Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meresmikan sentra logistik pendingin terpadu (Integrated Cold Storage) ramah lingkungan berkapasitas 5.000 ton di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Untia, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Fasilitas rantai dingin modern ini dihadirkan untuk menjawab persoalan klasik penurunan mutu tangkapan nelayan akibat minimnya fasilitas pembekuan cepat di gerbang maritim Indonesia Timur, sekaligus menstabilkan harga ikan saat musim panen raya laut.
“PPS Untia Makassar adalah pintu gerbang distribusi komoditas perikanan dari Selat Makassar, Teluk Bone, dan Laut Flores. Dengan gudang pendingin 5.000 ton ini, nelayan tidak lagi terpaksa menjual tangkapan dengan harga murah kepada tengkulak karena ikan dapat dibekukan secara higienis,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan.
Pemanfaatan PLTS Atap 1,2 Megawatt dan Pembekuan Kilat Air Blast Freezer
Keunggulan utama sentra logistik Untia terletak pada penerapan energi bersih terbarukan. Seluruh atap gudang pendingin dipasangi sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 1,2 MWp yang dipadukan dengan kompresor refrigerasi berteknologi inverter ramah lingkungan.
Langkah dekarbonisasi ini mampu memangkas beban biaya operasional listrik hingga 40 persen, menjadikan tarif sewa pembekuan bagi koperasi nelayan tradisional jauh lebih terjangkau. Selain itu, ruang Air Blast Freezer bersuhu minus 40 derajat Celcius mampu membekukan 50 ton tuna sirip kuning segar per siklus 8 jam.
Ekonomi biru berkelanjutan harus mampu memberikan perlindungan ekonomi nyata bagi nelayan sekaligus menjaga kesegaran gizi pangan laut bangsa.
KKP memastikan pelabuhan ini terhubung langsung dengan kapal kargo pengangkut peti kemas berpendingin menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Bitung untuk memenuhi permintaan ekspor ke Jepang, Uni Eropa, dan Amerika Serikat.
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menulis tanggapan atau opini terverifikasi mengenai berita ini.