Perjanjian Versailles: Latar Belakang, Isi, Dampak dan Tokoh

Perjanjian Versailles
image by: thesun.co.uk

Warta News – Perjanjian Versailles ibarat sebuah lonceng yang dibunyikan untuk mengakhiri peperangan. Benar saja, perjanjian ini dibuat untuk menandakan bahwa Perang Dunia I yang melibatkan Sekutu dan Kekaisaran Jerman telah berakhir.

Secara umum perjanjian ini berisi sebuah pernyataan bahwa, Jerman lah yang harus bertanggung jawab secara penuh atas semua yang terjadi akibat Perang Dunia I.

Lalu, bagaimana proses terjadinya perjanjian ini? Simak penjelasan berikut agar Anda lebih paham.

Latar Belakang Perjanjian Versailles

Latar Belakang Perjanjian Versailles
image by: nzhistory.govt.nz

Beberapa latar belakang yang mendasari dibentuknya Perjanjian Versailles, diantaranya:

1. Terjadinya Perang Dunia I

Perang Dunia I merupakan perang besar yang terjadi antara negara-negara yang kuat. Perang ini berpusat di wilayah Eropa, dimulai sejak 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918.

Dua pihak yang berperang yaitu Sekutu dan Blok Sentral. Sekutu terdiri dari negara Britania Raya, Rusia, dan Prancis. Sedangkan Blok Sentral terdiri dari negara Jerman, Austria-Hongaria, serta Italia.

Perang Dunia I menimbulkan banyak korban, setidaknya ada sekitar 9 juta pasukan yang gugur. Tidak hanya itu, kerusakan juga terjadi dimana-mana akibat perang yang menggunakan senjata.

Perang Dunia I disebut-sebut menjadi perang paling mematikan keenam sepanjang sejarah dunia. Akhir dari perang ini adalah Sekutu berhasil menang.

2. Konferensi Perdamaian Paris

Setelah Perang Dunia I berakhir, kedua belah pihak telah memasuki masa negosiasi untuk menciptakan perdamaian yang lebih nyata. Negoisasi ini berlangsung cukup lama, yaitu sekitar 4 sampai 6 bulan. Setelah mendapatkan hasil, para pemimpin negara-negara tersebut melakukan Konferensi yang dikenal dengan Konferensi Perdamaian Paris.

Konferensi ini dimulai pada tanggal 18 Januari 1919, tepatnya di Istana Versailles. Konferensi Perdamaian Paris ini berisi keterangan bahwa Sekutu mengajak lawannya (Blok Sentral) untuk berdamai dan mengakhiri semua perselisihan selama Perang Dunia I. Lawan yang dimaksud adalah negara Italia, Hongaria, Rumania, Finlandia, dan Bulgaria.

3. Perjanjian Lanjutan

Setelah Konferensi Perdamaian Paris berhasil dibahas, kemudian pihak Sekutu melanjutkan kembali perundingan melalui Perjanjian Versailles.

Pada perjanjian yang resmi ditandatangani tanggal 28 Juni 1919 ini, pihak Sekutu lebih fokus membahas hal-hal terkait Perang Dunia I pada pihak Kekaisaran Jerman. Kekaisaran Jerman memiliki peran cukup besar dalam terjadinya perang.

Maka, pihak Sekutu merasa bahwa Jerman harus bertanggung jawab atas semua peristiwa yang terjadi. Setelah melalui negosiasi yang cukup alot, akhirnya Jerman menerima semua ajakan Sekutu untuk berdamai, tentu saja dibarengi dengan konsekuensi yang menyertainya. Syarat paling besar adalah, Jerman harus menjadi penanggung jawab paling utama dalam tragedi mematikan ini.

Isi Perjanjian Versailles

Isi Perjanjian Versailles
image by: dw.com

Pihak-pihak Sekutu kemudian mulai serius merundingkan beberapa hal yang harus disetujui oleh Jerman. Sampai akhirnya Perjanjian Versailles berhasil terwujud, berikut isinya:

1. Jerman harus bersedia memberikan wilayah-wilayah berikut:

a. Elzas Lotaringen untuk Perancis.

b. Eupen, Meresnet, dan Malmedy untuk Belgia.

c. Prusia Barat serta Posen untuk Polandia.

d. Wilayah muara sungai Wisla di Kota Danzig dilepas menjadi wilayah merdeka yang kemudian bergabung bersama Laut Baltik.

e. Wilayah Laut Baltik dilindungi oleh Liga Bangsa-Bangsa.

2. Daerah Saar diserahkan kepada LBB (Liga Bangsa-Bangsa) dalam tempo 15 tahun. Warga di Saar boleh memilih akan tinggal di Perancis atau Jerman.

3. Negara-negara yang menjadi wilayah jajahan Jerman harus diserahkan kepada pihak Sekutu, tepatnya untuk negara Inggris, Jepang, dan Perancis.

4. Jerman harus bertanggung jawab atas kerugian yang dialami Sekutu akibat perang yang berlangsung. Jerman harus membayar denda yang setara dengan 132 milyar mark emas.

5. Jerman harus menyerahkan kapal dagang milik mereka kepada Inggris.

6. Pasukan militer Jerman akan dibatasi jumlahnya.

7. Jerman tidak diperkenankan mengadakan wajib militer untuk warganya.

8. Wilayah Rhein akan dikuasai oleh negara-negara Sekutu.

Dampak Perjanjian Versailles

Perjanjian yang dibuat di Versailles seolah menjadi klimaks dari sebuah kisah pilu yang terjadi di seluruh dunia. Meski pada saat itu seluruh dunia telah resmi berdamai, namun tidak semua pihak merasakan “kebahagiaan”.

Dalam hal ini, Jerman menjadi pihak paling menderita akibat adanya perjanjian yang baru saja disepakati. Beberapa dampak yang terjadi setelah perjanjian itu terbit yaitu:

1. Jerman Merugi

Denda yang dijatuhkan kepada Jerman jelas menjadi pukulan berat. Meskipun sebenarnya ini tidak sebanding dengan kerusakan bangunan dan jumlah korban yang berjatuhan saat perang berlangsung. Jerman “mendadak” miskin karena harta mereka habis untuk memenuhi salah satu poin dalam perjanjian, yaitu membayar ganti rugi.

2. Jerman Melemah

Tidak hanya miskin harta, Jerman juga melemah. Jerman tidak lagi tampil sebagai negara yang kuat dan imperialis. Hal ini karena semua wilayah jajahan mereka telah terlepas satu demi satu.

Jerman tidak lagi berkuasa atas negara-negara yang pernah mereka duduki. Alhasil, Jerman juga tidak memiliki “pemasukan” lagi dari negara bekas jajahannya.

3. Angkatan Militer “Tenggelam”

Penderitaan Jerman masih belum berakhir, selain kehilangan harta dan kekuasaan, Jerman juga hampir kehilangan seluruh pasukan militernya. Sebelumnya, pasukan militer menjadi tameng terkuat bagi mereka.

Namun sekarang, pergerakan militer telah dibatasi jumlahnya. Jerman juga sudah tidak berhak lagi mengadakan pendidikan militer bagi warganya yang masih tersisa.

4. Pemberontakan Jerman

Meski Jerman telah “menerima” Perjanjian Versailles, namun rupanya hal tersebut tidak murni timbul secara tulus. Karena merasa sangat terpuruk akibat isi perjanjian tersebut, Jerman pun memberontak.

Mereka protes, kenapa hanya mereka yang dijatuhi denda begitu besar. Seiring terpuruknya Jerman dalam semua sektor, Jerman juga terus melakukan pemberontakan hingga tiba Perang Dunia II.

5. Kekuasaan Hitler

Adolf Hitler, merupakan sosok paling berpengaruh di Jerman dalam upaya pemberontakan Perjanjian Versailles. Gaya kepemimpinannya sangat otoriter dan rasis. Semua bentuk demokrasi telah dibatasi oleh Hitler.

Semua bentuk pemberontakannya menghasilkan lebih banyak “bencana” di negara-negara sekitar. Hitler juga melawan semua partai politik di Jerman saat itu.

Tokoh Perjanjian Versailles

Tokoh Perjanjian Versailles
image by: democracyjournal.org

Perjanjian yang berlangsung sengit ini tentu melibatkan banyak tokoh penting dari semua pihak. Tokoh-tokoh yang berperan diantaranya:

1. Perdana Menteri David Lloyd George, sebagai perwakilan dari Inggris Raya.

2. Perdana Menteri Georges Clemenceau, sebagai perwakilan dari negara Perancis.

3. Vittorio Orlando, sebagai perwakilan dari Italia.

4. Presiden Woodrow Wilson, sebagai perwakilan dari Amerika.

Keempat tokoh diatas adalah orang-orang yang terlibat langsung saat merumuskan isi-isi Perjanjian Versailles. Meski sebagian besar isi perjanjian ini ditujukan untuk Jerman, namun tidak ada satupun perwakilan dari Jerman yang diajak untuk ikut berunding. Momen ini juga menjadi salah satu alasan Jerman kemudian memberontak, Jerman terpaksa menyetujui tanpa dilibatkan saat perumusan.

Perjanjian Versailles sebenarnya dibuat untuk mengakhiri Perang Dunia I. Namun rupanya yang terjadi tidak sesuai dengan harapan banyak pihak.

Jerman masih terus berambisi tentang kekuasaan negaranya, meskipun secara resmi mereka telah menandatangani perjanjian tersebut. Setelah peristiwa ini, Jerman hidup dengan sisa-sisa kekuatan yang ada, karena semua sektor telah runtuh.