8 Peninggalan Kerajaan Pajajaran Tersebar di Jawa Barat

Peninggalan Kerajaan Pajajaran
image by: wikimedia.org

Warta News – Peninggalan Kerajaan Pajajaran mayoritas berupa prasasti. Kerajaan pajajaran terletak di Jawa Barat dan sering disebut sebagai kerajaan Sunda-Galuh.

Kerajaan ini didirikan pada tahun 923 oleh Sri Jayabhupati. Selain ceritanya yang cukup menarik, Kerajaan Pajajaran memiliki beberapa peninggalan-peninggalan yang tidak kalah menarik juga.

Sejarah Singkat Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Pajajaran merupakan kerajaan bercorak Hindu yang terletak di Parahyangan Sunda.

Sebelum Kerajaan Parahyangan berdiri, sudah ada beberapa kerajaan yang mendahului di Sunda atau Jawa Barat.

Kerajaan-kerajaan tersebut di antaranya ialah Kawali, Tarumanegara, Galuh, dan Kerajaan Sunda.

Kerajaan Majapahit mengalami kehancuran pada tahun 1400 an. Kehancuran tersebut disebabkan karena perebutan kekuasaan antar saudara yang terus menerus.

Oleh karena itu, banyak sekali masyarakat yang memutuskan untuk mencari perlindungan ke Kerajaan Galuh.

Dengan senang hati Kerajaan Galuh menerima masyarakat yang datang dari Kerajaan Majapahit. Bahkan ada beberapa di antara mereka yang menikah dengan masyarakat Kerajaan Galuh.

Akan tetapi, hal itu membuat raja dari Kerajaan Sunda marah. Raja Kerajaan Sunda mengatakan bahwa Raja Galuh telah melanggar aturan, yakni larangan menikah dengan masyarakat dari Kerajaan Majapahit.

Sebelumnya Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh memiliki hubungan perbesanan. Namun, karena adanya peristiwa tersebut menyebabkan timbulnya persengketaan.

Bahkan kedua kerajaan tersebut hampir mengalami peperangan. Untungnya penasehat dari masing-masing kerajaan bisa menyelesaikan masalah dan meredakan amarah mereka.

Penyelesaian masalah tersebut disertai dengan sebuah syarat. Syaratnya ialah ketika raja telah turun takhta, maka mereka harus menentukan salah satu putra untuk dijadikan pengganti kedua raja tersebut.

Raja Galuh dan raja dari kerajaan Sunda menunjuk putra mahkota yang sama, yakni Jayadewata. Pada akhirnya Jayadewata menjadi raja dari kedua kerajaan tersebut.

Kedua kerajaan tersebut menyatu menjadi Kerajaan Sunda-Galuh yang sekarang disebut sebagai Kerajaan Pajajaran. Jayadewata pun mendapat gelar Sri Baduga Maharaja.

Selain itu, raja Jayadewata sering disebut sebagai Prabu Siliwangi. Beliau memimpin Kerajaan Pajajaran mulai tahun 1482.

Prasasti Peninggalan Kerajaan Pajajaran

Berikut beberapa prasasti yang menjadi bukti adanya Kerajaan Pajajaran:

1. Prasasti Batu Tulis

Prasasti Batu Tulis
image by: https://alampriangan.files.wordpress.com

Prasasti peninggalan Kerajaan Pajajaran yang pertama ialah prasasti batu tulis yang terletak di kelurahan Batu Tulis, Bogor Selatan.

Seorang kapten VOC bernama Adolf Winkler adalah orang yang pertama kali menemukan benda peninggalan ini.

Prasasti batu tulis pertama kali diteliti oleh Universitas Leiden atau universitas yang ada di Belanda pada tahun 1806.

Aksara yang ada pada prasasti batu tulis berupa aksara Sunda kuno dan Jawa kuno. Aksara tersebut dituliskan pada batu sejenis dengan batu yang ada pada sungai cisadane. Penulisan prasasti ini menggunakan bahasa sansekerta dan bahasa pallawa.

Prasasti batu tulis dibuat pada saat Kerajaan Pajajaran dipimpin oleh Prabu Surawisesa. Tujuan pembuatan prasasti ini ialah untuk menghormati layanan Prabu Siliwangi yang merupakan ayahnya. Banyak ahli yang menyatakan bahwa prasasti batu tulis dibuat setelah Raja Siliwangi wafat.

2. Prasasti Huludayeuh

Prasasti Huludayeuh
image by: disparbud.jabarprov.go.id

Peninggalan Kerajaan Pajajaran ini terletak di sebuah desa bernama Huludayeuh yang ada di Cirebon.

Penduduk setempat sudah sejak lama sekali mengenal prasasti ini, namun para arkeolog dan sejarawan batu menemukan pada tanggal 11 September 1991. Isi prasasti huludayeuh berupa sebelas teks dengan menggunakan bahasa Sunda kuno.

Awalnya prasasti huludayeuh ditemukan dalam keadaan tidak utuh atau ada beberapa bagian yang hilang.

Prasasti huludayeuh menceritakan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha untuk memakmurkan negara. Bentuk batu prasasti huludayeuh berupa lempengan yang menyatu dengan lantai dan terbuat dari batu andesit.

3. Prasasti Kebon Kopi II

Prasasti Kebon Kopi II
image by: cagarbudaya.kemdikbud.go.id

Prasasti Kebon Kopi II merupakan peninggalan Kerajaan Pajajaran yang letak penemuannya tidak jauh dari prasasti Kebon Kopi I. Para sejarawan mengatakan bahwa prasasti ini ada yang mencurinya pada tahun 1940 an.

F.D.K Bosch yang merupakan seorang ahli dari Belanda telah meneliti benda peninggalan ini sebelum dicuri.

Prasasti Kebon Kopi kedua mengisahkan tentang jalan hidup seorang raja yang mendapatkan kekuasaannya kembali. Prasasti ini ditulis dengan menggunakan tulisan Melayu Kuno.

4. Prasasti Ulubelu

Prasasti Ulubelu
image by: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Prasasti Ulubelu merupakan prasasti peninggalan Kerajaan Sunda pada abad ke-15 masehi. Prasasti ini ditemukan pertama kali di Ulubelu, Desa Rebangpunggung, Agung, Lampung. Sejak ditemukan prasasti ini disimpan di Museum Nasional hingga saat ini.

5. Prasasti Cikapundung

Prasasti Cikapundung
image by: tempo.co

Prasasti peninggalan Kerajaan Pajajaran ini ditemukan pada tahun 1884 di sungai Cikapundung, Bandung.

Batu yang digunakan untuk menulis prasasti ini ialah batu besar arca megalitik. Jika diperhatikan dari aksaranya, benda peninggalan ini berasal dari abad ke-14. Tinggi prasasti Cikapundung kurang lebih sekitar 55 cm.

Terdapat beberapa gambar pada prasasti ini, yakni gambar telapak tangan, telapak kaki, dan wajah. Ditemukan kalimat “unggal jagat jalmah hendap” pada prasasti Cikapundung.

Arti kalimat tersebut adalah seluruh manusia yang ada di dunia akan mengalami suatu peristiwa apapun.

6. Prasasti Perjanjian Sunda-Portugis

Prasasti peninggalan Kerajaan Pajajaran ini bentuknya menyerupai monumen batu. Prasasti ini ditemukan di Jakarta pada tahun 1918.

Makna yang terkandung dalam prasasti ini ialah perjanjian antara Kerajaan Portugal dengan Kerajaan Sundanesia.

Perjanjian yang ada pada benda peninggalan ini disebut dengan nama padaro sunda kelapa. Monumen batu ini dibangun pada tanah yang menjadi wilayah pembangunan benteng serta gudang untuk Portugis. Penemuan prasasti ini dilakukan dengan cara menggali ketika akan gudang di sudut Prinsenstraat dan Groenestraat.

Situs Peninggalan Kerajaan Pajajaran

1. Situs Karangkamulyan

Situs Karangkamulyan
image by: harapanrakyat.com

Situs peninggalan Kerajaan Pajajaran ini berada di Situs Karangkamulyan, Cijeungjing, Ciamis, Jawa Barat.

Dibalik situs ini terdapat cerita mengenai Ciung Wanara yang memiliki hubungan dengan Kerajaan Galuh.

Ciung Wanara adalah seseorang yang memiliki kehebatan atau kesaktian yang tidak dimiliki oleh orang biasa.

Ciung Wanara merupakan anak dari dari Dewi Naganingrum. Sedangkan Dewi Naganingrum adalah permaisuri pertama dari seorang Raja bernama Prabu Adimulya Sanghyang Cipta Permanadi Kusumah. Ciung Wanara menjadi pengganti raja yang mempunyai sifat adil dan bijaksana.

2. Kompleks Makam Keramat

Kompleks Makam Keramat
image by: nu.or.id

Pada situs ini terdapat makam Ratu Galuh Mangkualam yang merupakan istri kedua dari Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi.

Makam Keramat terletak di Desa Paledang tepatnya di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Makam miliki Ratu Galuh Mangkualam sudah ada sebelum Kebun Raya Bogor didirikan.

Di kompleks makam keramat ini tidak hanya ada makam Ratu Galuh saja, namun makam Mbah Jepra juga ditemukan disini.

Mbah Jepra merupakan bagian dari panglima perang pada masa Kerajaan Pajajaran. Adapun makam Mbah Baul yang merupakan gubernur salah raja di Kerajaan Pajajaran (Prabu Siliwangi).

Pemerintah kota Bogor telah meresmikan situs ini menjadi cagar budaya. Berdasarkan penelitian, komplek makam keramat telah ada sejak 600 tahun yang lalu.

Hal yang menarik dari situs ini ialah terdapat replika emas pada makam Ratu Galuh.

Beberapa peninggalan tersebut menunjukkan dan membuktikan bahwa Kerajaan Pajajaran pernah ada.

Setiap prasasti juga memuat berbagai cerita atau peristiwa yang pernah terjadi pada masa Kerajaan Pajajaran.