Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi memulai pengaliran gas komersial perdana (gas-in) melalui pipa transmisi gas bumi ruas Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap 2 yang membentang sepanjang 245 kilometer melintasi jalur pantura Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Proyek strategis nasional yang dibiayai skema APBN murni ini menjadi mata rantai penentu yang menuntaskan integrasi pipa gas dari ladang gas Corridor di Sumatra Selatan, transmisi SSWJ, hingga tersambung utuh ke Jawa Bagian Timur melalui ruas Gresem.
“Tersambungnya Cisem Tahap 2 ini mewujudkan mimpi pipa gas tol trans-Jawa dan Sumatra yang telah direncanakan lebih dari dua dekade. Industri di sepanjang koridor Batang, Kendal, hingga Cirebon kini menikmati kepastian pasokan gas domestik berbiaya kompetitif,” ungkap Menteri ESDM saat memutar katup serah-terima di stasiun metering gas.
Mendorong Akselerasi Hilirisasi Manufaktur
Dengan kapasitas alir pipa mencapai 240 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), pasokan ini secara langsung mengamankan kebutuhan energi bagi industri manufaktur kaca, petrokimia, keramik, dan baterai listrik yang beroperasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Kehadiran energi gas pipa tidak hanya memangkas emisi karbon sektor manufaktur secara signifikan dibanding bahan bakar minyak solar atau batubara, tetapi juga menghemat beban subsidi impor LPG tabung pemerintah hingga triliunan rupiah per tahun melalui pengembangan jaringan gas kota (jargas) rumah tangga.
Konektivitas pipa energi adalah jaminan fundamental agar pabrik-pabrik manufaktur Indonesia mampu bersaing tangguh di gelanggang pasar ekspor internasional.
Pemerintah menargetkan perluasan jaringan distribusi pipa cabang menuju sentra-sentra klaster UMKM di wilayah pantura dapat segera dirampungkan sebelum akhir semester pertama tahun depan.
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menulis tanggapan atau opini terverifikasi mengenai berita ini.