15+ Peninggalan Kerajaan Kediri Secara Lengkap dan Detail

Peninggalan Kerajaan Kediri
Image by: wisatabagus.com

Warta News – Peninggalan Kerajaan Kediri banyak ditemukan di Jawa Timur. Hal ini sangat lumrah sebab wilayah pemerintahan saat itu ada di Jawa bagian timur. Letak kerajaan ini ada di tepi aliran sungai Brantas.

Kerajaan Kediri sendiri menganut agama Hindu. Dahulu, Kediri merupakan bagian dari Kerajaan mataram kuno. Namun kerajaan tersebut akhirnya dibagi menjadi dua, yaitu Kahuripan/Jenggala dan Kediri/Panjalu.

Candi Peninggalan Kerajaan Kediri

Kediri sangat berjaya ketika dipimpin oleh Raja Jayabaya sejak 1135 hingga 1157 Masehi. Wilayah kekuasaannya hampir mencapai seluruh Jawa ketika itu.

Namun setelah Raja Jayabaya tak lagi menjabat, Kediri terus mengalami kemunduran. Keruntuhan Kediri terjadi pada masa kepemimpinan Raja Kertajaya di abad ke-13.

Candi Penataran

Candi Penataran
image by: destinasiku.com

Candi peninggalan Kerajaan Kediri yang pertama adalah Candi Penataran. Candi yang bercorak Hindu ini terletak di Penataran, Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Tepatnya ada di kaki Gunung Kelud sisi barat daya. Cuaca di candi ini sejuk dan cenderung dingin karena letaknya ada di 450 mdpl.

Sebenarnya, nama Penataran diambil dari nama desa tempat candi ini ditemukan. Dalam sebuah naskah, candi ini disebut sebagai Palah.

Peninggalan kerajaan Kediri yang satu ini merupakan candi terbesar yang ada di wilayah Jawa Timur.

Pembangunan Candi Penataran berlangsung pada masa pemerintahan Raja Srengga tepatnya pada tahun 1200 Masehi.

Pembangunan candi ini berlangsung lama karena selalu dilakukan penambahan sembari digunakan untuk upacara peribadatan.

Penambahan bangunan candi baru benar-benar selesai pada 1415 di bawah naungan kerajaan majapahit.

Candi Tondowongso

Candi Tondowongso
image by: jawapos.com

Candi Tondowongso termasuk candi yang relatif baru. Sebab penemuan dan penggalian candi baru berlangsung pada 2007 lalu. Lokasi penemuannya ada di Gayam, Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Menurut kondisi bangunan candi serta arca yang ditemukan, candi Tondowongso diperkirakan mulai dibangun sekitar tahun 800-an Masehi.

Sayangnya, nasib candi ini kurang baik karena tak mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah.

Padahal penemuan ini sangat penting untuk melengkapi sejarah Kerajaan Kediri yang pernah berjaya di masa lalu.

Candi Gurah

Candi Gurah
image by: http://bumikediri.blogspot.com

Candi Gurah merupakan peninggalan Kerajaan Kediri yang letaknya tidak jauh dari Tondowongso, keduanya hanya terpaut jarak sekitar 2 Km.

Candi yang satu ini ditemukan jauh sebelum penemuan Tondowongso. Lagi-lagi, nasibnya pun sama seperti Tondowongso, kurang diperhatikan karena minimnya dana. Bahkan sempat dikubur kembali.

Ukuran Candi Gurah yang ditemukan cukup kecil, hanya 9×9 meter saja. Para arkeolog berpendapat bahwa Gurah dan Tondowongso merupakan satu kesatuan dalam sebuah kompleks candi yang luas.

Candi Mirigambar

Candi Mirigambar
image by: wisatatulungagung.com

Nama candi Mirigambar diambil dari nama desa tempat ditemukannya, yaitu Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Candi yang satu ini merupakan peninggalan kerajaan Kediri yang mulai dibangun sekitar tahun 1100-an dan selesai pada akhir 1300-an.

Candi Tuban

Candi Tuban
image by: menaramadinah.com

Candi Tuban merupakan peninggalan Kerajaan Kediri yang menjadi korban ikonoklastik pada 1967.

Ikonoklastik merupakan upaya pemusnahan unsur-unsur yang dianggap sebagai berhala yang terjadi di Kabupaten Tulungagung.

Letak Candi Tuban ini sangat dekat dengan Candi Mirigambar, hanya berbeda desa. Sayangnya, candi bersejarah ini hanya tersisa kakinya saja.

Bahkan hingga saat ini belum ada rencana pemugaran untuk mengembalikan kondisi candi seperti sedia kala.

Prasasti Peninggalan Kerajaan Kediri

Kerajaan Kediri juga meninggalkan batu yang bertulis atau prasasti. Setidaknya ada 13 prasasti yang telah ditemukan diidentifikasi.

Besar kemungkinan masih ada prasasti lain yang masih terpendam dan belum ditemukan.

1. Prasasti Pamwatan dibuat pada 1042 Masehi. Isinya adalah penjelasan mengenai Daha yang menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Kediri yang saat itu masih bernama Panjalu.

2. Prasasti Banjaran dibuat pada 1052 Masehi. Isi dari prasasti ini adalah kisah Panjalu yang berhasil mengalahkan Jenggala dalam sebuah perang.

3. Prasasti Hantang, tahun 1052 M berisi penjelasan mengenai kondisi kerajaan Panjalu di bawah kepemimpinan Raja Jayabaya.

4. Prasasti Sirah Keting, tahun 1104 M berisi catatan sejarah bahwa Jayawarsa memberikan imbalan berupa tanah kepada masyarakat di desa.

5. Prasasti Padelegan tahun 1117 M merupakan prasasti yang dibuat oleh masyarakat Desa Pedelengan sebagai wujud baktinya terhadap Raja Kamesywara.

6. Prasasti Panumbangan dibuat dalam rangka peresmian Desa Panumbangan sebagai desa yang tak perlu membayarkan pajak kepada pemerintah kerajaan Kediri pada tahun 1120 M yang.

7. Prasasti Ngantang dibuat ketika Raja Jayabaya memberikan imbalan berupa tanah kepada masyarakat di Desa Ngatang pada 1135 Masehi.

8. Prasasti Talan meresmikan Desa Talan sebagai desa yang menerima anugerah Sima, sehingga tak perlu membayar pajak. Prasasti tersebut dibuat pada 1136.

9. Prasasti Jaring dibuat pada 1181 Masehi yang berisi daftar nama pejabat di Kerajaan Kediri namun disamarkan menjadi nama hewan. Contohnya adalah Macan Kuning dan Kebo Waruga.

10. Prasasti Kamulan berisi tentang sejarah berdirinya Kabupaten Trenggalek serta kondisi wilayah tersebut di bawah kepemimpinan Raja Kertajaya pada 1194 Masehi.

11. Prasasti Galunggung diperkirakan dibuat pada 1201 Masehi. Sayangnya, tulisan di batu ini telah hilang sehingga tak bisa dibaca. Lokasi penemuan Prasasti Galunggung di Kabupaten Tulungagung. Lebih tepatnya di desa kecamatan Rejotangan.

12. Prasasti di Tulungagung dan Kertosono tidak jelas tahun pembuatannya, namun isinya masih bisa dibaca. Isinya adalah ajaran agama yang dibawa oleh Raja Kamesywara.

13. Prasasti Ceker diberikan kepada masyarakat di desa Ceker sebagai wujud terima kasih pemerintah karena desa tersebut sangat berpengaruh terhadap kejayaan kerajaan Kediri.

Kitab Peninggalan Kerajaan Kediri

Kerajaan Kediri juga meninggalkan beberapa kitab yang dapat Anda lihat pada tabel di bawah ini.

Nama KitabPenulisIsi
Kitab BaratayudaEmpu Sedah dan Empu PanuluhKisah terjadinya perang saudara antara Jenggala melawan Panjalu.
Kitab KresyanaEmpu TrigunaRiwayat seorang anak bernama Kresna yang nakal namun suka menolong sehingga disukai oleh banyak orang.
Kitab WertasancayaEmpu Tan AkungCara atau petunjuk untuk membuat syair yang baik dan indah.
Kitab SmaradhahanaEmpu DharmajaPujian terhadap raja yang sedang berkuasa saat itu sebagai titisan Dewa Karna.
Kitab LubdakaEmpu Tan AkungKisah seorang pemburu bernama Lubdaka yang masuk neraka. Namun akhirnya rohnya masuk surga berkat pemujaan yang dilakukannya serta pertolongan dari Dewa.
Kitab HariwangsaEmpu PanuluhSilsilah keluarga serta keturunan dari Dewa Wisnu atau yang disebut Sang Hari.
Kitab GatotkacasrayaEmpu PanuluhKisah Gatotkaca, seorang pahlawan yang berhasil mempersatukan Abimanyu, putra dari Arjuna, dengan seorang perempuan bernama Siti Sundhari.
Kitab SumarasantakaEmpu MonagunaCerita seorang Bidadari cantik bernama Harini yang terkenal untuk Begawan Trenawindu.
Kitab Arjuna WiwahaKisah seorang prajurit bernama Arjuna yang menerima hukuman penjara di Gunung Mahameru.
Kitab Ling Way TaitaCerita kehidupan dan kondisi pemerintahan Kerajaan Kediri di lingkungan istana atau benteng.
Kitab MahabrataKisah tentang perang besar antara Pandawa melawan Kurawa. Pandawa merupakan keturunan Bharata sedangkan Kurawa adalah keturunan Hastinapur.

Ada banyak peninggalan yang tersisa dari masa pemerintahan Kerajaan Kediri, seperti candi, prasasti, serta kitab yang telah dibahas di atas. Sayangnya, tak semua peninggalan diperlakukan dengan baik. Padahal peninggalan tersebut sangat berarti bagi sejarah dan budaya bangsa ini.