PASAR LIVE
IHSG 6.147,86 ▼ -1,51%
USD/IDR Rp 16.350 ▲ +0,10%
EUR/IDR Rp 17.820 ▲ +0,08%
EMAS (XAU) $4.178,30 ▼ -3,31%
BRENT OIL $98,86 ▲ +1,46%
BI-RATE 6,00% ▬ Tetap
S&P 500 7.701,86 ▼ -0,54%
NIKKEI 225 65.877,62 ▼ -0,73%
BATU BARA $136,50 ▲ +0,80%
BITCOIN $83.450 ▼ -1,87%
IHSG 6.147,86 ▼ -1,51%
USD/IDR Rp 16.350 ▲ +0,10%
EUR/IDR Rp 17.820 ▲ +0,08%
EMAS (XAU) $4.178,30 ▼ -3,31%
BRENT OIL $98,86 ▲ +1,46%
BI-RATE 6,00% ▬ Tetap
S&P 500 7.701,86 ▼ -0,54%
NIKKEI 225 65.877,62 ▼ -0,73%
BATU BARA $136,50 ▲ +0,80%
BITCOIN $83.450 ▼ -1,87%

BMKG Operasikan Radar Cuaca Doppler Dual-Polarimetrik C-Band di Kawasan Bandara IKN

Instrumen pengindraan jauh atmosfer berpresisi tinggi mampu mendeteksi pergerakan awan kumulonimbus dan potensi geser angin mikro dalam radius 250 kilometer.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi memulai operasional penuh Stasiun Radar Cuaca Doppler Dual-Polarimetric pita frekuensi C-Band generasi terbaru untuk mengamankan koridor ruang udara Bandara Internasional Nusantara dan wilayah penyangga Kalimantan Timur.

Menara radar setinggi 35 meter dengan pelindung kubah geodesik (radome) komposit tahan terpaan badai ini dibangun di atas titik elevasi strategis guna memastikan sapuan gelombang mikro elektromagnetik bebas dari hambatan topografi perbukitan.

“Teknologi polarisasi ganda memungkinkan instrumen ini membedakan bentuk, ukuran, dan kerapatan partikel presipitasi di dalam awan secara sangat akurat. Kita dapat mendeteksi bibit awan kumulonimbus dan potensi microburst hingga 45 menit sebelum melanda landasan pacu,” jelas Kepala BMKG dalam keterangan resminya.

Integrasi Sistem Nowcasting AI dan Keselamatan Penerbangan

Berbeda dengan radar konvensional polarisasi tunggal, sistem dual-polarimetric memancarkan gelombang pulsa secara horizontal dan vertikal sekaligus. Data pantulan reflektifitas tersebut langsung diolah oleh mesin komputasi Automated Aviation Nowcasting.

Selain menyuplai data cuaca penerbangan waktu nyata ke menara pengatur lalu lintas udara AirNav Indonesia, pemetaan curah hujan spasial dari radar ini menjadi acuan otomatis bagi pengelola bendungan Sepaku Semoi dalam mengatur bukaan pintu air saat terjadi hujan ekstrem.

Keandalan observasi cuaca presisi tinggi adalah perisai utama keselamatan transportasi udara modern di wilayah ekuator.

BMKG menargetkan penambahan jaringan sensor Automatic Weather Observing System (AWOS) kategori III di sepanjang koridor udara Selat Makassar guna menciptakan ekosistem navigasi penerbangan paling aman di kawasan Asia Tenggara.

Topik:
#BMKG#Radar Cuaca Doppler#IKN Nusantara#Meteorologi Penerbangan#Teknologi Cuaca#Kalimantan Timur
Transparansi Editorial WARTA

Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.

Komentar Pembaca

0

Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.

Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda

Diskusi Pembaca Terverifikasi