Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi sukses merampungkan tahapan uji coba dinamis (*dynamic test*) kereta api cepat Trans-Sulawesi koridor lintas utara yang menghubungkan Gorontalo hingga Kotamobagu.
Pengujian yang melibatkan rangkaian kereta rel listrik modern jenis aerodinamis berhasil melaju mulus pada kecepatan operasi 180 kilometer per jam di atas lintasan rel berlebar standar (standard gauge 1.435 mm), melintasi jembatan beton layang bertiang tinggi di antara perbukitan tropis.
“Seluruh parameter keselamatan persinyalan otomatis berbasis Radio Block Center (RBC) dan kekakuan struktur jembatan bentang panjang dinyatakan memenuhi standar kelaikan operasi perkeretaapian internasional,” ungkap Dirjen Perkeretaapian Kemenhub di sela peninjauan lapangan.
Pangkas Waktu Tempuh dan Efisiensi Logistik Regional
Kehadiran jaringan rel modern ini akan memangkas durasi perjalanan antardaerah di jazirah utara Sulawesi dari yang semula menempuh 8 hingga 10 jam perjalanan mobil menyusuri jalan perbukitan berliku menjadi hanya 2 jam 15 menit perjalanan kereta berpendingin udara.
Selain mengangkut penumpang komuter dan wisatawan, jalur Trans-Sulawesi ini dirancang terhubung langsung dengan terminal kargo peti kemas di Pelabuhan Internasional Bitung, sehingga menurunkan biaya logistik hasil bumi petani seperti jagung, kelapa, dan kakao hingga 35 persen.
Jalur kereta api bukan sekadar baja dan bantalan beton, melainkan urat nadi pemerataan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat nusantara.
Kemenhub menjadwalkan pembukaan rute komersial bertarif terjangkau bagi publik pada awal tahun mendatang menyusul penyelesaian akhir fasilitas stasiun terpadu ramah disabilitas.
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menulis tanggapan atau opini terverifikasi mengenai berita ini.