Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Tenaga Nuklir secara resmi mengoperasikan Reaktor Riset Fusi Magnetik Eksperimental tipe Tokamak berukuran kompak di Pusat Riset Teknologi Daur Bahan Bakar Nuklir dan Rekayasa Nuklir, Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie, Serpong, Tangerang Selatan.
Pengoperasian reaktor fusi pertama di Asia Tenggara ini menandai babak baru partisipasi aktif ilmuwan Indonesia dalam perburuan global menuju sumber energi masa depan yang bersih, aman, nir-karbon, dan nir-limbah radioaktif jangka panjang.
“Reaksi fusi adalah proses yang memberi daya pada matahari kita. Fasilitas Tokamak Serpong ini bukan untuk menghasilkan listrik komersial langsung saat ini, melainkan platform riset fundamental kurungan plasma magnetik dan pengujian ketahanan material metalurgi canggih,” jelas Kepala BRIN saat peresmian fasilitas.
Kurungan Medan Magnet Toroidal dan Eksperimen Plasma Panas
Reaktor Tokamak Serpong mengandalkan kumparan elektromagnetik berbentuk donat (torus) yang menghasilkan medan magnet berkekuatan hingga 2,5 Tesla. Medan magnet kuat ini berfungsi memerangkap dan mengisolasi gas plasma isotop hidrogen agar tidak menyentuh dinding vakum reaktor.
Dalam uji coba injeksi pulsa pemanasan gelombang mikro radiofrekuensi, para fisikawan BRIN berhasil membangkitkan dan mempertahankan stabilitas lucutan plasma bersuhu lebih dari 15 juta derajat Celcius selama puluhan detik, terekam secara akurat melalui sensor diagnostik spektroskopi laser canggih.
Penguasaan sains nuklir dan fisika plasma tingkat tinggi adalah investasi intelektual strategis bangsa menuju transisi energi terbersih abad ke-21.
Laboratorium ini kini terbuka bagi program riset pascasarjana perguruan tinggi terkemuka di tanah air serta terhubung dengan jaringan kolaborasi ilmuwan pada proyek konsorsium reaktor fusi termonuklir internasional (ITER).
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menulis tanggapan atau opini terverifikasi mengenai berita ini.