Kementerian Keuangan bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas berhasil menuntaskan proses sinkronisasi indikator makroekonomi dan kerangka fiskal jangka menengah (KFJM) untuk periode 2025–2029. Sinkronisasi ini menjadi landasan arsitektur alokasi anggaran pembangunan nasional dalam lima tahun ke depan.
Dalam kesepakatan akhir tersebut, pemerintah memproyeksikan laju pertumbuhan ekonomi nasional secara konservatif pada rentang 5,3 hingga 5,8 persen secara tahunan. Tingkat inflasi dijaga ketat pada sasaran 2,5 plus minus satu persen, didukung stabilitas pasokan komoditas pangan pokok dan efisiensi rantai distribusi antarpulau.
“Desain fiskal jangka menengah kita harus tetap ekspansif namun terukur. Ruang fiskal dialokasikan secara presisi pada belanja modal produktif yang menghasilkan dampak berganda (multiplier effect) tertinggi bagi penciptaan lapangan kerja,” ungkap pejabat Bappenas usai rapat koordinasi teknis.
Jaga Ketahanan Utang di Bawah Batas Aman
Terkait pengelolaan kewajiban negara, Kemenkeu menegaskan komitmen disiplin fiskal dengan menjaga defisit APBN konsisten berada di bawah level 2,5 persen dari PDB, serta mematok rasio utang pemerintah maksimal pada kisaran 38 persen dari Produk Domestik Bruto.
Untuk menutup celah pembiayaan pada proyek-proyek infrastruktur konektivitas strategis, pemerintah memperluas pemanfaatan skema blended finance dan kemitraan pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Skema ini memprioritaskan penjaminan infrastruktur dibanding penyertaan modal langsung dari kas negara.
Sinkronisasi perencanaan dan penganggaran menghapus ego sektoral, memastikan setiap rupiah belanja negara bermuara pada peningkatan produktivitas riil masyarakat.
Kedua kementerian kini tengah mempersiapkan dokumen lampiran perundang-undangan untuk diserahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) menjelang pembahasan pendahuluan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF).
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan atau opini mengenai berita ini.