8 Peninggalan Kerajaan Singasari Beserta Penjelasannya Lengkap

Peninggalan Kerajaan Singasari

Warta News – Peninggalan Kerajaan Singasari dan sejarahnya patut untuk dipelajari, apalagi jika Anda berada di wilayah Jawa Timur.

Kerajaan yang terletak di Singasari ini memiliki sejarah yang panjang serta memiliki peninggalan yang kaya akan nilai budayanya.

Ingin tahu penjelasan serta sejarahnya? Simak penjelasan di bawah ini yuk!

Sejarah Kerajaan Singasari

Kerajaan Singasari
image by: arcgis.com

Kerajaan Singasari telah ada sejak tahun 1222 dan didirikan oleh tokoh bernama Ken Arok. Berdasarkan namanya, kerajaan ini terletak di Singasari, Malang, yang pada awalnya bernama Kerajaan Tumapel dengan Ibukota bernama Kutaraja.

Tumapel sendiri pada awalnya merupakan daerah di bawah kekuasaan Kerajaan Kadiri yang pada saat itu dipimpin oleh Tunggul Ametung.

Tunggul Ametung memiliki jabatan setara camat yang pada waktu tersebut ditipu dan kemudian dibunuh oleh Ken Arok. Jabatan setara camat tersebut akhirnya dimiliki oleh Ken Arok.

Perebutan kekuasaan terjadi, sehingga menyebabkan kejayaan berlangsung sangat singkat. Kerajaan ini mengalami masa kejayaan pada masa kepemimpinan Kertanegara.

Berdasarkan sejarah, Kertanegara merupakan Raja terbesar yang memimpin dalam sejarah kerajaan. Pada kepemimpinannya, Kertanegara mengirimkan pasukan ekspedisi Pamalayu untuk membuat benteng pertahanan di Sumatera.

Pada tahun 1284 Beliau juga menaklukan kerajaan bali sehingga wilayah kekuasaannya menyebar dengan cepat.

Kertanegara mengalami keruntuhan ketika kerajaan ini melakukan pengiriman angkatan perang ke luar Jawa. Hal ini menyebabkan pemberontakan yang terjadi di beberapa wilayah Kerajaan Singasari.

Pemberontakan Jayakatwang yang pada akhirnya membunuh Raja Kertanegara kemudian membangun ibukota sendiri dengan nama Kadiri yang kini berubah menjadi Kediri.

Prasasti Peninggalan Kerajaan Singasari

Prasasti Manjusri

Prasasti ini dibuat pada tahun 1343 yang terdiri dari manuskrip. Prasasti ini dibuat di bagian belakang arca Manusri yang pada awalnya diletakkan di candi Jago namun kini diletakkan di Museum Nasional yang terletak di Jakarta.

Prasasti Wurare

Prasasti ini ditulis menggunakan bahasa sansekerta pada tahun 1211 Saka atau tanggal 21 November 1289. Diberi nama Wurare karena merupakan peringatan dari diberikannya arca yang bernama Wurare. Sebagai penghormatan terakhir, prasasti ini dibuat dengan lambang untuk Raja Kertanegara yang merupakan Raja terakhir.

Prasasti Singasari

Prasasti yang ditemukan di Singasari, Malang ini dibuat pada tahun 1351 M. Prasasti ini menggunakan bahasa Jawa yang di dalamnya dituliskan menggunakan aksara Jawa. Prasasti ini dibuat oleh Patih Gajah Mada yang terkenal pada zaman kerajaan.

Bagian pertama pada prasasti tersebut terdiri dari tanggal dan gambar yang sangat detail berhubungan dengan letak dan benda angkasa. Sedangkan pada bagian yang kedua menjelaskan tentang kabar pembangunan atau candi pemakaman yang pada saat itu sedang dikerjakan.

Prasasti Mula Malurung

Prasasti ini ditemukan dalam dua waktu yang berbeda yaitu pada tahun 1975 dan pada tahun 2001. Tempat ditemukannya juga berbeda, pertama di Kota Kediri dan kedua di lapak penjual barang loak yang masih berada di wilayah Kediri. Lempengan prasasti ini kemudian disimpan di Museum Nasional yang terletak di Jakarta.

Prasasti Mula Malurung merupakan piagam penganugerahan untuk Desa Mula dan Desa Malurung khususnya tokoh bernama Pranaraja. Berdasarkan sejarah, prasasti ini diterbitkan pada tahun 1255 atas perintah ayah dari Raja Kertanegara yang bentuknya berupa lempengan tembaga.

Candi Peninggalan Kerajaan Singasari

Candi Singasari

Candi Singasari
image by: nativeindonesia.com

Candi yang terletak di Singasari, Kabupaten Malang ini dibuat untuk kediaman terakhir sang Raja. Hal ini diperkuat dengan pernyataan yang terdapat pada kitab Negarakertagama dan Prasasti Gajah Mada pada tahun 1351 M. candi ini memiliki tinggi 1, 5 meter tanpa dilengkapi relief di bagian kakinya.

Pada tahun 1930, candi ini mengalami perbaikan pada pemerintahan Belanda di bagian kaki. Sehingga jika Anda mengunjunginya pada saat ini, akan ditemukan pahatan baru di bagian bawah candi. Meski begitu, candi ini masih memiliki nilai kebudayaan yang tinggi berdasarkan sejarahnya.

Candi Jago

Candi Jago
image by: pegipegi.com

Candi ini memiliki susunan seperti teras punden berundak yang unik. Tidak hanya susunannya, bagian atas pada candi ini juga tersisa sebagian, sehingga memberikan kesan yang mendalam. Berdasarkan sejarah, bagian atas pada candi Jago ini tersambar petir, oleh karena itu bagian atasnya menghilang.

Ketika berkunjung dan melihat langsung candi ini, maka Anda akan menemukan relief Pascatantra dan relief Kunjarakarna. Keduanya merupakan pahatan yang menceritakan tentang kehidupan pada masa pemerintahan Raja Kertanegara. Bahan utama dalam pembuatan candi ini adalah andesit, sehingga memiliki bangunan yang kokoh.

Candi Kidal

Candi Kidal
image by: sejarahlengkap.com

Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Singasari sebagai penghormatan terhadap Raja Kedua yaitu Anusapati. Raja Anusapati telah memerintah mulai tahun 1227 hingga 1248 dengan total 20 tahun. Candi ini sangat erat kaitannya dengan budaya yang ada di Jawa Timur dan merepresentasikan cerita Hindu serta pesan moral yang terkandung di dalamnya.

Candi ini terdiri dari 3 tingkat bagian atap yang masing-masing memiliki ruang yang luas dan memiliki hiasan. Terdapat pahatan di bagian atas pintu masuk namun memiliki motif yang seram dengan mulut terbuka dan mata yang melotot. Dengan mulut terbuka yang memperlihatkan 2 taring, hal ini menjadi ciri khas yang dimiliki oleh candi yang terdapat di Jawa Timur.

Sejarah menemukan bahwa pada tahun 1990, Candi Kidal diperbaiki namun tidak diketahui bagian yang diperbaiki. Terdapat tangga yang masuk ke dalam kompleks candi dan melewati tembok pada bagian barat. Masih belum dipastikan bagian ini merupakan hasil pembaharuan atau memang bagian candi yang asli.

Candi Jawi

candi jawi
image by: tribunnews

Candi ini dibangun kurang lebih pada abad ke 13 yang terletak di Gunung Welirang, Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen. Candi yang memiliki nama asli Jajawa ini digunakan sebagai tempat peribadatan umat Budha sekaligus dibuat untuk menyimpan abu dari Raja Kertanegara sebagai raja terakhir.

Abu Raja Kertanegara juga disimpan di beberapa candi yang lain seperti Candi Jago, Candi Singasari dan lain sebagainya. Sehingga antar candi ini memiliki hubungan yang erat berkaitan dengan abu Raja terakhir. Candi yang digunakan sebagai tempat penghormatan raja terakhir ini menjadi suatu peninggalan sejarah yang khusus dan patut dilestarikan.

Dalam kitab Negarakertagama, Candi Jawi didirikan untuk tempat ibadah umat Hindu dan Budha. Candi ini memiliki ukuran 40 x 60 meter dan dikelilingi oleh pagar bata sebesar 2 meter. Candi ini berbeda dengan candi yang lain karena dikelilingi parit yang tumbuh daun teratai di dalamnya.

Arca Dwarapala Peninggalan Kerajaan Singasari

Peninggalan Kerajaan Singasari yang satu ini memiliki bentuk yang besar dan menyerupai seperti monster. Berdasarkan juru kunci kerajaan, arca ini merupakan simbol bahwa Anda telah masuk di wilayah Kotaraja. Pada dasarnya arca ini ditemukan di wilayah yang tidak pasti, namun pada akhirnya arca ini dikategorikan milik Kerajaan Singasari.

Penjelasan tentang sejarah serta peninggalan Kerajaan Singasari di atas sangat membantu Anda untuk mengenal dan memahami salah satu budaya di Jawa Timur, kan?

Tentunya sebagai salah satu kerajaan yang berkuasa, Singasari dan peninggalannya memiliki kontribusi yang penting dalam perkembangan tradisi dan budaya yang terdapat di lingkungan sekitarnya.