Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengintensifkan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) terpadu di enam provinsi prioritas rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pulau Sumatra dan Kalimantan.
Langkah mitigasi udara skala penuh ini mengerahkan armada pesawat angkut militer jenis Hercules C-130 dan CN-295 guna menyemai inti kondensasi higroskopis langsung ke dalam sel-sel awan potensial sebelum puncak musim kemarau kering memicu kebakaran bawah tanah (ground fire).
“Operasi TMC difokuskan untuk menjaga kebasahan kubah gambut dalam agar tetap berada di atas ambang kritis air. Sekali api masuk ke pori-pori gambut kering, pemadaman darat membutuhkan jutaan liter air,” tegas Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB di posko udara Palembang.
Penyemaian Presisi Berbasis Radar Cuaca Doppler
Dengan panduan data radar cuaca Doppler BMKG yang diperbarui setiap 10 menit, rute terbang pesawat diarahkan secara presisi ke zona awan kumulus kongestus yang memiliki kandungan uap air di atas 70 persen.
Hingga pertengahan bulan ini, satgas gabungan telah menaburkan 45 ton garam natrium klorida (NaCl) murni dan melepaskan ratusan suar flare higroskopis, yang terbukti memicu hujan deras dengan durasi lebih dari dua jam di atas kantong-kantong lahan gambut Ogan Komering Ilir dan Indragiri Hilir.
Pencegahan dini melalui sains atmosferik adalah tameng paling efektif dalam menghalau ancaman kabut asap lintas batas negara.
BNPB memastikan kesiapan posko TMC akan terus disiagakan hingga akhir November guna memastikan kualitas udara di seluruh wilayah nusantara tetap dalam kategori sehat dan bebas asap.
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menulis tanggapan atau opini terverifikasi mengenai berita ini.