Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama konsorsium universitas riset terkemuka Indonesia secara resmi mulai mengoperasikan kluster komputasi kuantum hibrida pertama di tanah air, menandai lompatan strategis dalam kemampuan riset sains fundamental dan komputasi performa tinggi nasional.
Bertempat di Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno, Cibinong, Jawa Barat, fasilitas ini memadukan prosesor kuantum 64-qubit berkriogenika ultra-rendah dengan superkomputer kluster berbasis akselerator kecerdasan buatan.
“Kemampuan memodelkan interaksi atom dan molekul secara presisi tanpa perlu melakukan ratusan uji coba laboratorium fisik yang mahal akan memangkas waktu penemuan material maju hingga 70 persen,” papar Kepala Pusat Riset Komputasi Kuantum BRIN dalam peresmian fasilitas.
Akselerasi Katalis Baterai dan Hidrogen
Fokus utama penggunaan tahap perdana dialokasikan bagi riset hilirisasi mineral kritis. Para peneliti Indonesia kini dapat mensimulasikan kestabilan termal katoda baterai berbasis nikel dan kobalt pada tingkat kuantum mekanik, mengantisipasi degradasi siklus pengisian daya.
Selain material baterai, kluster ini digunakan oleh tim peneliti oseanografi untuk memodelkan fenomena interaksi arus laut dan dinamika iklim maritim di kawasan perairan Wallacea dengan resolusi mikroklimat yang belum pernah tercapai sebelumnya.
Penguasaan infrastruktur komputasi kuantum mandiri memposisikan Indonesia bukan sekadar sebagai konsumen inovasi global, tetapi produsen paten material maju dunia.
BRIN membuka antrean komputasi riset ini bagi mahasiswa pascasarjana dan akademisi di seluruh Indonesia melalui portal komputasi sains terpadu, guna mempercepat lahirnya publikasi ilmiah bereputasi internasional dari ilmuwan tanah air.
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan atau opini mengenai berita ini.