PASAR LIVE
IHSG 6.147,86 ▼ -1,51%
USD/IDR Rp 16.350 ▲ +0,10%
EUR/IDR Rp 17.820 ▲ +0,08%
EMAS (XAU) $4.178,30 ▼ -3,31%
BRENT OIL $98,86 ▲ +1,46%
BI-RATE 6,00% ▬ Tetap
S&P 500 7.701,86 ▼ -0,54%
NIKKEI 225 65.877,62 ▼ -0,73%
BATU BARA $136,50 ▲ +0,80%
BITCOIN $83.450 ▼ -1,87%
IHSG 6.147,86 ▼ -1,51%
USD/IDR Rp 16.350 ▲ +0,10%
EUR/IDR Rp 17.820 ▲ +0,08%
EMAS (XAU) $4.178,30 ▼ -3,31%
BRENT OIL $98,86 ▲ +1,46%
BI-RATE 6,00% ▬ Tetap
S&P 500 7.701,86 ▼ -0,54%
NIKKEI 225 65.877,62 ▼ -0,73%
BATU BARA $136,50 ▲ +0,80%
BITCOIN $83.450 ▼ -1,87%

Kementerian BUMN dan Danantara Rampungkan Konsolidasi Aset Energi Terbarukan Senilai Rp180 Triliun

Pembentukan subholding terpadu panas bumi dan surya ditargetkan mempercepat dekarbonisasi industri serta memperluas kapasitas pinjaman hijau di bursa modal global.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) secara resmi menuntaskan integrasi tahap akhir konsolidasi aset energi baru dan terbarukan (EBT) lintas perusahaan pelat merah dengan total valuasi menembus Rp180 triliun.

Langkah korporasi berskala raksasa ini menyatukan portofolio pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP), hidro, dan surya berskala utilitas yang sebelumnya tersebar di anak usaha PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero), termasuk PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE).

“Konsolidasi ini bukan sekadar perombakan bagan organisasi, melainkan penciptaan skala ekonomi yang solid agar Indonesia memiliki daya tawar tinggi dalam memobilisasi pendanaan hijau global berbiaya murah,” ujar pejabat senior Danantara dalam konferensi pers di Jakarta.

Kapasitas Terpasang Capai 4,8 Gigawatt

Dengan integrasi ini, entitas gabungan kini mengelola kapasitas pembangkit bersih terpasang sebesar 4,8 gigawatt (GW), menjadikannya salah satu operator energi ramah lingkungan terbesar di Asia Pasifik. Kapasitas ini ditargetkan meningkat dua kali lipat menjadi 10 GW pada tahun 2030 mendatang.

Kekuatan neraca keuangan hasil konsolidasi juga membuka ruang gerak untuk menerbitkan instrumen green bond berperingkat investasi internasional di bursa London dan Singapura. Dana yang terhimpun akan dialokasikan langsung bagi pembangunan interkoneksi kelistrikan (supergrid) bawah laut untuk menghubungkan lumbung energi geotermal di Sumatera dengan pusat beban industri di Jawa.

Penyatuan neraca dan operasional aset energi terbarukan di bawah Danantara memangkas fragmentasi investasi sekaligus mempercepat eksekusi target bauran energi nasional.

Para analis pasar modal menyambut baik konsolidasi tersebut, seraya mengingatkan pentingnya tata kelola korporasi yang transparan dan penetapan tarif daya (feed-in tariff) yang adil agar keekonomian proyek pembangkit swasta (IPP) tidak terdistorsi.

Topik:
#BUMN#Danantara#Energi Terbarukan#Geotermal#Transisi Energi#Investasi Hijau
Transparansi Editorial WARTA

Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.

Komentar Pembaca

0

Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.

Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda

Diskusi Pembaca Terverifikasi

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan atau opini mengenai berita ini.