4 Daur Hidup Lalat Lengkap dengan Penjelasannya

daur hidup lalat
image by: rover.com

Warta News – Daur hidup lalat hampir sama dengan kebanyakan serangga lainnya. Metamorfosis yang dialami oleh lalat adalah metamorfosis sempurna.

Lalat termasuk hewan yang mengganggu manusia, karena tubuhnya kotor dan dapat menyebabkan berbagai macam penyakit.

Apa Itu Lalat?

flies
image by: rentokil.com

Lalat adalah salah satu jenis serangga yang termasuk ke dalam ordo diptera. Ciri khas yang dimiliki lalat ialah terbang dengan menggunakan sepasang sayap tipisnya.

Sedangkan pasangan sayap lainnya hanya digunakan untuk membantu menyeimbangkan atau mendeteksi kecepatan udara.

Lalat memiliki bentuk tubuh yang ramping dan pendek. Pada bagian kepala lalat terdiri atas antenna, mata majemuk, oceli, dan bagian mulut lainnya.

Toraks atau dada lalat terdiri atas 3 bagian ruas. Pada ruas kedua bentuknya membesar, sedangkan ruas pertama dan ketiga bentuknya lebih kecil. Hatler pada ruas ketiga bermanfaat untuk menjaga keseimbangan saat lalat terbang.

Dari sekian banyaknya spesies lalat, tidak ada yang mempunyai gigi. Oleh karena itu, lalat tidak dapat memakan makanan padat.

Serangga ini hanya mengkonsumsi makanan berupa butiran atau cairan seperti serbuk sari. Lalat gemar hidup ditempat yang kotor, sehingga dapat membawa penyakit untuk manusia.

Tahapan Siklus Daur Hidup Lalat

siklus daur hidup lalat
image by: brainly.co.id

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa lalat mengalami metamorfosis sempurna. Maksud dari metamorfosis sempurna adalah daur hidupnya melewati 4 tahapan utama, yakni telur, larva, pupa, dan imago atau dewasa. Berikut merupakan penjelasan mengenai tahap daur hidup lalat:

1. Tahap Telur

daur hidup lalat tahap telur
image by: brainly

Sama seperti serangga lainnya, daur hidup lalat diawali dengan tahap telur. Setelah lalat dewasa melakukan proses perkawinan, mereka akan menghasilkan telur.

Pada fase ini merupakan fase yang paling singkat, yakni hanya berlangsung sekitar 12 – 24 jam saja. Seekor lalat betina mampu menghasilkan telur sebanyak 75 – 150 butir dalam sekali bertelur.

Telur lalat memiliki bentuk lonjong dengan ukuran panjang kurang lebih 0,5 mm. Warna telur lalat ialah putih bening.

Pada salah satu ujungnya terdapat dua buah antena berukuran kecil dan bentuknya mirip seperti sendok. Antena tersebut digunakan untuk mempertahankan supaya telur lalat tidak tenggelam.

Faktor yang mempengaruhi waktu telur untuk menetas adalah suhu dan kelembaban. Telur lalat akan lebih cepat menetas apabila berada pada suhu yang tinggi.

Semakin lembab lingkungan, telur lalat akan semakin cepat menetas. Pada umumnya, lalat jantan akan meletakkan telurnya pada area yang lembab seperti sampah organik dan bangkai hewan.

2. Tahap Larva

daur hidup lalat tahap larva
image by: brainly

Tahap larva dalam daur hidup lalat dibagi menjadi 3 sub tahapan. Berikut merupakan sub tahapan larva lalat beserta penjelasannya:

– Tahap 1

Telur larva yang baru saja menetas disebut dengan instar kesatu. Pada tahap ini atau instar kesatu berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 2 mm dan berwarna putih. Instar kesatu tidak mempunyai mata dan kaki, sehingga mereka bergerak seperti cacing.

Pada tahap ini, larva mempunyai mulut dengan giginya yang berwarna hitam. Mulut tersebut digunakan untuk memakan makanan dan ukurannya sangat kecil. Selain itu, instar kesatu juga mempunyai suatu spirakel anterior.

Meskipun ukurannya masih kecil, namun instar kesatu membutuhkan lebih banyak makanan. Hal tersebut yang menyebabkan sub tahapan ini berlangsung cepat. Setelah 1-2 hari menjadi instar kesatu, larva akan terlepas dari kulitnya dan menjadi instar kedua.

– Tahap 2

Instar kedua memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan instar kesatu, yakni sekitar 4 – 5 mm. Ciri instar kedua ini hampir sama dengan instar kesatu, hanya saja mulutnya lebih besar.

Terdapat beberapa tonjolan kecil pada bagian spirakel anterior instar kedua. Setelah beberapa hari, instar kedua akan terkelupas lagi kulitnya dan menjadi instar ketiga.

– Tahap 3

Pada tahap instar ketiga ini, bentuk lalat dewasa sudah mulai kelihatan. Ukuran tubuhnya sekitar 12 mm dan tergantung pada konsumsi makanannya.

Ciri instar ketiga masih mirip dengan instar kedua dan kesatu. Namun, instar ketiga mempunyai kutikula yang lebih pendek dan lebih keras.

Kepala instar ketiga akan tidak terlihat karena berubah menjadi pupa. Pada tahap 3 larva ini, mereka bergerak lebih aktif untuk berpindah tempat dan mencari makan.

Biasanya mereka akan berpindah ke tempat yang kering dan sejuk supaya cepat berkembang menjadi pupa.

3. Tahap Pupa

daur hidup lalat tahap pupa
image by: brainly

Jaringan yang ada dalam tubuh larva berkembang menjadi jaringan yang lebih dewasa. Tahap pupa akan berlangsung selama 3 hingga 5 hari, bergantung pada suhu lingkungannya.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa suhu ideal yang dibutuhkan lalat untuk bermetamorfosis dengan cepat ialah sekitar 26-33 derajat celcius.

Pada tahap ini, warna larva yang tadinya putih akan berubah menjadi coklat semu hitam. Berubahnya warna menunjukkan bahwa pupa sudah hampir menuju tahap dewasa. Pupa tidak bisa bergerak aktif seperti larva.

Setelah beberapa hari akan ditemukan sebuah celah kecil pada bagian anterior pupa. Celah tersebut berfungsi untuk jalan keluar. Jadi setelah tahap pupa selesai, lalat yang masih muda akan keluar dari sebuah celah.

4. Tahap Imago (Lalat Dewasa)

lalat
image by: brainly

Tahap imago merupakan tahap terakhir dari daur hidup lalat. Lalat muda yang keluar dari cangkang pupa akan terus mengalami perkembangan dan pertumbuhan menjadi lalat dewasa.

Waktu yang dibutuhkan untuk menjadi lalat dewasa sangat singkat, yaitu sekitar 15 jam saja. Umur lalat dewasa pun juga singkat, yakni selama 2 hingga 4 minggu.

Akan tetapi umur lalat dewasa juga dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kelembapan, suhu, dan sumber makanan.

Lalat yang sudah dewasa akan menunjukkan sifat birahinya untuk menarik perhatian lawan jenis. Mereka akan melakukan proses perkawinan untuk menghasilkan individu baru.

Faktor Yang Mempengaruhi Daur Hidup Lalat

siklus Hidup Lalat
image by: jakpost.net

Lama waktu yang dibutuhkan lalat untuk bermetamorfosis dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya ialah:

a. Suhu

Suhu lingkungan sekitar dapat mempengaruhi waktu siklus hidup seekor lalat. Semakin panas suhu udara, maka siklus hidup lalat akan semakin cepat.

Pada umumnya siklus hidup lalat akan berlangsung selama 8-11 hari jika suhunya sebesar 25-28 hari.

Pada suhu 28 hingga 30 derajat celcius, siklus hidup lalat akan berlangsung selama 7 hari saja.

Suhu lingkungan yang rendah membuat siklus hidup lalat menjadi sangat lama. Bahkan pernah dijumpai perkembangan telur lalat hingga dewasa berlangsung selama 50 hari pada suhu rendah.

b. Makanan

Lalat akan semakin cepat berkembang dan tumbuh apabila mengkonsumsi banyak makanan bernutrisi.

Semakin sedikit makanan dan nutrisi membuat siklus lalat menjadi lama. Pada beberapa kasus telah menyatakan bahwa larva akan gagal berkembang apabila kekurangan nutrisi.

c. Cahaya

Kelangsungan daur hidup lalat juga dipengaruhi oleh intensitas cahaya. Secara umum, lalat lebih gemar ditempat yang tidak terlalu gelap dan tidak terlalu terang.

Cahaya yang terlalu terang membuat fase bertelur menjadi lebih lambat. Sedangkan cahaya yang terlalu gelap akan mempengaruhi pertumbuhan lalat.

Lalat merupakan salah satu jenis serangga yang daur hidupnya berlangsung cepat. Bahkan lalat hanya bisa hidup selama 3 hari jika tidak terdapat makanan di sekitarnya. Daur hidup lalat hampir sama dengan daur hidup serangga lain yang bermetamorfosis sempurna.