Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama konsorsium energi maritim nasional resmi mengoperasikan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) terapung lepas pantai (floating offshore wind farm) percontohan perdana di perairan Sulawesi Utara. Inisiatif bersejarah ini membuka cakrawala baru pemanfaatan potensi energi angin samudra Indonesia yang diperkirakan melampaui 90 gigawatt.
Fasilitas berkapasitas terpasang 30 megawatt (MW) ini terdiri atas lima unit turbin angin laut raksasa berdiameter sudu 140 meter yang bertengger di atas platform apung berbentuk semi-submersible. Turbin ditambatkan menggunakan sistem tali jangkar elastis berkekuatan tinggi di kedalaman 85 meter tanpa mengganggu ekosistem karang dasar laut.
“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, masa depan transisi energi kita berada di lautan. PLTB lepas pantai terapung ini adalah jawaban konkret atas keterbatasan lahan darat dan menghadirkan listrik hijau stabil bagi masyarakat kepulauan,” papar Menteri ESDM saat meninjau ruang kendali pembangkit di atas kapal pendukung armada maritim.
Efisiensi Angin Laut dan Interkoneksi Kabel Dasar Laut
Dibandingkan turbin angin darat, turbin terapung lepas pantai menikmati kecepatan angin yang jauh lebih konsisten dan berkecepatan tinggi sepanjang tahun, berkisar antara 7,5 hingga 10 meter per detik. Hal ini menghasilkan faktor kapasitas (capacity factor) pembangkit mencapai 48 persen, jauh melampaui rata-rata pembangkit energi surya.
Daya listrik yang dibangkitkan disalurkan melalui kabel laut transmisi berinsulasi dinamis tegangan menengah 33 kV menuju gardu induk di daratan, mengamankan pasokan listrik bagi kawasan industri perikanan terpadu dan ribuan rumah tangga di pesisir utara Sulawesi.
Inovasi teknologi maritim dan kemandirian energi bersih adalah dua sisi mata uang yang membawa bangsa ini menuju target Net Zero Emission 2060.
Kementerian ESDM merencanakan studi kelayakan lanjutan untuk mereplikasi teknologi PLTB terapung ini ke perairan Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan kawasan barat Sumatera dalam peta jalan ketahanan energi jangka panjang.
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menulis tanggapan atau opini terverifikasi mengenai berita ini.