Konsorsium operator telekomunikasi nasional resmi menyelesaikan tahap akhir penyambungan kabel komunikasi bawah laut (Submarine Cable System) Trans-Nusantara Pasifik yang mendarat di stasiun pendaratan kabel (Cable Landing Station) pesisir Balikpapan menuju Pusat Data Nasional Ibu Kota Nusantara (IKN).
Jalur serat optik bawah laut berkecepatan tinggi sepanjang 3.800 kilometer ini membentang dari perairan Selat Makassar melintasi Laut Sulawesi hingga terhubung ke hub kabel gerbang Pasifik di Guam, membuka interkoneksi langsung ke pesisir barat Amerika Utara.
“Penyambungan ini adalah tonggak sejarah kedaulatan data Indonesia. Selama beberapa dekade, hampir seluruh lalu lintas internet internasional kita bertumpu pada koridor perairan barat. Kini koridor timur terbuka dengan rute independen yang jauh lebih andal,” jelas Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi.
Latensi Rendah dan Ketahanan Bencana
Kabel bawah laut generasi anyar ini mengadopsi 16 pasang serat kaca murni dengan teknologi amplifikasi optik terdistribusi, menghasilkan kapasitas agregat hingga 128 Terabit per detik (Tbps) dengan latensi transmisi pulang-pergi (round-trip latency) di bawah 95 milidetik ke simpul pantai barat AS.
Selain transmisi data telekomunikasi komersial dan pemerintahan, kabel Trans-Nusantara ini ditanami simpul sensor hidrofon seismik di sepanjang palung laut dalam. Sensor ini berfungsi sebagai instrumen deteksi dini gempa subduksi laut dan peringatan tsunami *real-time* yang terintegrasi dengan BMKG.
Kemandirian jalur komunikasi data adalah fondasi utama keamanan nasional dan daya saing ekonomi berbasis teknologi masa depan.
Dengan beroperasinya koridor kabel ini, IKN ditargetkan menjadi hub pemrosesan pusat data komputasi awan dan superkomputer AI terkemuka di kawasan khatulistiwa.
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menulis tanggapan atau opini terverifikasi mengenai berita ini.