4 Letak Astronomis Indonesia, Definisi dan Dampak Secara Lengkap

Letak Astronomis Indonesia
image by: vexels.com

Warta News – Letak astronomis Indonesia adalah sebuah informasi mengenai “alamat” Indonesia di Bumi. Tidak hanya rumah, sebuah negara juga memiliki alamat, loh.

Penentuan alamat ini berdasarkan perhitungan dari garis lintang dan garis bujur yang melintas di permukaan Bumi.

Meski hanya garis imajiner, namun kedua garis ini sangat penting dijadikan acuan penentuan lokasi atau letak sebuah negara.

Apa Definisi Letak Astronomis?

Definisi Letak Astronomis
image by: londonandpartners.com

Secara umum definisi letak astronomis adalah penentuan letak pada sebuah wilayah berdasarkan garis lintang dan bujur.

Garis lintang sendiri merupakan sebuah garis imajiner (tidak nyata), namun garis ini diasumsikan sebagai garis yang membagi wilayah bumi menjadi bagian utara dan selatan (garis horizontal). Garis lintang utara (LU) dan lintang selatan (LS) pada setiap wilayah akan berbeda.

Sedangkan garis bujur adalah garis yang membelah sisi bumi menjadi bagian barat dan timur (garis vertikal), garis bujur juga bersifat imajiner.

Batas yang menentukan sebuah negara dikatakan timur atau barat yaitu Kota Greenwich (Inggris).

Jika sebuah negara ada di sisi kanan Greenwich, maka berada pada bujur timur (BT), sebaliknya jika berada di sisi kirinya maka disebut bujur barat (BT).

Dimana Letak Astronomis Indonesia?

Dimana Letak Astronomis Indonesia
image by: ruangguru.com

Setelah tahu definisi letak astronomis, sekarang saatnya Anda mengetahui dimana letak Indonesia secara astronomis.

Letak astronomis Indonesia ditulis dengan kode 6 derajat dLU – 11 derajat LS dan 95 derajat BT – 141 derajat BT. Arti dari kode tersebut yaitu:

1. 6 derajat LU artinya menunjukkan letak pulau yang berada paling ujung barat Indonesia, pulau yang dimaksud yaitu Pulau Weh, Provinsi Aceh.

2. 11 derajat LS artinya menunjukkan pulau yang terletak di ujung selatan Indonesia, yaitu Pulau Rote di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

3. 95 derajat BT ditujukan untuk Pulau Breueh, Provinsi Aceh. Pulau ini berlokasi di sisi paling barat Indonesia.

4. Terakhir yaitu 141 derajat BT, letak ini ditujukan untuk Merauke, Papua. Merauke merupakan pulau paling timur di wilayah Indonesia.

Letak-letak tersebut pastinya tidak hanya sekedar “alamat” Indonesia di bumi, tapi lebih dari itu terdapat beberapa pengaruh yang bisa dirasakan oleh Indonesia.

Bagaimana Pengaruh Garis Lintang dan Bujur bagi Indonesia?

Garis lintang dan bujur ternyata memberikan pengaruh secara spesifik, meskipun sebenarnya garis ini tidak benar-benar ada di belahan bumi.

1. Garis Lintang

Indonesia berada dalam titik 6 derajat lintang utara (LU) dan 11 derajat lintang selatan (LS). Hal ini membuat Indonesia mengalami beberapa hal berikut:

a. Terletak pada lintang rendah, sehingga membuat Indonesia terasa panas (tropis).

b. Intensitas curah hujan cenderung tinggi.

c. Kelembaban udara juga tinggi.

2. Garis Bujur

Berdasarkan garis bujur, Indonesia terletak pada titik 96 derajat bujur timur (BT) dan 141 derajat bujur timur (BT).

Letak astronomis Indonesia berdasarkan garis bujur ini mengakibatkan wilayah Indonesia terbagi menjadi 3 waktu.

Apa Saja Pengaruh Letak Astronomis Bagi Indonesia?

Secara lebih detail, berikut adalah beberapa pengaruh yang bisa kita rasakan sebagai warga Indonesia.

1. Pembagian Waktu

Seperti yang sudah dikatakan sekilas diatas, Indonesia memiliki 3 waktu, yaitu WIB, WITA, dan WIT? 3 jenis waktu ini merupakan pengaruh dari adanya letak astronomis, khususnya garis bujur.

Pembagian waktu ini sudah resmi disahkan oleh Pemerintah sejak tahun 1987, tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 41.

a. WIB (Waktu Indonesia bagian Barat)

Penentuan WIB berdasarkan pada garis 1-5 derajat BT (bujur timur). Daerah-daerah yang termasuk dalam jangkauan wilayah WIB diantaranya yaitu:

1) DKI Jakarta
2) Jawa Barat
3) Jawa Tengah
4) Jawa Timur
5) Banten
6) Daerah Istimewa Yogyakarta
7) Aceh
8) Sumatera Utara
9) Sumatera Barat
10) Kepulauan Riau
11) Jambi
12) Riau
13) Sumatera Selatan
14) Bangka Belitung
15) Lampung
16) Bengkulu
17) Kalimantan Tengah
18) Kalimantan Barat

b. WITA (Waktu Indonesia bagian Tengah)

WITA adalah waktu yang berada di bagian tengah Indonesia. Perhitungannya berdasarkan garis 120 derajat di bujur timur (BT).

WITA memiliki waktu yang berselisih 1 jam lebih cepat dengan WIB. Jika pada WIB pukul 7 pagi, maka di zona WITA akan menunjukkan pukul 8 pagi. Cakupan daerahnya meliputi:

1) Bali
2) Kalimantan Utara
3) Kalimantan Timur
4) Kalimantan Selatan
5) Sulawesi
6) Nusa Tenggara Barat (NTB)
7) Nusa Tenggara Timur (NTT)

c. WIT (Waktu Indonesia bagian Timur)

Terakhir yaitu WIT, wilayah cakupannya berada di bagian timur Indonesia. Waktu yang ada pada zona ini memilih selisih 1 jam lebih cepat dengan WITA, dan selisih 2 jam lebih cepat dengan WIB.

Misalnya pukul 7 pagi WIB, maka di WITA pukul 8 pagi, dan di zona WIT pukul 9 pagi. Perhitungan ini mengacu pada garis 135 derajat BT (bujur timur). Daerah yang menggunakan WIT yaitu:

1) Maluku
2) Papua

2. Jenis Iklim

Selain berpengaruh dalam pembagian waktu, letak astronomis Indonesia juga menyebabkan adanya iklim yang sedikit berbeda dari negara-negara lainnya.

Iklim di Indonesia berjenis tropis atau panas, maka tidak heran jika sebagian besar wilayah di Indonesia sering mengalami cuaca panas.

Selain itu posisi wilayah Indonesia juga menjadi rute pergerakan angin muson barat dan timur. Pergerakan angin ini mengakibatkan Indonesia mengalami 2 jenis musim, yaitu penghujan dan panas (kemarau).

3. Matahari Bersinar Sepanjang Tahun

Salah satu penyebab cuaca di Indonesia terasa panas yaitu karena matahari bersinar sepanjang tahun. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi Indonesia.

Seperti yang kita tahu bahwa matahari merupakan sumber energi bagi semua makhluk, termasuk di dalamnya hewan dan tumbuhan. Matahari juga mempermudah kebutuhan manusia, misalnya dalam pembuatan PLTS.

4. Keanekaragaman Hayati

Masih berkaitan dengan matahari, pengaruh selanjutnya yaitu Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati, baik flora (tumbuhan) maupun fauna (hewan).

Tumbuhan dan hewan bisa hidup dan berkembang biak dengan baik di Indonesia salah satunya karena pengaruh sinar matahari.

Hal ini cukup berbeda dengan negara lain yang terkadang tidak mendapatkan sinar matahari sama sekali.

5. Durasi Waktu Siang dan Malam Seimbang

Letak astronomis Indonesia juga menyebabkan durasi waktu antara siang dan malam seimbang, yaitu sama-sama 12 jam.

Hal ini membuat Indonesia menjadi beruntung karena tidak akan merepotkan dalam beberapa hal.

Misalnya terkait jam kerja, sekolah, bahkan jam puasa untuk warga muslim. Di negara lain, ada yang waktu siangnya lebih lama dibanding waktu malamnya.

Meski secara umum letak astronomis Indonesia memberikan pengaruh yang positif, namun ada juga sisi negatifnya.

Misalnya, Indonesia hanya memiliki 2 musim saja, tidak sama dengan negara lain yang memiliki musim salju atau musim semi yang indah.

Selain itu Indonesia juga cukup rawan mengalami badai tropis. Badai tersebut terjadi akibat pusaran angin yang cukup kencang akibat suhu yang ekstrim.