Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara resmi meresmikan pengoperasian klaster superkomputer berbasis akselerator kecerdasan artifisial (AI High-Performance Computing Cluster) generasi terbaru di Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno, Cibinong, Jawa Barat. Infrastruktur berkecepatan 50 petaflops ini menempatkan Indonesia ke jajaran pusat komputasi riset tercanggih di Asia Tenggara.
Superkomputer yang dinamai Nusantara TeraCluster ini mengintegrasikan ribuan modul pemroses grafis (GPU) mutakhir dengan teknologi interkoneksi berkecepatan 800 Gbps dan sistem pendingin cair tertutup (direct-to-chip liquid cooling) yang menghemat konsumsi energi fasilitas hingga 40 persen dibandingkan pusat data konvensional.
“Kedaulatan sains modern sangat bergantung pada kapasitas daya olah data raksasa. Fasilitas ini tidak sekadar perangkat keras, melainkan laboratorium cerdas tempat periset Indonesia mengurai misteri perubahan iklim, merancang molekul obat baru, dan mengoptimalkan hasil panen secara akurat,” jelas Kepala BRIN saat meninjau ruang operasional server.
Simulasi Dinamika Atmosfer dan Rekayasa Genomik Presisi
Dalam rencana pemanfaatan tahap pertama, kapasitas komputasi dialokasikan sebesar 45 persen untuk mendukung Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam memodelkan dinamika atmosfer mikro hingga radius 1 kilometer persegi. Presisi prediksi ini krusial guna memberikan peringatan dini bencana banjir bandang dan siklon tropis bagi jutaan warga pesisir.
Sisa kapasitas didedikasikan untuk riset biosains terapan, khususnya pemetaan urutan genom tanaman pangan lokal. Melalui simulasi komputasi molekuler berbasis model AI generatif, peneliti dapat memangkas durasi pemuliaan bibit padi tahan salinitas dan kekeringan dari semula sepuluh tahun menjadi hanya 18 bulan.
Teknologi superkomputasi adalah akselerator yang mengubah potensi sains bangsa menjadi solusi nyata perlindungan rakyat dan kemandirian pangan.
BRIN membuka akses komputasi awan berbasis portal riset terpadu bagi dosen, mahasiswa pascasarjana, dan periset dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia tanpa dipungut biaya komersial.
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menulis tanggapan atau opini terverifikasi mengenai berita ini.