Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi mengumumkan bahwa fasilitas peleburan dan pemurnian (smelter) tembaga terpadu di Manyar, Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur, telah mencapai utilisasi produksi 100 persen kapasitas rancang.
Kompleks industri hilirisasi raksasa dengan nilai investasi melampaui Rp58 triliun ini memproses 1,7 juta metrik ton konsentrat tembaga per tahun yang didatangkan langsung dari tambang Grasberg di Mimika, Papua Tengah.
“Operasional penuh smelter Manyar ini adalah bukti konkret bahwa agenda hilirisasi mineral nasional tidak dapat ditawar lagi. Indonesia kini tidak lagi mengekspor konsentrat mentah, melainkan produk katoda bernilai tambah tinggi berstandar bursa logam London,” tegas Menteri ESDM dalam tinjauan teknis di Gresik.
Pabrik Pemurnian Logam Mulia dan Produk Turunan
Selain memproduksi 600.000 ton katoda tembaga dengan kemurnian 99,99 persen (Grade A LME), unit *Precious Metal Refinery* (PMR) di dalam kompleks smelter juga mampu memurnikan lumpur anoda menjadi 50 ton emas batangan dan 200 ton perak murni setiap tahunnya.
Produk sampingan berupa asam sulfat berkapasitas 1,5 juta ton per tahun diserap langsung oleh pabrik pupuk BUMN di kawasan sekitar untuk mendukung ketersediaan pupuk pertanian nasional, sedangkan terak tembaga diolah kembali menjadi bahan baku semen ramah lingkungan.
Hilirisasi mineral tembaga menjamin kedaulatan industri dalam negeri menghadapi revolusi kendaraan listrik dan elektrifikasi energi bersih dunia.
Pemerintah mendorong produsen kabel daya tinggi, transformator listrik, dan motor penggerak listrik untuk segera mendirikan fasilitas manufaktur di sekitar kawasan guna menciptakan klaster industri terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menulis tanggapan atau opini terverifikasi mengenai berita ini.