4 Daur Hidup Nyamuk Lengkap dengan Penjelasannya

Daur Hidup Nyamuk
image by: newsroom.uhc.com

Warta News – Daur hidup nyamuk sangat tergantung dengan keberadaan air. Jika tidak terdapat air di lingkungannya, maka nyamuk tidak dapat berkembang biak dan mati.

Nyamuk merupakan hewan yang bentuknya mirip dengan lalat. Hal tersebut menyebabkan nyamuk di negara Spanyol disebut dengan mosquito, yang artinya lalat kecil.

Apa Itu Nyamuk?

siklus hidup nyamuk
image by: unitypoint.org

Nyamuk adalah salah satu jenis serangga yang termasuk dalam famili culicidae dan ordo diptera. Serangga ini memiliki banyak spesies, bahkan sampai saat ini telah ditemukan 27.000 spesies nyamuk.

Nyamuk mempunyai sepasang sayap yang bersisik dan bentuk tubuhnya panjang. Selain itu, bentuk moncong nyamuk yang panjang berfungsi untuk menghisap makanan.

Pada umumnya, ukuran panjang tubuh nyamuk kurang dari 15 cm dan memiliki kaki yang panjang. Ukuran tubuh nyamuk dapat berbeda-beda tergantung pada spesiesnya. Bentuk mulut nyamuk jantan dengan nyamuk betina berbeda.

Nyamuk betina memiliki mulut yang berbentuk seperti jarum suntik, runcing, dan panjang. Bentuk mulut nyamuk betina tersebut berfungsi untuk menusukkan pada hewan lain atau manusia sebagai penghisap darah.

Sedangkan nyamuk jantan memiliki bentuk mulut yang lebar. Hal tersebut dikarenakan nyamuk jantan tidak menghisap darah melainkan memangsa larva nyamuk.

Sayur dan sari buah juga dapat digunakan sebagai makanan nyamuk. Tujuan nyamuk menghisap darah adalah untuk memenuhi kebutuhan proteinnya. Selain itu, nyamuk betina menghisap darah karena untuk memberi nutrisi pada tubuhnya yang akan mengandung.

Jenis Daur Hidup Nyamuk

gambar daur hidup nyamuk
image by: pergibaca.com

Nyamuk mempunyai 4 tahap dalam daur hidupnya, yakni dimulai dari telur, larva atau jentik, pupa, dan diakhiri dengan nyamuk dewasa. Berikut merupakan penjelasan mengenai tahapan daur hidup nyamuk:

1. Fase Telur

Seperti hewan ovipar pada umumnya, daur hidup nyamuk dimulai dengan fase telur. Nyamuk dewasa akan melakukan proses perkawinan dan hasil pembuahannya berupa telur.

Biasanya induk nyamuk akan meletakkan telur di dalam air. Telur nyamuk tidak dapat bertahan hidup apabila berada di area yang kering.

Proses bertelur setiap nyamuk pun berbeda-beda tergantung pada spesiesnya. Misalnya nyamuk jenis Culex yang gemar meletakkan telurnya secara bergerombol. Hal tersebut mengakibatkan telur mereka akan mengapung pada permukaan air.

Nyamuk dengan jenis anopheles biasanya meletakkan telurnya secara satu per satu. Kolam, rawa, dan genangan air hujan merupakan tempat yang cocok untuk meletakkan telur-telur anopheles. Apabila sedang musim kemarau, nyamuk dapat mencari tempat yang basah dengan memakai reseptornya.

Pada bagian bawah perut nyamuk terdapat reseptor yang digunakan untuk menemukan tempat basah. Dalam sekali bereproduksi nyamuk mampu menghasilkan telur hingga 300 butir.

2. Fase Jentik Nyamuk

jentik nyamuk
image by: upload.wikimedia.org

Telur nyamuk yang berkualitas baik dan aman dari serangan predator akan menetas. Daur hidup nyamuk setelah telur menetas adalah fase larva.

Pada fase ini lebih dikenal sebagai jentik nyamuk dan hidup di dalam perairan atau tempat yang basah. Jentik nyamuk memiliki bentuk menyerupai benang dan berwarna hitam.

Fase jentik nyamuk ini akan berlangsung selama 8 – 10 hari. Akan tetapi, lama fase tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti suhu, udara, dan predator. Alat pernapasan jentik nyamuk berada di bagian ujung ekornya.

Makanan jentik nyamuk adalah berbagai organisme air yang memiliki ukuran tubuh lebih kecil. Apabila tidak tersedia makanan, mereka dapat bersifat kanibal atau pemakan jentik nyamuk lainnya.

3. Fase Pupa

Pada fase pupa ini sering disebut dengan fase kepompong nyamuk. Masih sama dengan fase jentik nyamuk, tempat tinggal pupa berada di air.

Fase pupa dalam daur hidup nyamuk akan berlangsung sekitar 1 – 2 hari. Akan tetapi, lama fase ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti suhu, udara, dan predator.

Pada bagian gelung thoracis terdapat alat pernafasan pupa yang bernama tanduk thoracis. Pupa nyamuk akan terus mengalami perkembang hingga terbentuk sayap. Jika sayap sudah terbentuk sempurna, nyamuk muda akan keluar dari cangkang pupa.

Selama menjadi pupa, hampir semua bagian tubuh nyamuk tidak bisa menyentuh air. Hanya bagian kaki nyamuk saja yang dapat menyentuh air.

Hal tersebut dikarenakan sayap nyamuk harus dikeringkan supaya bisa langsung terbang. Pada saat itu jenis kelamin nyamuk sudah dapat dilihat.

4. Fase Nyamuk Dewasa

Tahapan terakhir dalam daur hidup nyamuk adalah fase ketika nyamuk telah dewasa. Nyamuk muda yang keluar dari pupa akan terus mengalami perkembangan hingga menjadi nyamuk dewasa. Pada fase ini, organ tubuh nyamuk sudah dapat berfungsi dengan sepenuhnya.

Setelah 1 hingga 2 hari menjadi nyamuk dewasa, mereka akan melakukan proses perkawinan untuk menghasilkan individu baru. Dapat dikatakan bahwa daur hidup nyamuk sangat cepat, sehingga populasi nyamuk pun menjadi sangat banyak.

Penyakit yang Disebabkan Oleh Nyamuk

Penyakit yang Disebabkan Oleh Nyamuk
image by: scidev.net

Nyamuk merupakan serangga yang dapat membawa penyakit untuk manusia. Berikut merupakan beberapa penyakit yang disebabkan oleh nyamuk:

– Malaria

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit plasmodium. Ada beberapa jenis nyamuk yang mampu menularkan parasite plasmodium ke dalam tubuh manusia.

Salah satu jenis nyamuk yang menjadi perantara penularan penyakit ini adalah nyamuk anopheles betina.

– Demam Berdarah

demam berdarah
image by: hellosehat.com

Demam berdarah merupakan penyakit mematikan yang sudah banyak terjadi di Indonesia. Jenis nyamuk yang menyebabkan penyakit ini adalah nyamuk Aedes Aegypti. Penyakit yang biasa disebut dengan DBD ini tidak menular langsung dari penderita.

Nyamuk Aedes Aegypti banyak berkembang biak di iklim yang hangat dan lembab serta di area yang pada penduduk. Gejala yang ditimbulkan dari demam berdarah adalah nyeri sendi, sakit kepala, demam tinggi, mata nyeri, dan sebagainya.

– Chikungunya

Penyakit ini hampir sama dengan demam berdarah, yakni disebabkan oleh jenis nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus.

Penderita yang terkena penyakit ini akan menunjukkan gejala demam sangat tinggi disertai menggigil. Selain itu, penderita juga akan merasakan nyeri pada otot sehingga mengganggu aktivitas.

– Demam Kuning

Demam kuning atau yellow fever merupakan penyakit yang sering menjangkit orang-orang di daerah beriklim tropis, terutama Afrika.

Penyebab penyakit demam kuning adalah sebuah virus dimana perantaranya adalah nyamuk Aedes dan Haemagogus.

Terdapat beberapa fase apabila seseorang terkena penyakit ini. Pada fase pertama penderita akan mengalami demam secara mendadak, menggigil, dan sakit kepala. Terkadang penderita juga akan mengalami mual, muntah, lemah, dan mudah lelah.

Pada fase kedua adalah fase remisi yang lebih berbahaya dan beresiko. Kemudian, organ liver seseorang akan mengalami kerusakan. Hal tersebut membuat mata dan kulit penderita berubah menjadi kuning.

– Filariasis

Filariasis merupakan penyakit yang sering disebut dengan kaki gajah dan banyak terjadi di daerah beriklim tropis. Parasite cacing yang berbentuk seperti benang adalah penyebab utama penyakit ini. Jenis cacing tersebut adalah Brugia Malayi dan Wuchereria Bancrofti.

Nyamuk menjadi salah satu hewan yang dapat merugikan manusia karena berbagai penyakit yang dibawanya.

Dengan mengetahui daur hidup nyamuk dapat membuat kita lebih berjaga-jaga terhadap bahayanya. Dibutuhkan penanganan yang pasti untuk dapat membasmi atau mencegah perkembangan nyamuk.