20+ Macam Macam Konjungsi Beserta Contohnya Lengkap dan Detail

Macam Macam Konjungsi
image by: digitalmarketinginstitute.com

Warta News – Macam macam konjungsi menjadi salah satu materi yang perlu dipelajari dalam tata bahasa Indonesia.

Konjungsi merupakan ungkapan yang menghubungkan kata, frasa, klausa, dan kalimat. Anda bisa melihat berbagai macam contoh konjungsi pada artikel ataupun karya tulis.

Penggunaan konjungsi sangat penting dalam sastra dan bahasa. Hal ini untuk memberikan makna tertentu dalam setiap paragraf, kalimat, maupun frasa.

Oleh karena itu, konjungsi harus digunakan dengan tepat agar sebuah karya tulis menarik dibaca tidak hanya bagian awalnya saja.

Macam Macam Konjungsi

Macam Macam Konjungsi
image by: hdnux.com

Macam-macam konjungsi bisa dilihat dari beberapa sisi. Salah satunya adalah berdasarkan fungsinya sebagai penjelas hubungan sebab-akibat, hubungan penegasan, hubungan waktu, hubungan kebalikan, dan lain sebagainya.

Seperti yang telah diketahui, konjungsi memang seringkali digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun karya tulis.

Hal ini menyebabkan konjungsi penting dipelajari ketika Anda hendak membuat karya tulis atau artikel.

Tentunya, penggunaan konjungsi yang baik yang benar dapat membuat karya tulis Anda menarik, masuk akal, dan enak dibaca dari awal hingga akhir.

Konjungsi yang umum diketahui ada beberapa macam. Namun, pengelompokan tersebut juga dilakukan berdasarkan pertimbangan tertentu.

Selain itu, fungsi dari konjungsi juga ternyata berbeda-beda. Jika Anda salah menempatkannya, kalimat yang panjang sekalipun bisa memiliki arti yang berbeda.

Secara umum, macam macam konjungsi dapat dibagi menjadi dua, yaitu konjungsi antar kalimat dan konjungsi antar klausa.

Konjungsi antar klausa masih dikelompokkan lagi menjadi dua bagian, yaitu konjungsi subordinatif dan konjungsi koordinatif.

1. Konjungsi Antar Klausa

Konjungsi ini dikenal pula dengan nama konjungsi intra kalimat . Konjungsi antar klausa merupakan kata yang menghubungkan klausa pokok/induk dengan klausa anak dalam sebuah kalimat.

Biasanya, Anda bisa menemukan konjungsi jenis ini di tengah-tengah kalimat. Konjungsi ini dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu konjungsi subordinatif dan konjungsi koordinatif.

Konjungsi Koordinatif

Konjungsi koordinatif berperan untuk membuat suatu kalimat setara. Artinya, konjungsi ini nantinya akan menghubungkan dua buah kalimat atau lebih sehingga menjadikannya setara.

Berikut yang termasuk ke dalam konjungsi koordinatif:

– Penghubung bersifat bertentangan= sedangkan, meski, padahal
– Penghubung bersifat perlawanan= melainkan, tetapi, namun
– Penghubung bersfat pemilihan= atau, maupun, ataupun
– Penghubung bersifat penambahan= serta, dan

Konjungsi Subordinatif

Dikatakan konjungsi subordinatif karena konjungsi ini berperan untuk menghubungkan dua buah klausa yang tidak setara. Adapun beberapa kata hubung yang termasuk konjungsi subordinatif adalah sebagai berikut.

– Penghubung atribut= bersifat hanya sebagai ‘atribut’ dalam sebuah klausa atau kalimat, contohnya adalah kata ‘yang’

– Pengubung tujuan= berguna ketika Anda membuat karya tulis berupa langkah-langkah atau karya ilmiah lain, contoh konjungsi ini adalah ‘biar’, ‘agar’, dan ‘supaya’.

– Penghubung syarat= berguna bagi seseorang yang hendak menuliskan sesuatu yang membutuhkan persyaratan. Misalnya ‘bila’, ‘bilamana’, ‘manakala’, ‘jika’, ‘kalau’, dan ‘bilamana’.

– Penghubung waktu= sesuai dengan namanya, konjungsi ini diungkapkan melalui kata ‘sejak’, ‘selama’, ‘sewaktu’, ‘sambil’, ‘setelah’, ‘sehabis’, ‘sebelum’, ‘tatkala’, ‘sedari’, dan ‘begitu’.

– Penghubung permisalan= dipakai ketika seseorang melakukan pengandaian dengan menggunakan kata ‘andaikan’, ‘seandainya’, dan ‘umpamanya’.

– Penghubung konsesif= merupakan konjungsi perbandingan misalnya ‘biarpun’, ‘walaupun’, dan ‘sekalipun’.

– Penghubung penyebab= konjungsi yang menjelaskan penyebab suatu hal, contohnya ‘karena’ dan ‘sebab’.

– Penghubung akibat= konjungsi ini digunakan untuk mengungkapkan akibat dari suatu hal, contohnya adalah ‘sehingga’ dan ‘makanya’.

– Penghubung cara= konjungsi untuk mengungkapkan cara atau metode, contohnya ‘dengan’ dan ‘tanpa’.

– Penghubung perbandingan= konjungsi yang digunakan untuk membandingkan suatu hal, contohnya ‘sebagaimana’, ‘laksamana’, ‘ibarat’, ‘seolah-olah’.

– Penghubung penjelas= digunakan sebagai kata penjelas, contohnya ‘bahwa’.

2. Konjungsi Antar Kalimat

Konjungsi ini menghubungkan satu kalimat dengan yang lainnya sehingga menciptakan suatu makna tertentu.

Dalam suatu karya ilmiah atau artikel, konjungsi antar kalimat memang banyak digunakan. Hal ini karena fungsinya yang beranekaragam.

Diantaranya adalah untuk mengungkapkan kelanjutan, pertentangan, keadaan, konsekuensi, dan lain-lain.

– Ungkapan konsekuensi: ‘akibatnya, ‘dengan demikian’.
– Ungkapan kebalikan: ‘sebaliknya’.
– Ungkapan kelanjutan: ‘sesudah itu’, ‘kemudian’, ‘selanjutnya’.
– Ungkapan pendahulu: ‘sebelum itu’, ‘sebelumnya’.
– Ungkapan penguatan: ‘tak hanya itu’, ‘malahan’, ‘bahkan’.
– Ungkapan keadaan: ‘bahwasanya’, ‘sesungguhnya’.
– Ungkapan pertentangan: ‘sayangnya’, ‘akan tetapi’, ‘namun’.
– Ungkapan penambahan: ‘lagi pula’, ‘selain itu’.
– Ungkapan kesediaan: ‘meskipun demikian’, ‘biarpun begitu’, ‘walau begitu’.

Macam Macam Konjungsi Berdasarkan Fungsinya

Macam macam konjungsi juga dibedakan berdasarkan fungsinya, yaitu sebagai berikut.

– Konjungsi aditif: digunakan untuk menhubungkan dua kalimat,klausa, frasa, dan kata dalam kedudukan yang setara. Misalnya: ‘serta’, ‘dan’, ‘lagi pula’, ‘lagi’.

– Konjungsi pertentangan: konjungsi untuk menghubungkan dua bagian kalimat yang bertentangan namun sederajat. Misalnya: ‘melainkan’, ‘tetapi’, ‘sedangkan’, ‘namun’.

– Konjungsi disjungtif: konjungsi ini digunakan untuk menggabungkan dua unsur yang setara dengan meletakkan salah satunya atau lebih. Misalnya: ‘entah’, ‘maupun’, ‘atau’.

– Konjungsi waktu: digunakan untuk menjelaskan hubungan antar peristiwa baik yang setara maupun lebih salah satunya. Misalnya ‘hingga’, ‘ketika’, ‘apabila’, ‘bila’, ‘sambil’, ‘sampai’, ‘sebelum’, ‘sementara’, ‘sejak’, ‘sesudah’, ‘setelah’.

– Konjungsi final: penggunaannya untuk menjelaskan tujuan atau maksud suatu hal atau peristiwa. Contohnya adalah ‘agar’, ‘supaya’, ‘guna’

– Konjungsi kausal: digunakan untuk mengungkapkan penyebab suatu kejadian tertentu. Contohnya adalah ‘sebab itu’, ‘karena’, ‘sebab’, ‘karena itu’.

– Konjungsi konsenkutif: berfungsi untuk menjelaskan mengapa suatu peristiwa bisa terjadi. Misalnya kata ‘akibatnya’, ‘sampai’, ‘sehingga’.

– Konjungsi tak bersyarat: digunakan untuk menjelaskan bahwa suatu peristiwa bisa terjadi tanpa mempertimbangkan syarat tertentu. Misalnya ‘biarpun’, ‘walaupun’, ‘meskipun’.

– Konjungsi perbandingan: penggunaannya untuk melakukan perbandingan dua hal yang berbeda. Misalnya ‘seakan-akan’,’ibarat’, ‘daripada’, ‘bagaikan’, ‘bagai’, ‘seperti’.

– Konjungsi kondisional: penggunaannya untuk menjelaskan bahwa suatu peristiwa bisa terjadi dengan syarat tertentu. Misalnya ‘jikalau, ‘jika’, ‘bila’, ‘asalkan’, ‘bilamana’, ‘kalau’.

– Konjungsi korelatif: digunakan untuk menghubungkan dua buah kalimat yang berhubungan satu sama lain dan saling mempengaruhi. Contohnya adalah ‘kian’, ‘semakin’, ‘sedemikian rupa’, ‘sehingga’, ‘bertambah’.

– Konjungsi penegas: digunakan untuk meringkas atau menegaskan bagian kalimat yang telah diungkapkan. Misalnya ‘umpama’, ‘yaitu’, ‘bahkan’, ‘misalnya’.

– Konjungsi penjelas: konjungsi yang digunakan untuk merincikan bagian kalimat tertentu. Contohnya ‘bahwa’.

– Konjungsi konsesif: penggunaannya adalah untuk membenarkan atau menolak suatu hal dengan menhubungkan dua hal tersebut. Misalnya ‘sekalipun’, ‘walaupun’, ‘biarpun’, ‘meskipun’.

– Konjungsi urutan: digunakan untuk mengungkapkan adanya urutan atau langkah-langkah dalam suatu kalimat. Contohnya ‘kemudian’, ‘mula-mula’, ‘lalu’.

– Konjungsi pembatasan: digunakan untuk melakukan pembatasan terhadap suatu hal atau kejadian. Contohnya adalah ‘antara lain’, ‘terutama’, ‘contoh’, ‘misalnya’, ‘umpama’.

– Konjungsi penanda: digunakan untuk melakukan penandaan terhadap suatu hal atau kejadian. Misalnya ‘terutama’, ‘antara lain’, ‘umpama’, ‘contoh’.

– Konjungsi situasi: digunakan untuk menjabarkan suatu tingkah laku dan berlangsung di momen tertentu. Misalnya ‘sambil’, ‘padahal’, ‘sedangkan’, ‘sedang’.

Macam-macam konjungsi seperti yang disebutkan di atas memang perlu dipelajari untuk menghasilkan pola kalimat yang benar.

Terlebih jika Anda sedang menyusun sebuah karya tulis, tentunya penggunaan konjungsi sangat diperlukan.

Oleh karena itu, mempelajari jenis macam macam konjungsi satu per satu bisa menjadi solusi agar tulisan yang Anda menghasilkan makna yang sesuai.