Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional resmi mengaktifkan Sistem Pemantauan Kesehatan Struktur (Structural Health Monitoring System/SHMS) terintegrasi kecerdasan buatan pada Terowongan Kembar (Twin Tunnels) Jalan Tol Cisumdawu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Langkah preventif modern ini diambil guna memantau secara presisi dan waktu nyata (real-time) integritas lapisan dinding beton terowongan sepanjang 472 meter yang membelah formasi geologi perbukitan vulkanik aktif di kawasan tersebut.
“Infrastruktur bawah tanah memerlukan pengawasan geoteknik berkelanjutan. Dengan algoritma AI terintegrasi sensor telemetri, pergeseran mikro skala milimeter pada dinding lengkung terowongan dapat langsung diidentifikasi sebelum berkembang menjadi risiko teknis,” terang Direktur Jenderal Bina Marga.
Jaringan 180 Sensor Geoteknik dan Kamera Pemindai Termal
Sistem ini mengandalkan 180 instrumen cerdas yang tertanam di sepanjang mahkota dan kaki terowongan, mencakup fiber optic strain gauge, sensor tekanan air pori (piezometer), serta akselerometer getaran seismik.
Data getaran yang ditimbulkan oleh arus ribuan kendaraan tonase tinggi diolah secara otomatis oleh komputer pengendali di kantor operasional gerbang tol Sumedang. Jika terdeteksi anomali tekanan lereng tanah atau rembesan air tanah berlebih, sistem langsung memberikan peringatan dini (early warning system).
Keandalan infrastruktur jalan bebas hambatan menuntut konvergensi antara kekokohan konstruksi sipil dan kecanggihan teknologi komputasi presisi.
Penerapan SHMS cerdas ini menjadi standar baru pemeliharaan terowongan jalan raya di Indonesia, memastikan kelancaran arus logistik dan mobilitas penumpang dari Bandung menuju Bandara Internasional Kertajati dan Pelabuhan Patimban berjalan aman tanpa hambatan.
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menulis tanggapan atau opini terverifikasi mengenai berita ini.