Badan Karantina Indonesia (Barantin) secara resmi meresmikan Stasiun Pemeriksaan Karantina dan Laboratorium Biosekuriti Otomatis Terpadu di Terminal Kargo Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara.
Instalasi inspeksi berstandar Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH) dan Konvensi Perlindungan Tanaman Internasional (IPPC) ini menjadi gerbang terdepan pengawasan komoditas pertanian dan perikanan di wilayah barat Indonesia.
“Modernisasi fasilitas karantina Kualanamu menjawab tuntutan kecepatan logistik global. Kita mempercepat alur lalu lintas kargo udara produk segar sekaligus memperketat barikade perlindungan hayati dari ancaman wabah penyakit lintas negara,” papar Kepala Barantin saat meninjau simulasi pemindaian.
Pemindai Spektrum Ganda dan Pengujian Molekuler Cepat
Lini konveyor kargo kini dipersenjatai mesin pemindai *Dual-Energy X-Ray* yang mampu membaca komposisi atomik isi paket secara 3D, membedakan benih tanaman liar, daging olahan tanpa izin, hingga produk hayati terlarang dalam hitungan detik tanpa membuka kemasan segel kargo.
Jika terdeteksi sampel berisiko tinggi, robot transfer otomatis langsung mengalirkan kotak ke ruang isolasi tekanan negatif BSL-2 yang terhubung dengan peralatan analisis genetik PCR kuantitatif (qPCR) untuk memastikan jenis bakteri atau virus patogen dalam durasi di bawah 15 menit.
Keamanan hayati adalah garis pertahanan pertama dalam membentengi ekosistem pertanian dan kesehatan pangan rakyat nusantara.
Sistem ini terintegrasi penuh dengan portal *Indonesia Single Risk Management* (SSM Ekspor-Impor), memastikan sertifikat sanitari dan fitosanitari digital diterbitkan secara otomatis guna menjaga reputasi daya saing komoditas ekspor Indonesia di pasar internasional.
Artikel ini diverifikasi dan disetujui oleh redaktur bersertifikat sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber. Ringkasan poin kunci dibantu sistem komputasi terstruktur di bawah pengawasan manusia seutuhnya.



Tulis tanggapan dengan sopan dan patuhi pedoman etika komunitas.
Masuk dengan Akun Google untuk menulis komentar Anda
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menulis tanggapan atau opini terverifikasi mengenai berita ini.