Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) merampungkan pemasangan 1.500 unit infrastruktur pembasahan sekat kanal (canal blocking) generasi cerdas di bentang Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) Semenanjung Kampar dan Sungai Giam Siak Kecil, Riau.
Infrastruktur bendung hidrologis ini dirancang untuk membalikkan dampak pengeringan liar saluran kanal monokultur masa lalu, menahan cadangan air tawar tetap terperangkap di dalam spons lapisan kubah gambut tropis.
“Prinsip utama restorasi gambut adalah *rewetting* atau pembasahan kembali. Sekat kanal ini mengunci air agar tidak langsung mengalir ke laut, sehingga tanah gambut tetap basah dan mustahil terbakar,” jelas Deputi Konstruksi, Operasi, dan Pemeliharaan BRGM.
Pemantauan Waktu Nyata Sensor IoT Tenaga Surya
Setiap unit sekat kanal dilengkapi modul pencatat data telemetri otomatis bertenaga panel surya mikro. Sensor piezometer yang tertanam di bawah permukaan tanah mengirimkan fluktuasi Tinggi Muka Air (TMA) dan kelembapan biomassa secara nirkabel ke dasbor pemantauan Sistem Informasi Gambut Nasional (SIPALAGA).
Ketika sensor mendeteksi penurunan muka air mendekati batas kritis minus 40 sentimeter dari permukaan tanah, sistem secara otomatis memberi sinyal peringatan bahaya kekeringan kepada posko masyarakat peduli api di desa sekitar.
Menjaga kebasahan gambut bukan hanya membendung api, melainkan mengamankan brankas raksasa penyerap karbon bumi.
Program rekayasa hidrologis ini juga mengikutsertakan kelompok masyarakat desa pesisir melalui penyediaan bibit ikan rawa bernilai ekonomi tinggi di kolam genangan sekat kanal guna memperkuat ketahanan pangan warga lokal.
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menulis tanggapan atau opini terverifikasi mengenai berita ini.