4 Daur Hidup Ular dan Penjelasannya Lengkap

Daur Hidup Ular
image by: sciencemag.org

Warta News – Daur hidup ular tidak tergolong ke dalam metamorfosis. Hal tersebut dikarenakan dalam perkembangannya dari awal hingga dewasa ular tidak mengalami perubahan secara fisik.

Sedangkan metamorfosis merupakan urutan perkembangan hewan secara bertahap dan mengalami perubahan fisik/bentuk. Sehingga daur hidup ular termasuk ke dalam non metamorfosis.

Pengenalan Tentang Ular

ular
image by: voanews.com

Sebelum Anda mempelajari tentang daur hidup ular, sebaiknya Anda paham terlebih dahulu mengenai pengertian ular. Ular adalah hewan yang termasuk ke dalam kelompok reptilia yang tidak memiliki kaki. Ular mempunyai bentuk tubuh yang panjang dengan ukuran yang beragam.

Ular memiliki banyak jenis atau spesies yang semuanya dikelompokkan menjadi satu sub ordo. Sub ordo yang dimaksud adalah Serpentes, anggota dari reptil bersisik atau ordo Squamata.

Dari keseluruhan anggota Squamata, ular diklasifikasikan pada golongan reptilia berbadan panjang dan jauh berbeda dengan kadal (cabang Ophidia).

Ular menjadi salah satu anggota reptilia yang jumlahnya tersebar luas di seluruh dunia. Bahkan di tempat yang ekstrim seperti di gurun juga terdapat ular. Menurut penelitian kadal tanah pada zaman Jurassic merupakan asal-usul ular pada zaman sekarang. Sehingga keberadaan ular telah diketahui sejak lama sekali.

Ciri yang paling menonjol dari hewan ini yakni ular tidak pernah menutup mata sepanjang masa karena tidak memiliki kelopak mata. Ular tidak mempunyai indera pendengaran.

Bentuk lidah ular sangat runcing dan berukuran panjang. Habitat ular sangat bermacam-macam karena memang hewan ini tersebar di berbagai tempat di seluruh dunia.

Seringkali ular ditemukan di kawasan hutan, gurun, padang rumput, danau, sungai, dan lain sebagainya. Bahkan yang sering membuat takut yakni ular ditemukan di sawah atau ladang pertanian masyarakat. Salah tempat yang tidak bisa menjadi habitat ular adalah kutub atau tempat yang selalu dingin.

Siklus Daur Hidup Ular

Siklus hidup ular
image by: pinterest.com

Sama seperti hewan lainnya ular juga mengalami siklus hidup mulai dari lahir hingga dewasa. Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa daur hidup ular merupakan non metamorfosis.

Ular tidak mengalami perubahan bentuk atau secara fisik. Berikut merupakan tahapan siklus hidup ular dengan penjelasannya:

1. Perkawinan

Sama seperti hewan lainnya, daur hidup ular juga diawali dengan perkawinan atau fertilisasi. Ular biasanya melakukan proses fertilisasi ketika musim kawin bagi ular tiba. Diawali saat ular betina dewasa menarik ular jantan dewasa dengan cara meninggalkan jejak feromon.

Pada beberapa jenis spesies ular jantan akan melakukan sesuatu hal untuk menarik perhatian ular betina. Contohnya pada ular kobra, pejantan melakukan sebuah tarian agar bisa memenangkan kompetisi untuk mendapat betina. Umumnya pejantan dengan tubuh paling besar akan menjadi pemenang.

Pada saat proses perkawinan berlangsung ular jantan akan menggosok bagian bawah tubuh betina dengan kepalanya. Hal tersebut bertujuan untuk merangsang ular betina. Ular jantan dewasa mempunyai dua alat reproduksi yang berfungsi untuk menyalurkan sperma ke dalam saluran ovum betina.

2. Telur Ular

Setelah terjadi pembuahan maka ular dapat menghasilkan telur. Sel telur akan dilepaskan dari ovarium menuju tempat penyimpanan sperma. Kemudian sperma membuahi sel telur sebelum telur dikeluarkan dari tubuh betina. Butuh waktu sekitar 9 minggu untuk ular dapat mengeluarkan telurnya.

Ular betina akan membuat sarang untuk meletakkan telur-telur agar aman hingga menetas. Jumlah telur yang dikeluarkan ular betina berbeda-beda tergantung spesiesnya.

Misalnya ular kobra dapat mengeluarkan telur dengan jumlah 16 hingga 65 per tahun. Sarang ular biasanya ditutupi dengan dedaunan kering lalu ular betina akan berbaring di atasnya (dierami).

Biasanya ular akan menggerakkan tubuhnya supaya bisa menghasilkan panas. Proses tersebut dinamakan dengan masa inkubasi hingga telur ular menetas. Butuh waktu sekitar 45 – 80 hari untuk telur ular menetas menjadi bayi ular.

3. Bayi Ular

Setelah telur ular dierami oleh induknya dan sudah cukup waktu maka telur akan menetas menjadi bayi ular. Ukuran bayi ular bermacam-macam tergantung pada spesiesnya. Bayi ular kobra yang baru menetas memiliki ukuran sekitar 15 hingga 19 inci.

Bayi ular yang baru menetas mampu bertahan selama kurang lebih dua minggu tanpa makanan. Hal tersebut dikarenakan terdapat kantung kuning telur di perut ular yang berperan untuk memberi pasokan makanan. Meskipun begitu bayi ular tetap akan berusaha mencari makanan karena tetap merasa lapar.

4. Dewasa

Bayi ular akan terus mengalami perkembangan dan pertumbuhan hingga menjadi dewasa. Rata-rata ular akan mencapai dewasa dalam waktu 2-4 tahun, namun hal ini juga beragam tergantung pada jenis ular. Adapun ular kobra butuh waktu sekitar 4-6 tahun untuk bertumbuh menjadi dewasa.

Ular dewasa memiliki ukuran panjang dan berat yang berbeda-beda tergantung jenisnya. Contoh ular kobra dewasa memiliki panjang dari 3 – 7 kaki dan berat sekitar 20 pon. Ada jenis ular yang berbahaya dan ada juga jenis ular yang tidak berbahaya. Ular dapat berbahaya karena taring mereka mengandung racun.

Jadi ular yang berbahaya tersebut bukan berarti beracun melainkan berbisa. Faktanya manusia dapat memakan daging ular. Akan tetapi gigitan ular yang berbisa sangat berbahaya bahkan dapat menyebabkan kematian di beberapa kasus. Ular dewasa juga mempunyai metabolisme yang lambat yang membuat mereka dapat hidup berhari-hari tanpa makan.

Dalam daur hidup ular akan menghilangkan kulit lama dan mengganti dengan kulit yang baru. Tujuan dari pergantian kulit ular adalah untuk membuang bakteri yang ada pada tubuhnya. Sehingga tak heran jika sering dijumpai kulit ular yang terkelupas di tengah hutan atau di habitat ular lainnya.

Cara Berkembang biak Ular

Cara Berkembang biak Ular
image by: abcotvs.com

Dalam daur hidup ular pasti akan selalu melibatkan cara berkembangbiak ular. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa ular akan mengalami fertilisasi sebelum mengeluarkan telurnya. Namun tahukah Anda bahwa cara ular berkembangbiak berbeda-beda tergantung pada spesiesnya.

Secara keseluruhan ular dapat berkembangbiak dengan tiga cara yakni:
• Ovipar
• Vivipar, dan
• Ovovivipar.

1. Vivipar

Beberapa jenis ular berkembangbiak dengan cara melahirkan (vivipar). Contoh jenis ular yang berkembangbiak secara vivipar adalah Boa constrictor dan green anaconda.

Kedua hewan tersebut akan melahirkan anaknya dalam kondisi di dalam plasenta. Saat sudah lahir bayi ular akan menggigit plasenta agar robek sehingga bisa bebas.

2. Ovipar

Mayoritas jenis ular atau sekitar 70% berkembangbiak dengan cara bertelur (Ovipar). Contoh jenis ular yang berkembangbiak secara ovipar adalah ular rumput, ular tikus, mamba, kobra, dan masih banyak lagi. Ada sebagian ular yang mengeluarkan telur dan langsung ditinggal begitu saja dan ada sebagian yang harus mengerami hingga menetas.

3. Ovivivipar

Kemudian ular yang berkembangbiak secara ovovivipar sebenarnya mereka bertelur. Namun telurnya tidak langsung dikeluarkan melainkan ditahan di dalam tubuh hingga menetas. Pada saat menetas bayi ular akan langsung dikeluarkan dari tubuh induknya. Sehingga pada saat dikeluarkan bayi ular sudah dalam keadaan siap bergerak.

Ular merupakan hewan karnivora yang dapat berbahaya bagi makhluk hidup lainnya. Namun tidak semua ular memiliki racun berbisa yang dapat membahayakan.

Karena cara perkembangbiakan ular berbeda-beda maka secara keseluruhan daur hidup ular juga berbeda-beda. Namun perbedaan tersebut hanya terletak pada perkembangbiakannya saja.