4 Daur Hidup Ubur Ubur Secara Berurutan Lengkap dan Jelas

Daur Hidup Ubur Ubur
image by: sciencebuzz.com

Warta News – Daur hidup ubur ubur adalah proses atau urutan perkembangan ubur-ubur dari lahir hingga dewasa dan dapat melahirkan.

Ubur-ubur merupakan salah satu hewan yang hidup di laut bebas. Spesies dari ubur-ubur sangat beragam, mulai dari yang berbahaya hingga tidak berbahaya bagi makhluk hidup lainnya.

Ubur-ubur dikenal dengan kemampuan menyengatnya untuk melindungi diri. Sengatan ubur-ubur dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Bahkan ada beberapa kasus menyatakan bahwa sengatan ubur-ubur dapat menimbulkan kematian. Daur hidup ubur ubur hampir sama pada segala spesies atau jenis ubur-ubur sehingga mudah untuk Anda pelajari.

Pengertian Ubur ubur

Siklus Ubur Ubur
image by: geographical.co.uk

Ubur-ubur adalah salah satu hewan yang termasuk ke dalam kingdom Animalia dan hidup di dalam air laut. Ubur-ubur yang dimaksud disini adalah hewan dari filum Cnidaria dan kelas Scyphozoa. Tubuh ubur-ubur dikelilingi oleh beberapa lengan halus yang biasa disebut dengan tentakel. Terdapat racun nematokis pada tentakel ubur-ubur dan digunakan sebagai perlindungan diri.

Dalam daur hidup ubur ubur mengalami pergiliran keturunan yang melibatkan dua fase, yakni fase polip dan fase medusa. Fase polip merupakan fase dimana ubur-ubur hanya bisa menetap di dasar perairan. Sedangkan pada fase medusa ubur-ubur mampu berenang bebas di perairan laut.

Mayoritas ubur-ubur akan beraktivitas pada malam hari. Akan tetapi, saking banyaknya spesies ada beberapa ubur-ubur yang beraktivitas pada siang hari.

Ubur-ubur memiliki ukuran tubuh yang sangat beragam tergantung pada spesies ubur-ubur tertentu. Hampir semua jenis ubur-ubur memiliki warna dominan putih dan transparan pada saat berada di dalam air.

Siklus Daur Hidup Ubur ubur

Daur Hidup Ubur Ubur
image by: idschool.net

Hampir semua jenis atau spesies ubur-ubur memiliki siklus hidup yang sama mulai dari lahir hingga dewasa. Dalam daur hidup ubur ubur mengalami metagenesis (pergiliran keturunan) dan mirip dengan daur hidup Obelia sp. Berikut merupakan tahapan yang dilalui ubur-ubur selama hidupnya:

1. Telur dan Sperma

Ubur-ubur dewasa baik jantan maupun betina mempunyai gonad (organ reproduksi yang menghasilkan telur dan sperma). Oleh karena itu sama seperti hewan lainnya, ubur-ubur juga bereproduksi secara seksual.

Ubur-ubur jantan yang sudah dewasa akan mengeluarkan spermanya dan masuk ke dalam tubuh ubur-ubur betina melalui lubang mulut.

Ada beberapa spesies ubur-ubur yang meletakkan telurnya pada sekitar mulut, bagian atas tentakel yang disebut dengan kantong induk. Seiring berjalannya waktu telur akan dibuahi oleh sperma dari ubur-ubur jantan.

Telur ubur-ubur yang berhasil dibuahi sperma akan menempel pada tentakel betina yang biasa disebut dengan oral arm.

2. Larva Planula

Setelah telur ubur-ubur dibuahi maka akan berkembang dari zigot menjadi embrio. Butuh waktu beberapa saat untuk embrio menetas menjadi larva planula. Berikut tahapan perubahan zigot ubur-ubur menjadi larva planula:

– Zigot akan membelah secara mitosis dan menghasilkan dua sel.

– Hasil pembelahan mitosis pada zigot akan berkembang menjadi morula. Morula adalah kumpulan banyak sel hasil pembelahan.

– Apabila morula telah terbentuk secara sempurna maka tahap selanjutnya yaitu berubah bentuk menjadi blastula. Pada bentuk ini terdapat rongga di bagian pusat morula dan berisi dengan cairan (blastocoel).

– Beberapa saat kemudian blastula akan ditumbuhi dengan lapisan yang berguna untuk melindungi tubuhnya. Lapisan tersebut ada dua, yakni lapisan endoderm dan lapisan ektoderm. Bentuk ini dinamakan dengan gastrula.

– Setelah gastrula terbentuk maka tahap terakhir adalah pembentukan sebuah planula. Lapisan luar gastrula akan berubah menjadi silia dan tubuhnya akan memanjang. Karena adanya silia tersebut maka bentuk ini sering disebut dengan larva bersilia.

Larva planula yang telah terbentuk akan terlepas dari oral arm dan mengambang selama beberapa hari di dalam laut. Meskipun hanya mengambang di dalam air, namun larva planula tetap mengalami perkembangan yaitu hilangnya silia. Setelah silia hilang larva planula kembali menempel pada sebuah substrat jika tidak predator yang memakannya.

3. Polip

Substrat yang biasa ditempeli oleh larva planula berada di dasar laut dengan permukaan keras. Setelah menempel pada substrat larva planula akan berkembang dan berubah menjadi polip (skifistoma). Polip memiliki bentuk menyerupai batang silinder dan hidup secara koloni. Polip memiliki sebuah cakram di bagian bawah untuk menempel pada substrat.

Pada bagian atas polip terdapat lubang mulut dengan lengan/tentakel di sekelilingnya. Cakram yang berada di bagian bawah polip disebut dengan stolon. Pada saat polip sudah dewasa stolon mampu membentuk polip baru dengan menggunakan batangnya. Pembentukan polip baru tersebut akan menjadi sebuah koloni dan biasa disebut dengan strobilasi.

Seiring berjalannya waktu polip akan terus tumbuh dan bertambah besar. Setelah beberapa tahun ketika ukurannya sesuai polip akan berubah menjadi larva efira dan memulai tahap baru dalam daur hidup ubur ubur.

4. Efira dan Medusa

Apabila polip sudah berkembang dan siap untuk selanjutnya maka polip akan mengembangkan alur horizontal pada bagian tentakelnya. Alur tersebut terus berkembang hingga bentuknya menyerupai mangkuk atau piring. Peristiwa tersebut juga dinamakan dengan strobilasi. Alur tersebut terus berkembang hingga muncul atau terbentuk ubur-ubur bayi.

Ubur-ubur bayi tersebut dikenal sebagai efira. Ciri khas dari bentuk efira adalah tonjolan pada tubuhnya yang mirip dengan tengkuk ubur-ubur. Efira dapat berenang bebas di perairan dan akan terus bertumbuh hingga dewasa (medusa). Medusa merupakan ubur-ubur dewasa yang biasa dilihat oleh orang awam.

Sistem Reproduksi Ubur ubur

siklus hidup ubur ubur
image by: cdn-a.william-reed.com

Dalam daur hidup ubur ubur tentunya akan selalu melibatkan sistem reproduksinya. Ubur-ubur memiliki dua fase dalam perkembangbiakannya, yaitu:

1. Fase Seksual (Generatif)

Fase generatif terjadi pada ubur-ubur dewasa (medusa), yakni ubur-ubur yang biasa bergerak di perairan laut. Ubur-ubur jantan yang sudah dewasa dapat menghasilkan sperma yang merupakan sel gametnya. Begitu pula dengan ubur-ubur betina juga menghasilkan sel gamet berupa telur/ovum.

Kedua sel gamet tersebut tentunya diperlukan ubur-ubur untuk melakukan proses reproduksi secara seksual. Testis yang berguna untuk menghasilkan sperma terletak dekat dengan tentakel ubur-ubur jantan. Sedangkan ovarium yang berguna untuk menghasilkan ovum berada di dekat kaki ubur-ubur jantan.

Sperma ubur-ubur jantan yang telah matang akan dikeluarkan dan masuk ke dalam tubuh ubur-ubur betina melalui lubang mulut. Terjadilah pembuahan dan hasil dari pembuahan tersebut adalah zigot. Zigot akan terus berkembang dan berubah bentuk menjadi skifistoma. Bentuk terakhir dari fase seksual adalah skifistoma dan selanjutnya merupakan fase vegetatif.

2. Fase Aseksual (Vegetatif)

Pada fase vegetatif ini dilakukan oleh polip yang merupakan perkembangbiakan ubur-ubur di dasar laut. Yang menjadi induk dari perkembangbiakan ini adalah skifistoma yang telah mengalami perkembangan menjadi polip.

Pembentukan kuncup di sekitar kaki polip menjadi salah satu perkembangbiakan ubur-ubur dalam fase vegetatif. Semakin lama pembentukan kuncup akan semakin besar dan muncul tentakel. Tahap selanjutnya adalah berubah menjadi efira dan terlepas dari induknya.

Hampir semua jenis atau spesies ubur-ubur memiliki sifat, ciri, dan perlakukan yang sama. Oleh karena itu daur hidup ubur ubur juga sama pada semua jenisnya. Bahkan cara perkembangbiakan semua jenis ubur-ubur juga sama, yakni mengalami fase generatif dan vegetative.