3 Daur Hidup Lumut Beserta Penjelasannya Lengkap dan Detail

daur hidup lumut
image by: saintif.com

Warta News – Daur hidup lumut menjelaskan bagaimana tahapan yang dilalui oleh tumbuhan lumut selama hidupnya. Mungkin pada saat ini masih banyak masyarakat yang belum tahu tentang siklus hidup dari tumbuhan lumut.

Meskipun merupakan makhluk hidup jenis tumbuhan, namun lumut mempunyai proses daur hidup yang sangat berbeda dengan tumbuhan pada umumnya.

Pengertian Tumbuhan Lumut

lumut
image by: amazon.com

Sebelum lebih lanjut membahas mengenai daur hidup lumut, sebaiknya Anda paham terlebih dahulu mengenai pengertian tumbuhan lumut. Lumut merupakan gerombolan tumbuhan berukuran kecil yang tergolong ke dalam bryophyta. Bryophyta berasal dari bahasa yunani yaitu bryum yang mempunyai arti lumut.

Tumbuhan lumut atau bryophyta digolongkan ke dalam divisi tumbuhan yang tidak memiliki akar. Selain itu, tumbuhan lumut merupakan tumbuhan yang tidak mempunyai daun sejati. Akan tetapi tumbuhan lumut mampu melakukan proses fotosintesis serta dapat menyerap unsur hara.

Nama latin tumbuhan lumut adalah bryophyte. Kelompok tumbuhan lumut mempunyai spesies yang banyak sekali. Oleh karena itu kelompok tumbuhan lumut menjadi yang terbesar di dunia jika dibandingkan dengan kelompok tumbuhan lain. Jumlah spesies yang telah ditemukan sampai saat ini mencapai 25.000 spesies.

Tumbuhan lumut memiliki sifat yang kosmopolit. Tumbuhan ini juga tersebar luas dan hampir merata di seluruh dunia. Dari ribuan spesies tumbuhan lumut disederhanakan ke dalam tiga kelompok berdasarkan bentuk dan ukurannya.

Adapun ciri-ciri yang dimiliki oleh tumbuhan lumut, yakni sebagai berikut:

– Bentuk tubuhnya merupakan peralihan antara kormus dengan talus.

– Dalam proses perkembangbiakannya dapat menghasilkan spora.

– Tumbuhan lumut pada umumnya tidak memiliki pembuluh angkut.

– Dalam daur hidup lumut mengalami metagenesis.

– Generasi gametofit tumbuhan lumut lebih dominan dibandingkan dengan generasi sporofit.

Struktur Tumbuhan Lumut

Tumbuhan lumut terdiri dari beberapa bagian yang mirip dengan batang, akar, daun. Bagian-bagian tubuh tumbuhan lumut tersebut tidak memiliki fungsi yang sama dengan tumbuhan pada umumnya. Oleh karena itu bagian tumbuhan lumut hanya dikatakan mirip saja.

Rizoid merupakan susunan akar sederhana yang dimiliki oleh tumbuhan lumut. Rizoid mempunyai peranan untuk menyerap garam mineral dan air yang nantinya digunakan dalam proses fotosintesis tumbuhan lumut. Selain itu, rizoid juga memiliki fungsi penting lain yakni untuk menempel pada habitatnya.

Penyerapan garam mineral dan air oleh rizoid dilakukan dengan cara imbibisi. Setelah rizoid berhasil menyerap garam mineral dan air, lalu disalurkan ke seluruh tubuh lumut dengan proses difusi. Pada daun lumut hanya terdapat satu lapisan sel sehingga bentuk daunnya sangat tipis.

Terdapat plastida pada setiap sel-sel tubuh lumut dan plastida tersebut mengandung klorofil. Pada daun lumut juga terdapat dinding sel tapi tidak seperti tumbuhan sejati karena tidak memiliki lignin. Terdapat titik tumbuh yang terletak pada ujung batang lumut. Hal tersebut yang menjadi alasan mengapa lumut hanya dapat tumbuh memanjang.

Ukuran tumbuhan lumut terbilang kecil, yakni mempunyai ukuran tinggi sekitar 1 – 20 cm. Karena tidak memiliki pembuluh angkut, maka tumbuhan lumut memiliki jaringan empulur yang berfungsi sebagai jaringan pengangkut.

Tahapan Siklus Daur Hidup Lumut

daur hidup lumut
image by: http://materi-pelajaran-biologi.blogspot.com/2012/12/daur-hidup-tumbuhan-lumut.html

Daur hidup pada tumbuhan lumut berbeda-beda pada setiap kelompok jenisnya. Sama seperti makhluk lainnya, daur hidup lumut juga diawali dengan perkembangbiakan.

Secara keseluruhan lumut akan mengalami proses reproduksi secara generatif dan vegetatif. Pada siklus reproduksi vegetatif tumbuhan lumut menghasilkan spora. Spora tersebut akan mengalami pertumbuhan menjadi gametofit.

Sedangkan pada reproduksi generatifnya dilakukan dengan cara fertilisasi ovum. Fertilisasi ovum pada tumbuhan lumut dilakukan oleh spermatozoid yang nantinya akan menghasilkan zigot.

Berikut merupakan tahapan yang terjadi pada daur hidup lumut.

– Diawali pada saat spora mulai berkecambah dan jatuh di tempat yang cocok.

– Tempat yang cocok untuk pertumbuhan lumut adalah tempat yang ada sinar mataharinya, lembab, terdapat nutrisi.

– Setelah jatuh di daerah yang cocok spora akan berkembang dan tumbuh menjadi protonema atau tumbuhan lumut muda.

– Protonema akan terus mengalami perkembangan dan pertumbuhan hingga menjadi gametofit (lumut dewasa).

– Tumbuhan lumut dewasa memiliki alat kelamin untuk melangsungkan proses reproduksi.

– Alat kelamin jantan dapat menghasilkan spermatozoid dan berasal dari anteridium.

– Alat kelamin betina dapat menghasilkan sel telur atau ovum dan berasal dari arkegonium.

– Terjadi peleburan antara spermatozoid dengan sel telur sehingga menghasilkan zigot.

– Zigot akan berkembang dan tumbuh menjadi lumut baru yang mempunyai sifat diploid.

– Setelah itu zigot akan berkembang dan mampu membentuk sporogonium yang merupakan badan penghasil spora.

– Terdapat sporangium atau biasa dikenal dengan kotak spora yang berfungsi untuk melindungi spora.

– Pada spora sudah matang maka dinding sporangium juga akan mengering dan nantinya akan pecah.

– Pecahnya dinding sporangium menyebabkan spora yang telah matang dapat terlepas keluar.

– Apabila spora yang terlepas keluar jatuh di tempat yang cocok (lembab, terdapat nutrisi, ada sinar matahari), maka spora akan berkembang menjadi protonema.

– Selanjutnya daur hidup lumut akan berulang kembali.

Dalam siklus hidupnya, ketiga kelompok jenis lumut memiliki ciri-ciri yang berbeda-beda. Berikut merupakan penjelasan dari ketiga jenis tumbuhan lumut:

1. Lumut Hati

Hepaticopsida atau lebih dikenal dengan lumut hati adalah salah satu jenis tumbuhan lumut yang jumlah anggotanya lebih dari 6000 spesies.

Lumut hati sering ditemukan di daerah yang lembab seperti dinding tua, tanah, dan batu. Akan tetapi lumut jenis ini dapat tumbuh secara epifit. Reproduksi aseksual: fragmentasi dan pembentukan gemma.

– Reproduksi seksual: pembentukan gamet.

– Bentuknya seperti lembaran.

2. Lumut Daun

Bryopsida atau lebih dikenal dengan lumut daun merupakan jenis lumut yang daur hidupnya sama dengan lumut hati. Akan tetapi mempunyai ciri-ciri yang berbeda.

Rizoid lumut daun merupakan deretan sel yang bentuknya memanjang. Bisa dikatakan bahwa rizoid tumbuhan lumut mirip dengan akar milik tumbuhan tingkat tinggi.

Berikut merupakan ciri-ciri yang dimiliki oleh lumut daun:

– Lebih suka tumbuh di tempat yang teduh serta sejuk.

– Akar, batang, daunnya tidak sejati melainkan semu.

– Reproduksi aseksual: fragmentasi (menghasilkan tunas baru pada bagian tubuhnya).

– Reproduksi seksual: merupakan perkembangan dari protonema.

3. Lumut Tanduk

Lumut tanduk juga berkembangbiak dengan du acara yakni seksual dan aseksual. Ciri-ciri yang dimiliki oleh lumut tanduk diantaranya ialah:

– Banyak ditemukan pada tempat yang berair seperti selokan, danau, dan pinggir sungai.

– Memiliki struktur tubuh yang mirip dengan lumut hati.

– Salah satu contoh lumut tanduk adalah Anthoceros sporophytes.

– Talus merupakan generasi gametofit lumut tanduk dan memiliki bentuk yang tipis dan lebar.

Manfaat Tumbuhan Lumut

siklus hidup lumut
image by: kompas.com

Tumbuhan lumut ternyata dapat memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Berikut beberapa manfaat lumut:

– Dapat menyebabkan sumber air dapat meningkat.

– Memberikan tambahan suplai oksigen di bumi.

– Memiliki khasiat yang lumayan banyak, bahkan beberapa jenis lumut dapat digunakan sebagai obat.

– Pada jenis tertentu dapat dijadikan sebagai obat hepatitis.

– Dapat mengobati luka luar serta luka bakar.

Daur hidup lumut merupakan hal yang penting untuk dipelajari. Hal tersebut dikarenakan tumbuhan dengan nama latin bryophyte ini memiliki banyak manfaat bagi manusia dan lingkungan.