Perjanjian Tordesillas: Latar Belakang, Tujuan, Isi dan Dampak

Perjanjian Tordesillas
image by: travelguide.michelin.com

Warta News – Perjanjian Tordesillas menjadi bukti nyata betapa Portugis dan Spanyol menjadi penguasa dunia kala itu. Tepatnya pada abad 15 hingga 16, mereka seolah bersaing ketat, semua negara mereka taklukan demi mendapatkan kekayaan dan kekuasaan. Bahkan, mereka mampu membagi dunia menjadi 2 bagian besar. Peristiwa bersejarah ini terangkum dalam ulasan berikut ini.

Latar Belakang Perjanjian Tordesillas

Latar Belakang Perjanjian Tordesillas
image by: dream.co.id

Peristiwa besar ini tentu tidak terjadi begitu saja. Banyak hal yang melatarbelakangi perjanjian ini dibentuk, diantaranya yaitu:

1. Persaingan Portugis dan Spanyol

Latar belakang paling utama adalah adanya persaingan antara kedua negara tersebut. Pada abad 15, mereka menjelajah dunia demi menemukan wilayah baru untuk dikuasai. Mereka berambisi untuk mengumpulkan kekayaan, diantaranya berupa emas, perak, minyak, rempah-rempah, dan sebagainya.

2. Portugis Kehilangan Penjelajah Handal

Portugis sebenarnya memiliki penjelajah handal bernama Christopher Columbus. Namun sayang sekali, Portugis tidak peka terhadap Columbus. Keinginan Columbus untuk menjelajah lebih jauh ditolak oleh petinggi Portugis. Merasa tidak mendapat dukungan dari pemerintah, Columbus akhirnya memutuskan untuk pindah ke negara lain.

3. Christopher Columbus Pindah ke Spanyol

Columbus memutuskan untuk berpindah ke Spanyol, saingan terberat Portugis saat itu. Columbus yakin bahwa keinginannya untuk berlayar atau menjelajah dunia pasti akan didukung penuh oleh Raja Spanyol, yaitu Ferdinand II.

Benar saja, Columbus akhirnya diijinkan untuk berlayar lebih jauh untuk bisa menemukan daratan atau wilayah baru yang bisa dijadikan kekuasaan.

4. Penemuan Benua Amerika

3 Agustus 1492, merupakan hari pertama Columbus memulai pelayaran. Perjalanan Columbus rupanya tidak semudah yang dibayangkan, banyak serangan yang mencoba menggagalkan rencana Columbus.

Namun akhirnya, Columbus berhasil menemukan daratan Amerika. Daratan tersebut dikenal dengan istilah “New World” atau Dunia Baru.

5. Memicu Perlawanan Portugis

Penemuan hebat ini akhirnya sampai ke “telinga” Portugis. Portugis kemudian melakukan perlawanan dan meminta “jatah” wilayah yang baru ditemukan tersebut.

Melalui perundingan dan perselisihan yang panjang, akhirnya Portugis dan Spanyol bisa didamaikan lewat Perjanjian Todersillas. Perjanjian ini dibuat dengan campur tangan seorang Paus bernama Paus Alexander VI.

Tujuan Perjanjian Tordesillas

Tujuan Perjanjian Tordesillas
image by: minews.id

Perjanjian ini dirumuskan dengan beberapa tujuan, diantaranya:

1. Memenuhi Ambisi Raja Ferdinand II

Secara tidak langsung, semua yang dilakukan oleh Columbus saat berlayar adalah demi memuaskan ambisi Raja Spanyol. Meskipun satu sisi hal ini menyenangkan Columbus, namun disisi lain Raja Ferdinand II juga ikut andil mengambil keuntungan besar. Keuntungan tersebut tentu saja terkait kekayaan dan kekuasaan.

2. Mencegah Konflik Pasca Perjalanan Columbus

Penjelajahan yang dilakukan Columbus jelas suatu hal yang membanggakan bagi pihak Spanyol. Namun tidak bagi Portugis, aksi ini justru memicu konflik baru di antara kedua negara besar tersebut. Terlebih lagi, Columbus berasal dari Portugis. Demi meredam konflik agar tidak semakin berkecamuk, maka Perjanjian Tordesillas ini dibentuk.

3. Membagi Wilayah Kekuasaan

Perjanjian ini dirumuskan demi tujuan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Secara garis besar, tujuan perjanjian ini adalah sebagai bukti resmi bahwa Spanyol dan Portugis mendapatkan wilayah sah untuk dikuasai. Spanyol berhak berlayar ke wilayah Barat, dan Portugis berhak berlayar ke arah Timur.

4. Mencari “New World”

Misi penjelajahan Columbus tidak lepas dari tujuan utamanya yaitu mencari tanah baru. Tanah baru tersebut diharapkan memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah dan tidak dimiliki oleh tanah Eropa. Sejak saat itu, hampir semua penguasa berlomba-lomba untuk menjelajahi dunia demi bisa menemukan “New World” atau tanah baru untuk bisa “dikeruk” kekayaan alamnya.

Isi Perjanjian Tordesillas

Perjanjian Tordesilas telah ditandatangani oleh pihak Spanyol dan Portugis di Tordesillas. Perjanjian itu resmi berlaku dimulai sejak 4 Juni 1474 hingga 13 Januari 1750.

Isi perjanjian tersebut adalah pembagian wilayah untuk Spanyol dan Portugis. Spanyol mendapatkan wilayah arah Barat, maka Spanyol berhak berlayar dan berdagang ke arah tersebut, dimulai dari Kepulauan Cape Verde.

Sedangkan untuk Portugis. Mereka berhak berdagang dan berlayar ke arah Timur. Pembagian wilayah ini ditandai dengan menarik garis lurus di tengah-tengah peta, dari Kutub Utara hingga Kutub Selatan. Panjang garis tersebut sekitar 320 mil (100 league). Pembagian ini dipimpin oleh Paus Alexander VI yang berasal dari Spanyol.

Dampak Perjanjian Tordesillas

1. Persaingan Ketat Antara Spanyol dan Portugis

Spanyol dan Portugis merupakan negara besar yang memiliki kekuatan hampir seimbang. Mereka sama-sama memiliki teknologi yang canggih, khususnya dalam hal navigasi dan perkapalan. Maka wajar saja jika kemampuan berlayar mereka terbilang handal dan susah ditandingi oleh negara lainnya.

Sejak Perjanjian Tordesilla diterapkan, mereka semakin ketat bersaing. Mereka seolah berlomba untuk berlayar. Mereka terus menjelajahi dunia untuk berdagang, menyebarkan keyakinan, serta mencari kekayaan alam yang baru, termasuk rempah-rempah terbaik.

2. Perjalanan Portugis Sampai ke Indonesia

Portugis mendapatkan bagian di wilayah Timur. Perjalanan inilah yang akhirnya membawa Portugis menjelajahi Asia dan mendarat di Indonesia. Daerah pertama yang dikunjungi Portugis adalah Pulau Maluku, pendaratan ini terjadi tahun 1511. Saat itu Pulau Maluku tengah dikuasai oleh Kerajaan Ternate.

Hal tidak terduga pun terjadi pada tahun 1521, yaitu Spanyol juga turut mendarat di Indonesia. Mereka tiba di Indonesia melalui Kepulauan Filipina. Sejak saat itu, Indonesia terus didatangi para penjajah dari berbagai negara.

Mulai dari Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris, hingga Jepang. Penjajahan yang begitu panjang membuat Indonesia menjadi begitu suram untuk ditinggali.

3. Penyebaran Semboyan 3G (Gospel, Gold, dan Glory)

Selama pelayaran, Spanyol, Portugis, serta negara-negara lain mengusung semboyan yang serupa. Semboyan tersebut yaitu:

a. Gospel

Gospel merupakan istilah untuk penyebaran agama Katolik dan Kristen. Berdasarkan pada semboyan ini, maka dampak yang dirasakan adalah ajaran tersebut semakin meluas di seluruh dunia. Para penjelajah ini juga telah didampingi oleh Pemuka Agama, sehingga bisa lebih mudah dalam menyebarkan ajaran Katolik dan Kristen.

b. Gold

Istilah ini digunakan untuk pencarian kekayaan yang berwujud emas. Pada masa itu, emas menjadi acuan jumlah kekayaan suatu negara atau bangsa. Semakin banyak emas yang dimiliki, maka akan semakin terlihat kaya. Emas juga disebut sebagai laba dari aktivitas perdagangan yang sudah lumrah dilakukan pada masa itu.

c. Glory

Glory, sebuah istilah untuk melambangkan kekuasaan atau kejayaan suatu bangsa. Pada abad tersebut, kejayaan suatu bangsa dilihat dari banyaknya wilayah koloni serta panjangnya jalur perdagangan yang dilalui.

Maka tidak heran jika saat itu banyak negara yang berlomba-lomba untuk menjajah negara lain yang dirasa “lemah” dan menyimpan banyak kekayaan alam.

Perjanjian Tordesillas membuat Sapnyol dan Portugis semakin gencar menjelajahi dunia, termasuk salah satunya Indonesia. Kedatangan Portugis di Indonesia seolah menjadi pembuka bagi negara-negara lain.

Terlebih lagi, Indonesia merupakan “surga” rempah-rempah dengan kualitas terbaik di dunia. Sejak kedatangan para penjajah dari berbagai negara, Indonesia semakin kelam dan hampir lupa jati dirinya.