4 Daur Hidup Katak Lengkap Besarta Penjelasannya

Daur Hidup Katak
image by: NYTIMES

Warta News – Daur hidup katak terjadi pada dua habitat, yakni perairan dan darat. Katak dapat dijadikan sebagai sumber pangan manusia, sehingga banyak orang yang gemar membudidayakan katak.

Tidak heran juga jika banyak orang yang ingin tahu mengenai siklus hidup katak. Hewan ini banyak dijumpai di Indonesia karena katak gemar hidup di tempat yang lembab serta suhunya panas.

Apa Itu Katak?

siklus hidup katak
image by: theconversation.com

Katak adalah hewan amfibi yang mampu hidup di darat dan di perairan. Makanan utama katak ialah berbagai jenis serangga. Hewan ini dikenal dengan tekstur kulitnya yang licin disertai berbagai macam warna seperti hijau, coklat, kemerahan, dan hitam. Terdapat bintik-bintik pada bagian kulit katak.

Katak banyak ditemukan di daerah sawah, hutan, dan rawa. Tempat-tempat tersebut sangat cocok untuk dijadikan habitat katak karena suhunya pas untuk tubuh katak. Kaki bagian belakang katak lebih panjang daripada kaki bagian depan. Hal tersebut memungkinkan katak untuk melompat dan berenang di dalam air.

Kodok merupakan hewan yang hampir sama dengan katak. Perbedaannya ialah kodok memiliki ukuran yang relatif lebih besar dibandingkan dengan katak. Selain itu, kodok tidak terlalu pandai melompat karena kaki bagian belakangnya pendek.

Semakin dingin suatu lingkungan maka semakin sedikit jumlah katak yang hidup di tempat tersebut. Misalnya di atas gunung atau di wilayah dengan empat musim, jumlah katak akan cenderung sedikit. Katak dapat bertahan hidup dengan baik di daerah tropis yang hawanya panas.

Tahapan Siklus Daur Hidup Katak

jenis daur hidup katak
Image by: moondoggiesmusic.com

Katak merupakan hewan yang mengalami metamorfosis dalam daur hidupnya. Secara umum siklus hidup katak dimulai dari telur, berudu, katak muda, hingga menjadi dewasa. Berikut merupakan penjelasan mengenai tahapan daur hidup katak:

1. Fase Telur

Sama seperti kebanyakan hewan ovipar lainnya, daur hidup katak dimulai dengan fase telur. Katak dikenal dengan hewan yang mampu menghasilkan telur dalam jumlah banyak. Namun, telur-telur tersebut tidak akan menetas semuanya. Hal tersebut dikarenakan berbagai faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi telur katak.

Gen katak betina dewasa merupakan faktor internal yang mempengaruhi telur katak. Apabila gen sang induk baik, maka telur yang dihasilkan juga akan berkualitas baik serta tidak mudah rusak.

Telur katak memiliki bentuk bulat serta teksturnya kenyal dan mudah rapuh. Terdapat kuning telur pada bagian dalamnya yang berfungsi sebagai makanan utama telur.

Faktor eksternal yang mempengaruhi telur katak ialah predator dan arus air. Biasanya katak akan meletakkan telurnya pada air yang tenang. Hal tersebut bertujuan agar telur katak dapat berkembang dengan baik.

Sedangkan jenis katak yang hidupnya berada di pohon, telurnya mempunyai sebuah cangkang. Cangkang tersebut berfungsi untuk melindungi telur dari suhu panas.

Adapun katak yang habitatnya berada di hutan akan memberikan telurnya kepada induk jantan. Telur tersebut akan diletakkan di bagian punggung katak jantan agar terlindung dari predator.

Telur yang memiliki kualitas yang baik akan mengalami perkembangan hingga nantinya dapat menetas. Fase telur dalam daur hidup katak akan berlangsung selama 21 hari.

2. Fase Kecebong

Telur katak yang telah menetas akan berubah menjadi kecebong atau tadpole. Fase ini hampir sama dengan fase larva pada beberapa hewan lainnya. Sebelum berusia 7-10 hari, kecebong masih membutuhkan kuning telur sebagai sumber makanannya.

Keadaan kecebong masih sangat lemah ketika masih berusia di bawah 7 hari. Pada saat itu, organ dalam tubuh kecebong belum terbentuk sempurna. Organ tubuh kecebong akan terbentuk sempurna pada saat usia 10 hari. Setelah itu mereka sudah mampu mencari makanan sendiri, yaitu berupa alga air.

Habitat kecebong masih berada di dalam air dan mereka bernafas dengan menggunakan insang. Ketika memasuki minggu ke-4, akan tumbuh kulit yang dapat menutupi insang.

Kemudian insang akan masuk ke dalam tubuh kecebong dan sedikit demi sedikit mereka akan berubah menjadi katak muda. Pada saat itu, akan mulai terjadi pertumbuhan gigi.

Kecebong dapat dikatakan sebagai katak muda apabila sudah mulai terbentuk kaki, yakni pada minggu ke-6. Kaki yang tumbuh pada kecebong berjumlah 4, yaitu dua bagian belakang dan dua bagian depan dengan ukuran yang lebih pendek.

Katak muda yang baru terbentuk akan mengkonsumsi berbagai serangga yang telah mati. Karena belum ahli mencari serangga, mereka juga akan memakan tumbuhan yang ada di sekitar perairan.

3. Fase Katak Muda

Fase katak muda dalam daur hidup katak masih terdapat ekor kecebong. Namun, ukuran ekor tersebut jauh lebih pendek dibandingkan dengan ekor pada fase kecebong.

Katak muda pada fase ini sudah mempunyai paru-paru sebagai alat pernafasannya yang permanen. Mereka juga akan mulai keluar dari perairan dan berpindah ke darat.

Pada fase ini, katak muda sudah mulai bisa mencari makanan berupa serangga yang masih hidup. Katak muda akan belajar banyak hal dan menyesuaikan diri di lingkungan barunya. Seiring berjalannya waktu mereka akan terus bertumbuh hingga menjadi katak dewasa.

4. Fase Katak Dewasa

Tahapan daur hidup katak yang terakhir ialah disaat sudah menjadi katak dewasa. Pada umumnya, katak dewasa akan berusia 12 hingga 16 minggu. Bentuk tubuh dan organ yang dimiliki katak sudah terbentuk sempurna. Katak dewasa akan menghabiskan waktunya lebih banyak di daratan.

Ketika memasuki masa perkawinan, katak dewasa akan kembali lagi ke perairan. Katak dewasa betina dan jantan akan melakukan proses perkawinan. Mereka akan tetap berada di air hingga proses bertelur dan penetasan telur selesai.

Katak dewasa harus menjaga telurnya karena banyak predator yang ingin memakan telur katak. Predator tersebut diantaranya ialah ular, ikan, biawak, dan beberapa hewan air lainnya. Sedangkan nyawa katak pun juga dapat terancam oleh beberapa predator.

Manfaat Katak Bagi Manusia

frogs metamorphosis
image by: lego.com

Katak merupakan hewan yang dapat memberikan manfaat untuk manusia. Manfaat tersebut diantaranya ialah sebagai berikut:

– Dapat dikonsumsi dagingnya.
– Menjadi indikator apakah kondisi lingkungan masih baik atau sudah tercemar.
– Dapat dibudidayakan dengan mudah untuk digunakan sebagai konsumsi atau katak hias.
– Kecebong katak yang masih kecil dapat dimanfaatkan untuk memancing ikan.

Sistem Reproduksi Katak

Supaya Anda lebih paham mengenai daur hidup katak, sebaiknya Anda juga mempelajari sistem reproduksinya. Katak bereproduksi secara eksternal, yaitu pembuahan yang terjadi di luar tubuh katak betina.

Katak jantan dan katak betina biasanya akan melakukan ampleksus pada proses perkawinannya. Ampleksus adalah suatu posisi, dimana katak jantan menempelkan tubuhnya pada punggung sang betina. Hal tersebut bertujuan untuk menekan perut katak betina, sehingga sel ovum dapat keluar.

Posisi tersebut berlangsung selama beberapa jam, bahkan ada yang sampai berhari-hari. Setelah ovum keluar, katak jantan juga akan mengeluarkan sel sperma. Kemudian terjadi pembuahan antara sel ovum dengan sel sperma katak.

Banyak peneliti yang gemar mengamati daur hidup katak, karena terbilang unik. Katak juga merupakan hewan yang bermanfaat dan dapat dibudidayakan. Oleh karena itu, penting sekali untuk mempelajari siklus hidupnya.