PASAR LIVE
IHSG 6.147,86 ▼ -1,51%
USD/IDR Rp 16.350 ▲ +0,10%
EUR/IDR Rp 17.820 ▲ +0,08%
EMAS (XAU) $4.178,30 ▼ -3,31%
BRENT OIL $98,86 ▲ +1,46%
BI-RATE 6,00% ▬ Tetap
S&P 500 7.701,86 ▼ -0,54%
NIKKEI 225 65.877,62 ▼ -0,73%
BATU BARA $136,50 ▲ +0,80%
BITCOIN $83.450 ▼ -1,87%
IHSG 6.147,86 ▼ -1,51%
USD/IDR Rp 16.350 ▲ +0,10%
EUR/IDR Rp 17.820 ▲ +0,08%
EMAS (XAU) $4.178,30 ▼ -3,31%
BRENT OIL $98,86 ▲ +1,46%
BI-RATE 6,00% ▬ Tetap
S&P 500 7.701,86 ▼ -0,54%
NIKKEI 225 65.877,62 ▼ -0,73%
BATU BARA $136,50 ▲ +0,80%
BITCOIN $83.450 ▼ -1,87%

Kemenhub Aktifkan Terminal Kargo Kereta Api Otomatis di Dry Port Cikarang Tekan Beban Jalan Tol

Integrasi derek gantry rel elektrik otomatis mempercepat bongkar muat peti kemas manufaktur langsung menuju dermaga Pelabuhan Tanjung Priok dan Patimban.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian resmi mengaktifkan fasilitas emplasemen baru Terminal Kargo Kereta Api Otomatis di kawasan Pelabuhan Darat (Dry Port) Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Pengembangan simpul logistik intermoda berbasis rel ini dirancang untuk menyerap lonjakan volume peti kemas dari lebih dari 4.000 pabrik manufaktur di koridor industri Bekasi, Karawang, dan Purwakarta tanpa membebani kapasitas jalan raya.

“Setiap satu rangkaian kereta api barang berkapasitas 30 gerbong datar mampu menggantikan perjalanan 60 truk kontainer sumbu lebar di jalan tol. Dengan otomatisasi penuh di Cikarang Dry Port, frekuensi perjalanan kereta logistik menuju Pelabuhan Tanjung Priok dan Patimban kini meningkat dua kali lipat,” tegas Menteri Perhubungan.

Derek Gantry Rel Berpandu Laser dan Kepabeanan Satu Pintu

Terminal baru ini mengoperasikan empat unit derek Rail-Mounted Gantry Crane (RMGC) bertenaga listrik penuh yang dikendalikan oleh sistem perangkat lunak Terminal Operating System (TOS) berpandu sensor pemindai optik dan laser presisi tinggi.

Proses pemindahan peti kemas ukuran 40 kaki dari sasis truk kawasan industri ke atas gerbong datar kereta api dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 90 detik. Selain itu, status kawasan pabean terpadu memungkinkan pemeriksaan dokumen ekspor-impor dituntaskan langsung di Cikarang sebelum kereta diberangkatkan ke tepi dermaga kapal samudra.

Efisiensi biaya logistik nasional bergantung pada keberanian kita memindahkan beban angkutan berat dari jalan aspal ke atas jalur baja kereta api.

Peralihan moda angkutan barang ke jalur kereta api ini diproyeksikan menghemat konsumsi bahan bakar solar hingga 28 juta liter per tahun sekaligus menurunkan biaya pemeliharaan perkerasan jalan nasional di koridor Pantura Jawa Barat.

Topik:
#Kemenhub#Cikarang Dry Port#Kereta Api Logistik#Infrastruktur#Tol Jakarta-Cikampek#Ekspor Manufaktur
Transparansi Editorial WARTA

Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.

Komentar Pembaca

0

Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.

Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda

Diskusi Pembaca Terverifikasi