8 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno Lengkap Beserta Penjelasannya

Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno
Image by: pinterpandai.com

Warta News – Peninggalan kerajaan Mataram Kuno cukup banyak ditemukan. Apakah Anda tahu tentang kerajaan ini? Mataram Kuno merupakan salah satu kerajaan Buddha dan Hindu yang didirikan pada abad ke-8 Masehi. Kerajaan ini terletak di Pulau Jawa bagian Tengah dan memiliki ibu kota bernama Medang.

Dua abad setelah kerajaan berdiri, pusat pemerintahan dipindahkan ke Jawa bagian timur karena desakan dari kerajaan Sriwijaya. Pada awal abad ke-11 Masehi, kerajaan ini mengalami keruntuhan karena berbagai macam faktor.

Ketidakstabilan politik serta buruknya kondisi ekonomi menjadi faktor utama keruntuhan kerajaan yang dipimpin oleh Raja Dharmawangsa saat itu.

Candi Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Candi Sewu

Candi Sewu
image by: sejarahlengkap.com

Peninggalan pertama kerajaan Mataram Kuno adalah Candi Sewu. Candi ini lebih dikenal dengan nama Candi Prambanan karena terletak di daerah Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Anda pasti sudah tidak asing dengan candi yang satu ini. Namun Prambanan dan Candi Seru ternyata candi yang berbeda yang letaknya berdekatan.

Candi Sewu merupakan candi Buddha terbesar kedua setelah Borobudur yang dibangun pada masa awal berdirinya Mataram Kuno yaitu pada abad ke-8 Masehi. Candi Sewu dikategorikan sebagai bangunan peninggalan kerajaan Mataram Kuno yang tertua.

Nama “Sewu” memiliki arti “Seribu” dalam bahasa Jawa. Faktanya, kompleks candi ini hanya memiliki 269 bangunan, bukan seribu seperti namanya. Menurut cerita yang beredar di masyarakat, Candi Sewu hanya didirikan dalam waktu satu malam oleh Bandung Bondowoso. Tujuannya adalah memenuhi permintaan dari Roro Jonggrang.

Candi Arjuna

candi arjuna
image by: tribunnewswiki

Candi kedua yang menjadi peninggalan kerajaan Mataram Kuno adalah Arjuna. Nama candi ini diambil dari salah satu tokoh pewayangan, yaitu Arjuna atau Janaka, salah satu dari Pandawa Lima. Candi yang satu ini merupakan candi Hindu, berbeda dengan Candi Sewu yang telah dibahas sebelumnya.

Arjuna memiliki usia yang lebih muda dibandingkan dengan Candi Sewu. Pembangunannya dilakukan pada abad ke-9 Masehi. Letaknya ada di Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Candi Arjuna tidak berdiri sendiri, di sekitarnya berdiri pula beberapa candi seperti:

– Candi Srikandi
– Candi Puntadewa
– Candi Bima
– Candi Semar
– Candi Sembadra

Candi Bima

Candi Bima
image by: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Seperti yang sudah disebutkan pada poin sebelumnya, Candi Bima masih berada di kompleks yang sama dengan Candi Arjuna. Letaknya ada di ujung selatan kompleks candi.

Pembangunan candi yang satu ini diperkirakan berlangsung antara abad ke-7 hingga abad ke-13 Masehi. Bima merupakan jenis candi Hindu, hal ini bisa dilihat dari desainnya yang seperti mangkuk terbalik. Desain seperti ini sangat identik dengan candi Hindu yang ada di India.

Sayangnya, candi Bima telah kehilangan arca kudu karena pencurian oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Pada 2012, pemerintah Indonesia melakukan pemugaran untuk memperbaiki kondisi candi hingga terlihat seperti saat ini.

Candi Puntadewa

Candi Puntadewa merupakan kakak dari Arjuna dan Bima dalam dunia pewayangan. Nama sulung Pandawa ini digunakan untuk salah satu candi peninggalan kerajaan Mataram Kuno yang ada di Dataran Tinggi Dieng dan masih satu kompleks dengan Arjuna serta Bima.

Tentu saja candi ini memiliki corak Hindu, sama seperti dua candi sebelumnya. Jika dilihat dari arsitekturnya pun masih memiliki kemiripan dan sangat kental dengan corak India. Jika dibandingkan dengan candi lainnya, Puntadewa tampak lebih tinggi. Ahli sejarah menyebutkan bahwa candi yang satu ini digunakan untuk melakukan ibadah kepada Dewa Siwa.

Candi Semar

Candi terakhir peninggalan kerajaan Mataram Kuno yang ada di Dieng adalah Candi Semar. Semar sendiri merupakan nama dari tokoh Punakawan yang ada di pewayangan. Punakawan berperan sebagai penasihat Pandawa.

Posisi Candi Semar berada tepat di hadapan Candi Arjuna. Dibandingkan dengan 3 candi lainnya, Semar memiliki ukuran yang paling kecil, yaitu 3,5 meter x 7 meter. Bentuk atapnya pun berbeda karena meruncing seperti limas. Dahulu, Candi Semar memiliki fungsi seperti gudang penyimpanan untuk alat sembahyang serta senjata.

Candi Borobudur

Candi Borobudur merupakan peninggalan kerajaan Mataram Kuno terbesar yang pernah ditemukan. Borobudur merupakan candi Buddha yang masih digunakan untuk peribadatan serta perayaan hari besar keagamaan hingga saat ini.

Kemegahan Candi Borobudur bukanlah hal baru bagi masyarakat Indonesia. Bahkan dunia internasional pun mengakuinya. Hal ini terbukti dengan masuknya Borobudur ke dalam 7 keajaiban dunia yang digagas oleh UNESCO.

Borobudur terletak di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jaraknya 53 Km dari pusat kota Yogyakarta yang dapat ditempuh dalam 1 jam perjalanan. Candi terbesar di Jawa Tengah ini sangat berdekatan dengan candi lain yaitu Mendut dan Pawon.

Pembangunan Candi Borobudur berlangsung pada abad ke-8 Masehi di bawah kepemimpinan Wangsa Syailendra. Dahulu, candi ini berfungsi layaknya kuil untuk beribadah. Namun Borobudur mulai ditinggalkan dan dilupakan seiring dengan perpindahan kerajaan Mataram Kuno ke Jawa bagian timur.

Borobudur ditemukan dan digali kembali pada masa penjajahan Inggris. Setelah Indonesia merdeka, terjadi pemugaran secara besar-besaran pada 1975 dan 1982. Pemugaran ini juga mendapat dukungan dari UNESCO, Organisasi PBB yang fokus pada bidang pendidikan dan kebudayaan.

Candi Mendut

Letak Candi Mendut masih sangat berdekatan dengan Candi Borobudur, hanya terpaut jarak sekitar 3 Km. Namun Candi Mendut terletak di wilayah kecamatan yang berbeda, yakni Kecamatan Mungkid. Arkeolog dan ahli sejarah sepakat bahwa Candi Mendut dibuat pada kurun waktu yang sama dengan Borobudur.

Karena dibuat pada kurun waktu yang sama, Candi Mendut juga memiliki corak Buddha seperti Borobudur. Di dalamnya terdapat tiga buah patung atau arca Buddha. Selain arca, ada pula relief di seluruh dinding dalam candi. Seluruh relief dikelompokkan menjadi 4, yaitu:

– Brahmana dan kepiting
– Angsa dan kura-kura
– Dharmabuddhi dan Dustabuddhi
– Dua burung betet yang berbeda

Candi Pawon

Peninggalan kerajaan Mataram Kuno selanjutnya adalah Candi Pawon yang masih berdekatan degan Borobudur dan Mendut. Jika ditarik sebuah garis lurus, Candi Pawon terletak di tengah kedua candi tersebut.

Dari ketiga candi yang saling berdekatan ini, Pawon menjadi satu-satunya candi yang asal-usulnya sulit untuk dilacak. Sebab tak ditemukan arca atau patung. Begitu pula dengan dindingnya, tidak menunjukkan relief yang berarti. Di bagian luar candi hanya terdapat ukiran pohon kalpataru.

Jika dilihat dari namanya, “pawon” merupakan istilah bahasa Jawa untuk “dapur”. Namun pawon juga memiliki arti lain sebab memiliki kata dasar “awu” yang berarti “abu”. Sedangkan imbuhan pa- dan -an membuatnya memiliki arti tempat. Jadi, pawon juga bisa berarti perabuan.

Prasasti Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Mataram Kuno tak hanya meninggalkan candi, namun juga prasasti. Prasasti adalah batu yang diukir, biasanya berisi pesan maupun catatan. Berikut ini beberapa prasasti peninggalan Mataram Kuno yang pernah ditemukan:

– Sojomerto ditemukan di Batang

– Mantyasih ditemukan di Magelang

– Gondosuli ditemukan di Temanggung

– Canggal ditemukan di Magelang

– Kelurak ditemukan di Klaten

– Kalasan di Sleman

– Shankara di Sragen

– Ngadoman di Salatiga

– Plumpungan di Salatiga

– Kayumwungan di Temanggung

– Siwagrha di Klaten

Kerajaan di masa lalu seperti Mataram Kuno pasti meninggalkan jejak sejarah seperti candi dan prasasti. Peninggalan yang ditemukan tersebut dapat digunakan sebagai bahan penelitian untuk mengetahui sejarah di Indonesia.