136,50 ▲ +0,80%
BITCOIN $83.450 ▼ -1,87%
IHSG 6.147,86 ▼ -1,51%
USD/IDR Rp 16.350 ▲ +0,10%
EUR/IDR Rp 17.820 ▲ +0,08%
EMAS (XAU) $4.178,30 ▼ -3,31%
BRENT OIL $98,86 ▲ +1,46%
BI-RATE 6,00% ▬ Tetap
S&P 500 7.701,86 ▼ -0,54%
NIKKEI 225 65.877,62 ▼ -0,73%
BATU BARA $136,50 ▲ +0,80%
BITCOIN $83.450 ▼ -1,87%

KKP Pasang 50 Pelampung Pintar Telemetri Satelit Pantau Kesehatan Terumbu Karang Raja Ampat

Sensor laut dalam mendeteksi anomali suhu gelombang panas laut, salinitas, dan pengasaman perairan secara waktu nyata guna mencegah pemutihan terumbu karang.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi merampungkan penempatan 50 unit pelampung pintar pemantau oseanografi (Smart Ocean Buoy) di kawasan konservasi perairan Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat Daya, dan Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur.

Jaringan instrumen terapung bertenaga surya ini dirancang khusus untuk memonitor parameter bio-fisikokimia perairan laut tropis secara *real-time* guna melindungi ekosistem Segitiga Terumbu Karang dunia dari ancaman perubahan iklim ekstrem.

“Pelampung pintar ini mengirimkan telemetri langsung ke satelit komunikasi setiap 15 menit. Ketika anomali kenaikan suhu perairan laut dalam terdeteksi melebihi ambang toleransi karang, algoritma otomatis memicu status waspada gelombang panas maritim,” papar Direktur Konservasi Ekosistem Laut KKP.

Sensor Kedalaman Berlapis dan Data Terbuka

Setiap unit pelampung dilengkapi kabel sensor beruntai multi-saluran yang menjulur hingga kedalaman 60 meter di bawah permukaan laut. Rangkaian sensor ini merekam fluktuasi suhu air, konsentrasi klorofil-a, salinitas, keasaman (pH), serta kecepatan arus turbulen.

Informasi yang terkumpul ditransmisikan ke portal pemantauan oseanografi terbuka yang dapat diakses oleh peneliti kelautan, pengelola kawasan lindung, hingga pemangku adat pesisir yang menerapkan kearifan lokal sistem *sasi* perlindungan habitat ikan.

Menjaga keanekaragaman hayati bawah laut Indonesia adalah investasi peradaban maritim untuk ketahanan pangan bumi masa kini dan masa datang.

Hasil pemantauan dini ini memungkinkan pengelola taman nasional mengambil langkah darurat, seperti penutupan sementara zona penyelaman wisata tertentu guna memberi waktu ekosistem karang memulihkan diri dari stres termal.

Topik:
#KKP#Raja Ampat#Terumbu Karang#Oseanografi#Teknologi Satelit#Konservasi Laut
Transparansi Editorial WARTA

Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.

Komentar Pembaca

0

Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.

Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda

Diskusi Pembaca Terverifikasi